Di sana, mereka menemukan beberapa pakaian dan makanan yang ditinggalkan oleh korban yang hilang itu.
Menurut penduduk setempat, Garcia mendirikan kelompok keagamaannya sendiri.
Kelompok itu juga secara teratur berkumpul bersama dan mengadakan sesi doa untuk individu yang sakit.
Sejumlah warga mengatakan, kelompok tersebut mengubah aktivitasnya dari praktik keagamaan menjadi fanatisme.
Dijelaskan, para anggotanya akan sering memukul dada jika berbicara tentang keyakinan kelompok.
Sejak Maret lalu, tidak ada anggota kelompok yang diizinkan menonton televisi selain mereka harus berdoa pada pukul 3 pagi setiap hari, lapor situs berita Impacto Venezuela.
Pengikut wanita juga dilarang mencuci rambut dan tidak boleh menampakkan wajah saat keluar rumah.