TANTRUM - Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo turun langsung mendengarkan aspirasi masyarakat terkait pengalaman yang dirasakan masyarakat saat melakukan perjalanan mudik maupun balik lebaran tahun 2023.
Kapolri terjun langsung menemui beberapa masyarakat di Rest Area KM 62 Tol Cikampek. Ia menyapa serta menanyakan soal pelayanan dan pengaturan arus mudik serta balik Lebaran tahun ini.
Dari tinjauan langsungnya itu, warga mengaku merasakan pengalaman mudik yang lebih baik pada tahun ini dibandingkan sebelumnya.
Sigit memerintahkan jajarannya untuk tetap siaga mengamankan arus balik libur Lebaran 2023. Hal ini diungkapkannya lantaran adanya kemungkinan arus balik akan terdistribusi hingga hari Minggu, 30 April 2023 mendatang.
Ia menekankan kepada seluruh anggotanya untuk bersiaga baik di jalan tol maupun arteri guna tetap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat saat melakukan perjalanan arus balik.
"Saya perintahkan anggota terkait adanya pergeseran prediksi puncak arus balik ini ada distribusi sampai dengan hari Minggu nanti. Saya minta anggota siap siaga baik tol maupun arteri. Sehingga distribusi dari puncak arus balik semua masyarakat terlayani," ucap Sigit.
Mantan Kabareskrim Polri ini menyampaikan bahwa dari prediksi awal akan ada 203 ribu kendaraan per hari yang melintas saat puncak arus balik. Atas hal tersebut, beberapa strategi sudah disiapkan mulai dari pemberian diskon tol hingga rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan.
Pemerintah, telah mengumumkan untuk menghindari puncak arus balik dengan memberikan kesempatan bagi TNI-Polri, BUMN, dan ASN untuk menghindari arus balik dengan mengajukan cuti tambahan.
"Pak Menkopolhukam juga telah menginformasikan bahwa untuk kegiatan halalbihalal digeser tidak minggu ini, namun minggu depan," ujar Sigit.
Baca Juga: Sempat Terganjal Restu, Momen Virgoun Melamar Inara Rusli di Dahsyat Viral Lagi
Mantan Kapolda Banten ini pun memaparkan berdasarkan hasil pengecekan, yang seharusnya pada hari ini terjadi puncak arus balik, namun ada perubahan. Bahkan ada penurunan sebanyak 13 persen jumlah kendaraan dari prediksi awal.
"Tentunya ini akan kita tunggu apakah penurunan 13 persen tetap berlaku, artinya kalau bertahan kita sudah bisa menurunkan prediksi puncak yang 203 ribu. Karena bisa turun 13 persen," katanya.