3. Naiknya Suhu Testis
Ketika terjadi cedera tulang belakang, Anda akan merasakan kelemahan pada otot-otot tungkai, sehingga lebih banyak menghabiskan waktu dengan duduk. Keseringan duduk dapat berdampak pada naiknya suhu di sekitar testis.
Testis yang terletak di luar tubuh seharusnya memiliki suhu ideal untuk memproduksi sperma.
Menurut Fertility Associates of Memphis, Amerika Serikat, proses produksi sperma berkualitas membutuhkan suhu 3-4 derajat celsius lebih rendah dari suhu tubuh (umumnya 37 derajat celsius). Jadi, suhu idealnya adalah 34 derajat celsius.
Saat suhu testis meningkat karena keseringan duduk, kualitas sperma yang diproduksi bisa terganggu dan memengaruhi pembuahan.
4. Terganggunya Kelenjar Tambahan
Sistem reproduksi pria memiliki kelenjar tambahan yang memiliki fungsi membantu sperma di dalam tubuh tetap hidup. Kelenjar tambahan tersebut ialah kelenjar prostat.
Pria yang mengalami cedera tulang belakang juga dapat mengalami disfungsi prostat. Hal tersebut membuat prostat bermasalah, yang menyebabkan air mani tidak berkualitas baik.
Oleh karena itu, pria perlu mewaspadai hal-hal yang menyebabkan trauma pada tulang belakang untuk menjaga kesuburannya.