Fakta keluarga Pratama Arhan menjadi topik yang cukup menarik perhatian publik. Mengingat belakangan Pratama Arhan terus disorot kamera karena prestasinya untuk sepak bola Indonesia dan pernikahannya dengan Azizah Salsha.
Pemilik nama lengkap Pratama Arhan Alif Rifai itu merupakan pemain sepak bola kelahiran Blora, Jawa Tengah. Bek kiri Timnas Indonesia itu dibesarkan dalam keluarga yang sederhana dengan kondisi ekonomi yang kurang mampu.
Di tengah kondisi yang serba sederhana, keluarga tetap mendukung mimpi Pratama Arhan untuk menjadi pemain bola profesional. Perjuangan mereka untuk mendukung mimpi Pratama Arhan pun tak main-main.
Buat yang penasaran, simak rangkuman fakta keluarga Pratama Arhan berikut ini.
1. Kakak Pratama Arhan juga pemain bola
Pratama Arhan merupakan anak bungsu dari dua bersaudara. Pemain kelahiran 21 Desember 2001 itu memiliki kakak laki-laki yang diketahui bernama Dimas Roni.
Menariknya, kakak Pratama Arhan juga seorang pemain sepak bola. Dia pernah menempuh pendidikan di SSB (Sekolah Sekolah Bola) ketika umurnya masih sekitar 6-7 tahun.
Pratama Arhan kabarnya mulai tertarik dengan sepak bola saat mengantarkan kakaknya ke SSB. Arhan kecil lantas ikut-ikutan bermain sepak bola di depan rumah tetangga menggunakan bola plastik.
Selama kariernya, Dimas Roni tercatat sebagai pemain gelandang Persibo Bojonegoro pada musim 2021 lalu. Dimas Roni juga pernah membela dua klub lainnya, yakni Persikaba Blora dan Persipur Purwodadi.
2. Profesi sederhana orang tua Pratama Arhan
Seperti disebutkan sebelumnya, Pratama Arhan berasal dari keluarga yang tergolong kurang mampu. Kedua orang tua Pratama Arhan menggeluti pekerjaan yang sederhana.
Ayah Pratama Arhan, Sutrisno, diketahui bekerja sebagai petani. Sementara ibu Pratama Arhan yang bernama Surati merupakan pedagang sayu di kampung halamannya di Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora.
3. Ekonomi keluarga Pratama Arhan termasuk kurang mampu
Kondisi ekonomi keluarga Pratama Arhan dulunya termasuk kurang mampu. Ayah Pratama Arhan sempat terbaring sakit hingga sang ibu yang harus menjadi tulang punggung memenuhi kebutuhan keluarga.
4. Orang tua selalu mendukung mimpi Pratama Arhan sebagai pemain bola
Di tengah kondisi ekonomi yang serba sederhana, orang tua Pratama Arhan tak pernah berhenti mendukung mimpi putranya. Mereka mantap memasukkan Pratama Arhan ke SSB saat duduk di kelas 4 SD demi mencapai mimpinya.
Selama belajar di SSB, Pratama Arhan juga selalu diantar jemput oleh sang ayah. Mereka menempuh jarak sekitar 12 kilometer demi bisa berlatih di SSB di Kabupaten Blora.
Dukungan maksimal juga diberikan oleh orang tua Pratama Arhan ketika anaknya mengikuti kegiatan kompetisi. Melansir beberapa sumber, orang tua Pratama Arhan disebutkan pernah menjual kambing hingga gabah demi biaya kompetisi sang anak.
5. Orang tua Pratama Arhan pernah belikan sepatu bola Rp25 ribuan
Sebagai orang tua, Sutrisno dan Surati, juga pernah membelikan sepatu bola untuk sang anak. Sayangnya karena kondisi ekonomi, orang tua Pratama Arhan hanya mampu membeli sepatu seharga Rp25 ribu.
Kala itu Pratama Arhan dibelikan sepatu saat mengikuti turnamen sepak bola. Namun karena harganya yang sangat murah, sepatu Pratama Arhan langsung jebol padahal baru satu kali dipakai.
Namun perjuangan keras Pratama Arhan dan keluarga membuahkan hasil. Pratama Arhan berhasil menjadi salah satu pemain penting Timnas Indonesia di usia yang masih muda.
Pratama Arhan juga kini mulai berkarier di luar negeri. Di mana, dia diketahui tengah membela klub sepak bola asal Jepang bernama Tokyo Verdy.