Kemasan Plastik Mengandung BPA Berpotensi Bikin Mandul dan Gangguan Seksual

Tantrum

Sabtu, 29 Juli 2023 | 12:05 WIB
Kemasan Plastik Mengandung BPA Berpotensi Bikin Mandul dan Gangguan Seksual
Sampah plastik mendominasi sungai ((Dok Sungai Watch))

TANTRUM - Di balik kemasan plastik yang praktis, tersimpan rahasia gelap yang mengancam sistem reproduksi manusia. Bisphenol A (BPA), zat yang kerap digunakan dalam pembuatan kemasan plastik makanan dan minuman, sejak lama menjadi sorotan dunia kesehatan karena dampak buruknya yang menakutkan bagi kesuburan dan dapat menimbulkan gangguan seksual pada pria dan wanita.

Gangguan itu macam-macam bentuknya, bisa berupa Infertilitas (mandul), tergerusnya jumlah dan kualitas sperma, terganggunya libido, dan kesulitan mengalami ejakulasi.  

Kemasan plastik mengandung BPA juga ditengarai bisa  mengganggu pertumbuhan embrio, janin, terjadinya feminisasi pada laki-laki, atau masa kanak-kanak yang sehat, karena kemampuannya masuk ke dalam plasenta dan air susu ibu (ASI). 

“"Para peneliti dan pakar internasional mengingatkan bahwa risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh paparan BPA cukup banyak. Sehingga perlu keseriusan mengatasinya," kata pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU), Dr. Ir. Evi Mutia M. Kes. dalam sarasehan ‘Upaya Perlindungan Kesehatan Masyarakat Melalui Regulasi Pelabelan Bisfenol A (BPA) pada AMDK’ yang digelar USU bersama Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Medan, di Medan, seperti dikutip Antara (12/09). 

Evi Mutia mengatakan, dampak negatif BPA bisa mengganggu sistem reproduksi pada pria maupun wanita, mempengaruhi fertilitas dan berisiko terhadap kanker prostat pada pria. Hingga membuat penurunan libido, sulit ejakulasi, diabetes, gangguan ginjal, kanker payudara hingga memicu perkembangan kesehatan mental Autism Spectrum Disorder. 

"Begitu bahayanya BPA, sehingga sudah seharusnya mendapat perhatian besar dari semua pihak, khususnya produsen AMDK yang harusnya punya kesadaran dan tanggungjawab kepada konsumen," katanya.  

Ditegaskannya, BPOM harus membuat regulasi mengatasi ancaman bahaya BPA ini, mulai dari kewajiban mencantumkan informasi pada kemasan, sampai pada pengawasan yang ketat di post market. 

Menanggapi itu, Kepala Ombudsman Sumut Abadi Siregar mengatakan bahwa tugas BPOM bukan hanya membuka  atau memberi informasi,  tetapi juga harus mengawasi produk AMDK. 

“Pasalnya, produsen harusnya punya tanggungjawab mengendalikan, untuk menekan seluruh potensi risiko yang ada produk yang mereka pasarkan," katanya. Dalam sebuah Webinar bertajuk “Dari Rumah Mengenal BPA pada Kemasan Makanan” di Jakarta, para praktisi kesehatan juga mengingatkan masyarakat, agar  lebih peduli pada kesehatan keluarga,  dimulai dari pemilihan kemasan makanan dan minuman secara bijak dan selektif.

“Produk-produk berbahan dasar plastik jika terkena panas atau dicuci berulang kali bisa memicu luruhnya zat kimia berbahaya yang akan mencemari makanan atau minuman anak-anak kita,” kata dr. Daulika Yusna, SpA yang juga dikenal sebagai Dokter Spesialis Anak Neonatologist, yang menjadi salah satu narasumber dalam webinar tersebut.

Sebagaimana diketahui, BPA adalah senyawa kimia yang digunakan dalam produksi plastik polikarbonat. Senyawa ini berfungsi sebagai pengeras plastik yang membuat kemasan makanan dan minuman menjadi lebih tahan lama dan dapat digunakan berulang kali. Namun, dibalik manfaatnya itu, BPA menjadi masalah serius karena kemampuannya meniru hormon estrogen dalam tubuh.

Dunia kesehatan menyebut BPA berbahaya karena kemampuannya sebagai "endocrine disruptor" atau zat yang mengganggu sistem endokrin. Zat ini dapat merusak keseimbangan hormon dalam tubuh, termasuk hormon reproduksi. Karena itulah, dampaknya dapat mengancam kesuburan pria dan wanita.

Sejauh ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan hasil temuan lapangan, mengenai terlampauinya ambang batas BPA yang berisiko pada manusia pada kemasan galon berbahan polikarbonat, di berbagai kota di Indonesia. Studi di Korea Selatan juga telah membuktikan adanya korelasi kuat antara tingginya paparan BPA dengan peningkatan kasus Infertilitas pada manusia.

Sebuah telaah hasil riset yang diterbitkan di The American Journal of Biochemistry and Biotechnology pada 2021 menunjukkan bahwa BPA mengurangi produksi testosteron selama tahap perkembangan tubuh laki-laki, menyebabkan penyakit prostat, mempengaruhi kualitas sperma, dan mengganggu sumsum tulang belakang hipotalamus-hipofisis-testis (hypothalamic-pituitary-testicular axis). 

Sementara menyangkut efek buruknya pada wanita, dalam publikasi yang sama, BPA telah dilaporkan terkait dengan Infertilitas, dan memiliki efek negatif pada berbagai aspek sistem reproduksi wanita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dituding Oplas Dagu dan Hidung Pakai Duit Sugar Daddy, Bella Bonita Santai: Kata Mas Denny...

Dituding Oplas Dagu dan Hidung Pakai Duit Sugar Daddy, Bella Bonita Santai: Kata Mas Denny...

Entertainment | Jum'at, 28 Juli 2023 | 07:45 WIB

Labelisasi BPA Galon Guna Ulang Berdasarkan Isu Global dan Sains

Labelisasi BPA Galon Guna Ulang Berdasarkan Isu Global dan Sains

Tantrum | Rabu, 26 Juli 2023 | 15:16 WIB

Terkini

Tayang 4 Juli, L INFINITE dan Kang Min Ah Berbagi Emosi di Drama Love in Sync

Tayang 4 Juli, L INFINITE dan Kang Min Ah Berbagi Emosi di Drama Love in Sync

Your Say | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:52 WIB

Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!

Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:52 WIB

8 Orang Diperiksa dalam Kasus Dugaan Malapraktik, Dua Dokter RSUD Prambanan Dimintai Keterangan

8 Orang Diperiksa dalam Kasus Dugaan Malapraktik, Dua Dokter RSUD Prambanan Dimintai Keterangan

Jogja | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:50 WIB

Thomas Tuchel Longgarkan Aturan, Timnas Inggris Nikmati Waktu Bebas Sebelum Tempur

Thomas Tuchel Longgarkan Aturan, Timnas Inggris Nikmati Waktu Bebas Sebelum Tempur

Bola | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:48 WIB

Gedung DPR RI 'Dibentengi' Beton Meski Titik Utama Demo Mahasiswa di Bundaran HI

Gedung DPR RI 'Dibentengi' Beton Meski Titik Utama Demo Mahasiswa di Bundaran HI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:46 WIB

'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa

'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:45 WIB

Ternyata Kita Salah, 19 Juta Lapangan Pekerjaan Itu untuk TNI dan Polisi

Ternyata Kita Salah, 19 Juta Lapangan Pekerjaan Itu untuk TNI dan Polisi

Your Say | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:45 WIB

Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Sumur Bor JadI Solusi Petani Tak Gagal Panen saat Kemarau

Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Sumur Bor JadI Solusi Petani Tak Gagal Panen saat Kemarau

Jawa Tengah | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:44 WIB

Cara Langganan Folaplay untuk Nonton Piala Dunia 2026 di HP

Cara Langganan Folaplay untuk Nonton Piala Dunia 2026 di HP

Lifestyle | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:44 WIB

4 Simulasi Sebelumnya Akurat, EA Sports Prediksi La Furia Roja Juara Piala Dunia 2026

4 Simulasi Sebelumnya Akurat, EA Sports Prediksi La Furia Roja Juara Piala Dunia 2026

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:43 WIB