Cerita Pilu Penjual Kopi tentang Aremania Tak Mau Pulang dari Stadion Kanjuruhan karena Teman-temannya Meninggal

Tantrum | Suara.com

Kamis, 13 Oktober 2022 | 06:24 WIB
Cerita Pilu Penjual Kopi tentang Aremania Tak Mau Pulang dari Stadion Kanjuruhan karena Teman-temannya Meninggal
Tragedi kanjuruhan Malang 1 Oktober 2022 tewaskan ratusan suporter Arema FC ((Kolase Twitter))

TANTRUM - Seorang pemuda bernama Rusdi, 17 tahun, tidak mau pulang ke rumahnya pascatragedi Kanjuruhan. Ia memilih menetap di Stadion Kanjuruhan. Ia trauma karena 3 temannya tewas dalam tragedi yang menewaskan ratusan korban jiwa itu.

Rusdi mengaku sebagai Aremania. Dikutip dari suara.com, hingga Rabu (12/10/2022) siang ia masih bertahan di Stadion Kanjuruhan.

Rusdi merupakan warga Desa Kertosuko, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo. Identitas itu diketahui pihak UPT Stadion Kanjuruhan saat mengamankan tas milik Rusdi.

Di dalam tas Rusdi, ditemukan ijasah RA setara Sekolah Dasar yakni RA Sunan Ampel, Krucil, Probolinggo.

Rusdi ada di stadion sejak Minggu (2/10/2022) setelah kejadian tragedi Kanjuruhan.

Menurut Bu Tin (59), penjual kopi di area Stadion Kanjuruhan, Rusdi menonton sepakbola dengan 3 orang temannya.

“Sama saya korban ini ngomong, datang ke stadion sama tiga temannya. Nah, tiga orang temannya ini meninggal dunia semua. Satu orang cewek, dua orang laki laki, meninggal semua. Tinggal dia sendiri,” tuturnya.

Rusdi mengaku ingin bersama teman-temannya di Kanjuruhan.

“Sudah saya bilang agar pulang, tapi dia bersikukuh menunggu temannya. Kalau ngopi disini saya gratiskan juga gak mau. Alasannya kalau pulang katanya takut sama kakaknya. Dia kan anak yatim piatu juga, kasihan saya mas,” tutur Bu Tin menahan tangis.

Selama 11 hari di Stadion, Rusdi ini selalu berkeliling.

Diketahui, tragedi Kanjuruhan turut menewaskan perempuan dan anak-anak. Insiden ini bukan bentrokan massal antarsuporter sepak bola. Sebab dalam pertandingan Arema FC VS Persebaya Surabaya ini penonton yang diperbolehkan hadir hanya Aremania. Sementara penonton Persebaya tidak hadir di satadion sesuai aturan.

Peristiwa bermula ketika suporter Arema turun ke lapangan usai pertandingan. Mereka merespons kekalahan timnya atas tim tamu, termasuk ingin memotivasi para pemain tim kesayangannya. 

Polisi berusaha menghalau massa. Dalam upaya ini, polisi menembakkan gas air mata. Bahkan gas air mata kemudian ditembakkan ke tribun penonton. Banyak korban tewas yang kehabisan napas, berdesak-desakan, dan terinjak-injak. Sementara pintu stadion dalam kondisi tertutup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Korban Tragedi Kanjuruhan Bertambah: Helen Pricela Pasien Cedera Pinggang dan Perdarahan

Korban Tragedi Kanjuruhan Bertambah: Helen Pricela Pasien Cedera Pinggang dan Perdarahan

| Kamis, 13 Oktober 2022 | 00:17 WIB

Medsos Polri Kutip Pernyataan Ahli Soal Gas Air Mata Tak Mematikan, Tuai Ledakan Kritik Netizen

Medsos Polri Kutip Pernyataan Ahli Soal Gas Air Mata Tak Mematikan, Tuai Ledakan Kritik Netizen

| Rabu, 12 Oktober 2022 | 11:11 WIB

Menteri PUPR Bakal Audit Seluruh Stadion Yang Digunakan Klub Liga Indonesia

Menteri PUPR Bakal Audit Seluruh Stadion Yang Digunakan Klub Liga Indonesia

| Rabu, 12 Oktober 2022 | 06:37 WIB

Terkini

Purbaya Akui Kebobolan soal Pengadaan Motor Listrik BGN, Anggaran Bakal Diperketat

Purbaya Akui Kebobolan soal Pengadaan Motor Listrik BGN, Anggaran Bakal Diperketat

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:02 WIB

Profil Timnas Amerika Serikat: Tuan Rumah Piala Dunia yang Siap Jawab Ekspektasi Publik

Profil Timnas Amerika Serikat: Tuan Rumah Piala Dunia yang Siap Jawab Ekspektasi Publik

Bola | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:02 WIB

5 Lipstik Viva Terbaik untuk Usia 40 ke Atas, Anti Menor dan Tahan Lama

5 Lipstik Viva Terbaik untuk Usia 40 ke Atas, Anti Menor dan Tahan Lama

Riau | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:00 WIB

Simfoni Kesederhanaan Didikan Mamak Nur dan Bapak Syahdan dalam Novel Pukat

Simfoni Kesederhanaan Didikan Mamak Nur dan Bapak Syahdan dalam Novel Pukat

Your Say | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:00 WIB

Syarat Mutlak Iran Ikut Piala Dunia 2026, Amerika Serikat Harus Menjamin Tidak Ada Penghinaan

Syarat Mutlak Iran Ikut Piala Dunia 2026, Amerika Serikat Harus Menjamin Tidak Ada Penghinaan

Bola | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:57 WIB

Gubernur Sulsel: Permudah Penempatan ASN Berkualitas

Gubernur Sulsel: Permudah Penempatan ASN Berkualitas

Sulsel | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:55 WIB

Masakan Bu Rudy Dibawa ke Kafe Modern, Ada Nasi Cumi Hitam hingga Lidah Komplit

Masakan Bu Rudy Dibawa ke Kafe Modern, Ada Nasi Cumi Hitam hingga Lidah Komplit

Lifestyle | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:54 WIB

Kisah Siti Jual Rumah Demi Pernikahan Anak hingga Hidup Susah Viral, Fakta Lain Ikut Terungkap

Kisah Siti Jual Rumah Demi Pernikahan Anak hingga Hidup Susah Viral, Fakta Lain Ikut Terungkap

Entertainment | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:53 WIB

Heboh Razia Ilegal Berujung Pergantian Kadishub, Bagaimana dengan Banjir Palembang?

Heboh Razia Ilegal Berujung Pergantian Kadishub, Bagaimana dengan Banjir Palembang?

Sumsel | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:52 WIB

Maaf Aku Lahir ke Bumi: Refleksi tentang Luka yang Tidak Pernah Bersuara

Maaf Aku Lahir ke Bumi: Refleksi tentang Luka yang Tidak Pernah Bersuara

Your Say | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:50 WIB