TANTRUM - Teriknya panas matahari tentu saja sering membuat kita kepanasan. Kondisi ini biasanya dapat diatasi dengan mudah, bisa dengan mengipasi tubuh, berteduh di bawah pohon, atau minum minuman segar. Namun jangan salah, sengatan panas yang berlebihan juga bisa membuat Anda mengalami heat stroke.
Heat stroke dapat disebut juga dengan serangan panas. Heat stroke adalah kondisi ketika tubuh mengalami peningkatan suhu secara drastis hingga mencapai 40°C atau lebih.
Karena berhubungan dengan suhu, heat stroke lebih sering terjadi pada musim panas. Orang yang berusia lebih dari 50 tahun berisiko tinggi mengalami heat stroke, tapi juga bisa dialami oleh para atlet muda yang bertubuh sehat sekalipun.
Dicuplik dari laman Honest Docs, Minggu, 30 Oktober 2022, serangan panas alias heat stroke merupakan kondisi gawat darurat yang memerlukan penanganan segera.
Suhu panas yang terperangkap di dalam tubuh dapat membahayakan otak dan organ-organ tubuh lainnya. Jika terus dibiarkan, heat stroke dapat mengancam nyawa dan menyebabkan kematian.
Serangan panas atau heat stroke terjadi akibat paparan panas secara berlebihan pada tubuh, biasanya disertai dengan dehidrasi. Kondisi ini menyebabkan sistem pengatur suhu tubuh gagal menjalankan fungsinya.
Penyebab heat stroke umumnya berkaitan dengan penyakit yang berhubungan dengan panas, di antaranya:
1. Heat cramps: kejang otot yang terjadi pada saat olahraga atau beberapa saat setelah olahraga.
2. Heat syncope: pingsan atau hampir pingsan akibat kepanasan.
Baca Juga: Berpotensi Turun Hujan, 8 Daerah di Jabar Waspada
3. Heat exhaustion: kondisi yang terjadi akibat paparan suhu panas dan seringnya disertai dengan dehidrasi.
Olahraga atau aktivitas berlebihan juga bisa menjadi salah satu penyebab heat stroke. Ketika tubuh bergerak terus-menerus, suhu inti tubuh akan lebih cepat meningkat dan bisa diperparah jika cuaca di luar sedang terik.
Heat stroke lebih rentan dialami oleh lansia yang tinggal di rumah tanpa AC atau aliran udaranya tidak lancar. Namun, setiap orang dari berbagai usia juga bisa mengalaminya, terutama jika kebutuhan cairannya tidak tercukupi, mengidap penyakit kronis, atau minum alkohol berlebihan.
Orang yang tinggal di perkotaan juga berisiko tinggi mengalami serangan panas, terutama pada saat musim kemarau atau musim panas.
Aspal dan beton menyerap panas di siang hari dan secara bertahap melepaskannya di malam hari. Hal inilah yang kemudian menyebabkan Anda kepanasan ketika di malam hari.
Selain itu, beberapa faktor risiko heat stroke adalah: