TANTRUM - Pilek adalah kondisi ketika hidung mengeluarkan ingus atau lendir, baik sesekali maupun terus-menerus.
Lendir yang keluar dapat terlihat bening, hijau, atau kekuningan. Sedangkan teksturnya bisa encer atau kental, tergantung pada penyebab yang mendasarinya.
Lendir diproduksi oleh kelenjar di dalam hidung dan sinus. Fungsi lendir tersebut adalah untuk menjaga kelembapan saluran napas, serta mencegah kotoran dan kuman masuk ke paru-paru.
Kata dr. Pittara di laman Alo Dokter dicuplik, Senin, 31 Oktober 2022, pilek terjadi ketika lapisan dalam hidung dan sinus mengalami peradangan akibat perubahan cuaca, atau karena masuknya zat iritan atau kuman ke dalam hidung. Penyebabnya sangat beragam, meliputi:
1. Infeksi
Pilek dapat terjadi ketika virus menginfeksi hidung, tenggorokan, atau sinus. Contohnya adalah influenza, respiratory syncytial virus (RSV), sinusitis, serta COVID-19.
2. Alergi
Seseorang dapat mengalami pilek bila terpapar zat yang memicu alergi, seperti debu, bulu binatang, atau serbuk sari bunga. Kondisi ini disebut juga rinitis alergi.
3. Paparan udara dingin atau kering
Baca Juga: Tragedi Itaewon, Kontestan Produce 101 Season 2 Meninggal Dunia
Udara dingin dan kering dapat mengubah keseimbangan cairan di dalam saluran hidung. Kondisi tersebut memicu sistem saraf di hidung untuk mengeluarkan cairan.
4. Konsumsi makanan pedas
Pilek dapat dipicu oleh konsumsi makanan pedas, misalnya makanan yang dibumbui cabai, bawang, atau lada hitam.
5. Efek samping obat
Obat-obatan juga bisa menimbulkan efek samping pilek, seperti obat tekanan darah tinggi, pil KB, obat kejang, dan obat penyakit jantung.
6. Ketidakseimbangan hormon
Pilek juga dapat terjadi akibat gangguan keseimbangan hormon, misalnya pada masa kehamilan.
Pilek merupakan gejala dari suatu kondisi atau penyakit. Pada beberapa kasus, pilek dapat disertai dengan beberapa gejala berikut:
- Batuk
- Bersin
- Sulit bernapas
- Tubuh terasa lelah
- Sakit tenggorokan
- Hidung tersumbat
- Lendir menetes ke tenggorokan (postnasal drip)
Perlu diingat, pilek bukan penyakit yang menular. Namun, pilek bisa menjadi gejala dari penyakit menular, misalnya seperti batuk pilek (selesma).
Pilek dapat diredakan dengan banyak minum air putih dan beristirahat yang cukup. Selain itu, penderita bisa mengonsumsi obat-obatan yang bisa dibeli tanpa resep dokter untuk meredakan gejala pilek, antara lain:
- Obat pelega hidung tersumbat, atau disebut juga dengan obat dekongestan, baik yang disemprotkan langsung ke hidung (nasal spray) maupun diminum
- Obat antialergi, seperti brompheniramine, chlorpheniramine, dimenhydrinate, diphenhydramine, ceritizine, loratadine, fexofenadine, atau bilastine
Penting untuk diingat, ikuti petunjuk dokter dalam menggunakan obat di atas. Hindari menggunakan semprot hidung lebih dari 3 hari berturut-turut kecuali bila disarankan oleh dokter.