Diganti Mapel Pengembangan Karakter, Siswa SD dan SMP Surabaya Bakal Bebas PR

Tantrum

Rabu, 26 Oktober 2022 | 20:18 WIB
Diganti Mapel Pengembangan Karakter, Siswa SD dan SMP Surabaya Bakal Bebas PR
Ilustrasi anak Sekolah Dasar (SD), seragam sekolah (pixabay.com)

TANTRUM - Anak sekolah sebentar lagi akan mengucapkan selamat tinggal pada Pekerjaan Rumah (PR). Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya akan menghapus tugas PR pada siswa SD dan SMP.

Sebagai gantinya, Dispendik Surabaya menambah 2 jam pelajaran pengembangan karakter dan bakat diri. Peraturan bebas PR ini akan diterapkan mulai 10 November mendatang.

Tujuannya untuk mengurangi beban tugas kepada pelajar SD dan SMP. Sehingga waktu belajar anak hanya di sekolah saja.

“Meski PR dihapus, Dispendik Surabaya akan menggantikan dengan menambah 2 jam pelajaran. Waktu 120 menit tersebut digunakan untuk pendalaman karakter siswa,” kata Kepala Dispendik Surabaya Yusuf Masruh seperti ditulis Rabu (26/10/2022).

Ia menambahkan selama 120 menit, siswa akan diajak pendalaman karakter. Seperti mengenali kemampuan dan kelebihan diri serta bakat dan potensi yang dimiliki.

Akan diberi waktu pula untuk melakukan kegiatan semacam ekstrakurikuler untuk mengolah bakat dan potensi yang dimiliki.

Menurutnya, pola pembelajaran pendalam karakter ini akan melatih para siswa untuk lebih aktif, mandiri. Siswa diharapkan lebih berani memberikan pendapat atau menciptakan desain dan rencana pengembangan pengetahuan siswa.

Namun pihaknya mempersilahkan sekolah memberi PR yang tidak membebani siswa. Bentuk PR nantinya tidak seperti saat ini. Bentuk PR nantinya bisa untuk meningkatkan kemampuan para siswa untuk bersosialisasi.

“Diubah itu jadi PR pembentukan jiwa dan karakter. Jadi saya harapkan anak-anak meskipun ada PR tapi tidak terlalu berat dan banyak. Hanya untuk mengingatkan. Tapi yang penting adalah pertumbuhan karakter,” tegasnya.

baca juga

Sedangkan untuk penyelesaian PR bagi siswa di tingkat SD dan SMP, dapat dilakukan di kelas. Sehingga saat anak-anak pulang sudah tidak ada beban mengerjakan PR.

Selain itu pihaknya serius untuk mengurangi durasi sekolah sehingga siswa bisa pulang ke rumah lebih cepat. Pemangkasan waktu sekolah bertujuan agar siswa punya waktu lebih panjang untuk bersosialisasi diluar sekolah.

“Jam belajar selesai pukul 12.00 WIB dan pendalaman sampai pukul 14.00 WIB. Artinya dua jam sudah efektif. Anak-anak bisa mengikuti pola pembelajaran melalui pengambangan bakat masing-masing. Ada lukis, menari, mengaji, dan lainnya,” kata Yusuf.

Beragam respons para orangtua atau wali murid wacana soal bebas PR untuk anak-anaknya yang masih duduk di bangku SD-SMP. Ada yang setuju, ada pula yang tidak setuju.

Rencana pembebasan PR ini mendapat respon pro dan kontra dari para orangtua. Salah seorang wali murid SD, Nana (45) tidak setuju dengan penghapusan PR ini.

Menurutnya, PR ini bisa menstimulus otak anak untuk berfikir dan menjauhkan dari gadget. Sebab saat ini sang anak yang punya banyak waktu dirumah sering bermain gadget dan susah lepas.

“Akhirnya uring-uringan (Para orangtua). Iya kalau punya uang disibukkan dengan les sana sini. Nah kalau yang pas-pasan ya anaknya di rumah saja. Pulang sekolah ya main bersama teman dan ngegame. Nanti salah pergaulan lagi, ngenes lagi orang tuanya. Saya nggak setuju,” tegas warga Jalan Bung Tomo Ngagel Surabaya ini.

Sementara Catur Irawan, ayah siswa SMP Muhammadiyah 5 Pucang kelas 7 setuju dengan kebijakan ini. Dia mengaku setuju karena waktu anak lebih banyak di sekolah dari pagi hingga sore. Sehingga tanpa PR anak punya banyak waktu untuk beristirahat atau bermain saat di rumah.

“Setuju, karena full day, terus dikasih PR istirahatnya kapan. Buat dia santai nggak ada. Jadi tugas diselesaikan di sekolah. PR terus setiap hari (diberikan),” kata warga Banyu Urip ini.

Sama halnya dengan Desi warga Manukan. Orangtua siswa SMPN 3 kelas 9 ini setuju PR ditiadakan. Apalagi digantikan dengan pendidikan karakter.

“Setuju untuk pendidikan karakter, karena anak saya full day pulangnya jam 15.00 WIB. Pendidikan karakter perlu sekali. Kalau dikasih PR itu waktunya tersita lagi, biar ada istirahatnya di rumah. Kemarin nggak ada PR bisa rileks dia,” jelasnya.

source: Satu Viral

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tangani Gagal Ginjal Akut, Pemerintah Jawa Barat Bentuk Satgas

Tangani Gagal Ginjal Akut, Pemerintah Jawa Barat Bentuk Satgas

Tantrum | Rabu, 26 Oktober 2022 | 07:03 WIB

Tenggat ASO 2 November, 292 Daerah Masih Dapat Siaran TV Analog

Tenggat ASO 2 November, 292 Daerah Masih Dapat Siaran TV Analog

Tantrum | Selasa, 25 Oktober 2022 | 09:35 WIB

Jadi Percontohan Penanggulangan Kemiskinan, Program Padat Karya Pemkot Surabaya

Jadi Percontohan Penanggulangan Kemiskinan, Program Padat Karya Pemkot Surabaya

Tantrum | Senin, 24 Oktober 2022 | 08:31 WIB

22 Daerah di Jawa Barat Berpotensi Turun Hujan

22 Daerah di Jawa Barat Berpotensi Turun Hujan

Tantrum | Senin, 24 Oktober 2022 | 07:03 WIB

Bisa Terbitkan Paspor Elektronik, Ini Daftar 52 Kantor Imigrasi

Bisa Terbitkan Paspor Elektronik, Ini Daftar 52 Kantor Imigrasi

Tantrum | Minggu, 23 Oktober 2022 | 10:28 WIB

Terkini

Setiap Langkah Pelari Pocari Sweat Run 2026 Bantu Wujudkan Harapan Anak

Setiap Langkah Pelari Pocari Sweat Run 2026 Bantu Wujudkan Harapan Anak

Sport | Kamis, 23 Juli 2026 | 22:34 WIB

Punya Bibir Two-Tone? Ini 3 Warna Lipstik Paling Aman yang Bikin Warna Bibir Rata Seketika

Punya Bibir Two-Tone? Ini 3 Warna Lipstik Paling Aman yang Bikin Warna Bibir Rata Seketika

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 22:34 WIB

Menteri PPPA dan Selvi Ananda Kompak Tekankan Peran Keluarga dalam Mendidik Anak

Menteri PPPA dan Selvi Ananda Kompak Tekankan Peran Keluarga dalam Mendidik Anak

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 22:13 WIB

Bupati Kuansing Diduga 'Rampok' Hak Petani untuk Disetorkan ke Menhut Raja juli

Bupati Kuansing Diduga 'Rampok' Hak Petani untuk Disetorkan ke Menhut Raja juli

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:57 WIB

Dibutuhkan 90 Perawat, Apoteker untuk Fasilitas Kesehatan BLUD di Riau

Dibutuhkan 90 Perawat, Apoteker untuk Fasilitas Kesehatan BLUD di Riau

Riau | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:56 WIB

"Bisa Aja Lo!" Kelakar Prabowo soal MBG 'Mas Bahlil Ganteng'

"Bisa Aja Lo!" Kelakar Prabowo soal MBG 'Mas Bahlil Ganteng'

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:43 WIB

Gerai Minuman Teh Menjamur di Pinggir Jalan, Bagaimana Prospek Bisnisnya?

Gerai Minuman Teh Menjamur di Pinggir Jalan, Bagaimana Prospek Bisnisnya?

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:41 WIB

Siswi Indonesia Raih Beasiswa Jadi Delegasi Simulasi Sidang PBB Internasional

Siswi Indonesia Raih Beasiswa Jadi Delegasi Simulasi Sidang PBB Internasional

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:40 WIB

Bupati Serang Dukung Pembatasan Media Digital Usia Bawah 16 Tahun

Bupati Serang Dukung Pembatasan Media Digital Usia Bawah 16 Tahun

Banten | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:37 WIB

Cak Imin Merasa 'Terancam' Bahlil: Gawat Ini Banyak Penggemarnya

Cak Imin Merasa 'Terancam' Bahlil: Gawat Ini Banyak Penggemarnya

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:31 WIB

×