Bank Dunia Kasih Utang 400 Juta Dolar AS Atasi Banjir di Perkotaan

Tantrum | Suara.com

Rabu, 21 Desember 2022 | 07:04 WIB
Bank Dunia Kasih Utang 400 Juta Dolar AS Atasi Banjir di Perkotaan
Banjir Merendam Puluhan Kecamatan di kabupaten Sintang, Kalimantan Barat hingga Rabu (13/10/2022) (Suara.com/Diko Eno)

TANTRUM - Bank Dunia menyetujui pinjaman 400 juta dolar AS untuk mendukung upaya Pemerintah Indonesia melindungi 6,3 juta masyarakat perkotaan di seluruh Indonesia dari kerusakan akibat banjir dan memperkuat pengelolaan ketahanan banjir nasional.

Proyek Ketahanan Banjir Perkotaan Nasional (National Urban Flood Resilience Project/ NUFReP) akan membantu berbagai kota mengurangi risiko banjir dengan meningkatkan kapasitas pengelolaan risiko banjir di tingkat kota dan nasional, serta melalui investasi untuk penanganan risiko banjir di perkotaan yang terintegrasi.

Proyek ini juga akan mendukung pemerintah dalam menyusun dan menjalankan program ketahanan banjir perkotaan secara nasional.

Melalui NUFReP, ia menyebutkan kapasitas pemerintah lokal untuk menangani banjir di daerah perkotaan, melakukan model penanganan risiko banjir, serta mekanisme pendanaan inovatif diharapkan dapat mengalami peningkatan.

Untuk mengatasi ketidaksetaraan gender serta membangun ketahanan masyarakat terhadap banjir, proyek ini juga bertujuan untuk meningkatkan peran perempuan dalam pengambilan keputusan, baik dalam perancangan kebijakan maupun sub-proyek.

Program ketahanan banjir perkotaan nasional yang didukung oleh NUFReP akan menyertakan beberapa pilihan tindakan terintegrasi untuk membantu kota-kota dengan risiko banjir dan iklim yang berbeda-beda.

Program tersebut pun akan menjadi program payung di tingkat nasional untuk membantu mengkoordinasikan sumber-sumber pendanaan dan berfungsi sebagai suatu pusat pengetahuan untuk membantu kota-kota di Indonesia dalam meningkatkan praktik-praktik baik mereka dan melanjutkan peningkatan kebijakan, praktik, maupun inovasi di sektor ini.

“Bank Dunia siap membantu Pemerintah Indonesia dalam memperkuat ketahanan banjir Indonesia dalam jangka pajang melalui investasi secara terpadu untuk kesiapsiagaan dan ketahanan bencana,” kata Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Satu Kahkonen.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI Jarot Widyoko menilai melalui NUFReP, pelaksanaan pendekatan abu-abu dan biru-hijau yang saling melengkapi secara terpadu, seperti membangun dengan alam dan memiliki potensi untuk mendatangkan berbagai manfaat bagi kota-kota, sehingga lebih dari sekedar upaya pengurangan risiko banjir.

Proyek ini juga akan mencapai keseimbangan antara tindakan-tindakan yang dirancang dengan yang bersifat non-struktural, seperti sistem peringatan dini serta perencanaan pembangunan dengan informasi risiko, yang akan membantu baik perkotaan maupun penduduknya memitigasi dan mempersiapkan diri secara lebih baik dalam menghadapi kejadian banjir di masa mendatang.

"Kementerian PUPR bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Dalam Negeri berkomitmen untuk menyukseskan proyek ini yang diharapkan dapat sekaligus membangun kapasitas daerah serta komunitas praktik pengelolaan banjir lintas lembaga,” ungkap Jarot.

Proyek NUFReP diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat di kota Banjarmasin, Bima, Gorontalo, Manado di Sulawesi Utara, Medan di Sumatera Utara, dan Semarang di Jawa Tengah.

Proyek ini akan dimulai dengan mendukung kajian-kajian analitis mengenai risiko banjir dan perencanaan, serta penyusunan basis pengetahuan yang luas untuk mengembangkan serangkaian rencana strategis ketahanan banjir multi-tahun dan multi-sektor secara terpadu.

Kemudian, proyek ini akan mendukung pelaksanaan pendekatan multi-sektor yang terintegrasi terkait ketahanan banjir perkotaan. Terakhir, proyek ini akan menopang program nasional pengelolaan dan pelaksanaan proyek dengan meningkatkan kapasitas pengelolaan risiko banjir perkotaan dan dengan meningkatkan koordinasi, serta pembagian data dan pengetahuan antar lembaga dan antar kota.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Temui Heru Budi di Balai Kota DKI, Ridwan Kamil Ternyata Bahas Dana Hibah Penanganan Banjir

Temui Heru Budi di Balai Kota DKI, Ridwan Kamil Ternyata Bahas Dana Hibah Penanganan Banjir

News | Selasa, 20 Desember 2022 | 19:06 WIB

CEK FAKTA: Benarkah 1,3 Triliun Utang Indonesia Telah Diselamatkan Pemerintah Arab?

CEK FAKTA: Benarkah 1,3 Triliun Utang Indonesia Telah Diselamatkan Pemerintah Arab?

News | Selasa, 20 Desember 2022 | 17:00 WIB

Garap Proyek Bendungan Temef dan Ciujung Priority Civil Work, Indra Karya Diapresiasi

Garap Proyek Bendungan Temef dan Ciujung Priority Civil Work, Indra Karya Diapresiasi

Bisnis | Selasa, 20 Desember 2022 | 16:11 WIB

Terkini

Api Tak Pernah Padam di Kebun Hindoli: Sumur Minyak Ilegal di Lahan Sawit Siapa yang Biarkan?

Api Tak Pernah Padam di Kebun Hindoli: Sumur Minyak Ilegal di Lahan Sawit Siapa yang Biarkan?

Sumsel | Rabu, 01 April 2026 | 23:10 WIB

Modus Dukun Pengganda Uang, Pria di Kemang Bogor Cetak Rp620 Juta Uang Palsu Pakai Printer

Modus Dukun Pengganda Uang, Pria di Kemang Bogor Cetak Rp620 Juta Uang Palsu Pakai Printer

Bogor | Rabu, 01 April 2026 | 22:59 WIB

Identitas Terlacak! Polisi Segera Tangkap Pembunuh Pria yang Terkubur 3 Meter di Cikeas

Identitas Terlacak! Polisi Segera Tangkap Pembunuh Pria yang Terkubur 3 Meter di Cikeas

Bogor | Rabu, 01 April 2026 | 22:47 WIB

Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi

Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:45 WIB

Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah

Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:39 WIB

Desa Pajambon Kuningan Bersinar Lewat Program Desa BRILiaN BRI, Berhasil Majukan Ekonomi Lokal

Desa Pajambon Kuningan Bersinar Lewat Program Desa BRILiaN BRI, Berhasil Majukan Ekonomi Lokal

Lampung | Rabu, 01 April 2026 | 22:33 WIB

Detik-detik Perampokan Bersenjata di Indomaret Sekayu: Karyawan Ditodong, Brankas Dipaksa Dibuka

Detik-detik Perampokan Bersenjata di Indomaret Sekayu: Karyawan Ditodong, Brankas Dipaksa Dibuka

Sumsel | Rabu, 01 April 2026 | 22:33 WIB

Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI

Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:32 WIB

Pantauan Terkini: Rumah Ono Surono Sepi Usai Digeledah KPK, Hanya Ada Toyota Hardtop

Pantauan Terkini: Rumah Ono Surono Sepi Usai Digeledah KPK, Hanya Ada Toyota Hardtop

Jabar | Rabu, 01 April 2026 | 22:31 WIB

9.401 Peserta BPJS PBI Tak Terlacak dan 3.934 Lainnya Telah Meninggal, Mensos Beri Penjelasan

9.401 Peserta BPJS PBI Tak Terlacak dan 3.934 Lainnya Telah Meninggal, Mensos Beri Penjelasan

News | Rabu, 01 April 2026 | 22:29 WIB