Penggunaan vibrator juga punya manfaat untuk mengatasi gangguan seksual ini. Rangsangan getaran pada kelamin wanita bisa meningkatkan fungsi seksual secara keseluruhan.
Meski begitu, ini mungkin tidak sepenuhnya mengatasi kondisi Anda. Penting untuk melakukan pengobatan sesuai dengan penyebab disfungsi seksual yang Anda alami.
4. Membantu mencapai orgasme
Sebagian besar wanita mungkin sulit mencapai orgasme hanya dengan penetrasi penis-vagina. Dalam kasus yang parah, kondisi ini bisa disebabkan anorgasmia.
Anorgasmia atau disfungsi orgasme pada wanita merupakan suatu kondisi ketika seseorang sulit mengalami orgasme, terlepas dari rangsangan apa pun yang diterima oleh vagina.
Dikutip dari Mayo Clinic, alat getar seks juga bisa bermanfaat dalam pengobatan anorgasmia.
Alat ini bekerja dengan meningkatkan rangsangan seksual sekaligus aliran darah ke vagina. Selanjutnya, hal ini akan membantu Anda meraih orgasme.
5. Menangani dispareunia dan vaginismus
Manfaat alat getar bisa dirasakan pada wanita dengan genito-pelvic pain penetration disorder, yakni gangguan yang memicu ketidaknyaman dan rasa sakit saat berhubungan seksual.
Baca Juga: 4 Daerah di Jawa Barat Waspada Turun Hujan Disertai Angin Kencang
Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), kondisi ini terdiri dari dispareunia (nyeri panggul saat atau setelah hubungan seks) dan vaginismus (menegangnya otot vagina yang menyulitkan penetrasi).
Sebuah studi dalam jurnal Sexual And Relationship Therapy (2018) menemukan vibrator bisa membantu wanita merasa lebih nyaman selama berhubungan seks.
Meski begitu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui manfaat penggunaan vibrator dalam mengobati disfungsi seksual pada wanita.
6. Mendorong gairah seks saat menopause
Dokter Anda bisa menyarankan penggunaan alat bantu seks seperti vibrator untuk mengatasi masalah vagina kering saat dan setelah menopause.
Getaran pada bagian dalam dan luar vagina akan merangsang aliran darah. Kemudian, hal ini akan meningkatkan kelembapan vagina yang kering dan respons seksual.