"Antara lain judi, kemudian tata kelola narkoba atau sabu-sabu, termasuk prostitusi," kata Kamaruddin menduga hal itu jadi penyebab.
Kemudian pada 21 Juni 2022, Brigadir J menceritakan soal kengerian yang dialaminya pada sang kekasih.
Brigadir J saat mengatakan bahwa ada yang mengancam akan membunuhnya.
Saat menyampaikan itu Brigadir J sampai menangis ketika berbicara pada kekasihnya Vera Simanjuntak.
"Almarhum (Brigadir J) pada kekasihnya mengatakan dirinya akan dibunuh. Sehingga meminta maaf dan berharap kekasihnya mencari pria lain," kata Kamaruddin
"Jadi dia (Brigadir J) sudah merasa akan dibunuh sejak 21 Juni, karena ancaman itu sangat kencang dari Ferdy Sambo," kata Kamaruddin.
Kemudian dikatakan Kamaruddin, pertengkaran soal Ferdy Sambo menikah lagi ini berlanjut di Magelang.
Dari pertengkaran itu Putri Candrawathi mengancam akan melaporkan ke atasannya soal bisnis mafia Sambo.
"Lantaran ada pertengkaran itu, Ferdy Sambo pada 7 Juli meninggal Putri Candrawathi di Magelang," katanya.
Baca Juga: Tes Psikologi: Tentukan Pertama Dilihat, Menunjukan Kepribadian Anda
"Ferdy Sambo tidak bertanggungjawab. Dia meninggalkan istrinya di Magelang. Sementara dia pulang ke Jakarta untuk merencanakan pembunuhan terhadap Brigadir J," kata Kamaruddin mengutarakan dugaannya.
Kemudian pada tanggal 7 Juli 2022, kata Kamaruddin, Putri Candrawathi memanggil para ajudan dan sopir serta ART.
Mereka masing-masing berbicara empat mata bergantian di kamar Putri Candrawathi.
"Brigadir J (saat bicara empat mata) mendapat bagian sekitar 15 menit berbicara dengan Putri," katanya.
Kamaruddin lanjut bercerita pada 8 Juli 2022, rombongan kembali ke Jakarta dan di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Pancoran, Brigadir J dihabisi oleh Ferdy Sambo.
"Jadi permasalahannya ada di Ferdy Sambo dengan Putri Candrawathi akibat adanya si cantik itu (dugaan sudah menikah)," kata Kamaruddin.