Polri Bongkar Sosok 'Kakak Asuh' Ferdy Sambo, Ini Penjelasan dari Mantan Penasihat Ahli Kapolri Era Jenderal Idham Azis

tasikmalaya

Sabtu, 24 September 2022 | 11:46 WIB
Polri Bongkar Sosok 'Kakak Asuh' Ferdy Sambo, Ini Penjelasan dari Mantan Penasihat Ahli Kapolri Era Jenderal Idham Azis
Kolase foto dokumen Ferdy Sambo saat menjabat Kadiv Propam dan ketika ditetapkan jadi tersangkan dugaan pembuhan Brigadir J. (Sumber: pixabay/geralt/dok polisi)

Ritual yang dilakukan Bharada E ini dilakukan di TKP Saguling yang saat rekonstruksi tidak diungkap.

Bharada E melakukan ritual itu hanya beberapa jam sebelum dirinya menjalankan perinta Ferdy Sambo menembak Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan pada (8/7/2022) lalu. 

Ritual yang dilakukan Bharada E di tempat khusus tersebut adalah berdoa di toilet rumah Saguling III.

Soal Bharada E melakukan ritual doa di toilet tersebut dikatakan kuasa hukumnya, Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Ronny Talapessy.  

Diketahui jika Bharada E memberi pengakuan sempat berdoa setelah menyatakan siap menjalankan perintah dari Irjen Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J.  

Dari sana dikatakan Ronny diketahui ada rencana penembakan Brigadir J, yakni sejak di rumah Ferdy Sambo, Jalan Saguling III, Jakarta Selatan. 

Bharada E saat itu mengaku masuk ke dalam toilet. Di sana Bharada E berdoa.

Doa dilakukan Bharada E sebelum rombongan berangkat ke rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga.

"Klien saya (Bharada E) turun ke bawah sempat ke toilet berdoa," kata Ronny seusai dihubungi, Kamis (8/9/2022).  

baca juga

Kakak asuh Ferdy Sambo pensiunan kuat di Polri

Kolase foto Ferdy Sambo, Bripka RR, Bharada E [Dok Polri]
Kolase foto Ferdy Sambo, Bripka RR, Bharada E (sumber: Dok Polri)

Sebelumnya, dugaan soal kakak asuh ini pernah disampaikan oleh Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan Universitas Padjajaran (Unpad) Muradi. 

Sudah jadi rahasia umum jika Ferdy Sambo seperti melaju di jalur tol untuk mendapat pangkat Irjen Pol atau bintang dua dan jabatan Kadiv Propam Polri.

Bukan itu saja, Ferdy Sambo ternyata sudah diasuh hingga memiliki karier moncer di kepolisian.

Ferdy Sambo diduga memang diasuh agar bisa menguasai Polri dengan tujuan tertentu yang hanya diketahui oleh si pengasuhnya.

Ferdy Sambo memiliki pangkat jenderal bintang dua dan duduk di posisi elite Polri di usia yang masih sangat muda, memang luar biasa.

Akan tetapi jejak perjalanan karier yang cemerlang lantaran diduga 'dikarbit', malah mengantaran Ferdy Sambo pada jurang kehancuran yang juga lebih cepat.

Fakta saat Ferdy Sambo harus kehilangan semua posisi strategis di kepolisian yang didapat secara cepat didapatnya.

Atas perjalanan karier Ferdy Sambo yang meroket ini, ada pandangan jika itu didapat lantaran bantuan seseorang yang dikenal sebagai kakak asuh.

Suami Putri Candrawathi kabarnya bisa memiliki posisi paling strategis di Polri disebut-sebut berkat bantuan sosok tersebut.

Sosok kakak asuh inilah yang diduga membekingi dan pasang badan untuk Ferdy Sambo. 

Sehingga tidak heran sosok kakak asuh yang juga disegani di kepolisian ini, bisa mengantarkan Ferdy Sambo melesat ke posisi penting di Polri. 

Adanya sosok kakak asuh ini terungkap melalui percakapan diskusi mantan penasihat Kapolri, sekaligus Guru Besar Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof Muradi. 

Secara jelas Prof. Muradi menerangkan siapa sosok kakak asuh dan perannya dalam menjadikan Ferdy Sambo sampai pada posisi bintang di kepolisian.

Namun, Prof. Muradi tidak mengatakan nama dan identitas sosok kakak asuh Ferdy Sambo. 

Akan tetapi, Prof. Muradi menggambarkan jika sosok kakak asuh tersebut sangat dekat dengan Ferdy Sambo.

Bahkan Prof. Muradi menduga, sosok kakak asuh ini akan turun tangan membantu Ferdy Sambo dalam membebaskannya dari jerat hukum maksimal, yakni hukuman mati di kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J.

Siapa sosok kakak asuh tersebut, dikatakan Prof. Muradi saat ini sudah pensiun dari Polri. 

Dan Prof. Muradi mengatakan secara jelas, sosok kakak asuh inilah yang memberikan jabatan Kadiv Propam Polri pada Ferdy Sambo.

Jika melihat jenjang karir, Prof. Muradi mengatakan jabatan Kadiv Propam Polri ini seharusnya diemban seorang polisi yang memiliki pengalaman luas dan teruji.

Prof. Muradi mengatakan, Ferdy Sambo tidak pernah mendapat kepercayaan menjadi Kapolda. 

Kemudian, Ferdy Sambo juga hanya menjabat sebagai kapolres sembilan bulan lamanya.

“Selebihnya (Ferdy Sambo) di elite. Beberapa menyebutnya (Sambo) polisi Jakarta karena muter-muter (menjabat) di Jakarta,” kata Muradi kepada wartawan, Rabu 21 September 2022. 

Status kakak asuh ini dikatakan Prof. Muradi, terjadi sudah lama dengan Ferdy Sambo.

Bahkan kata Prof. Muradi, kakak asuh ini sudah terbentuk sejak mereka berada di Akademi Kepolisian (Akpol).

Hubungan mereka sama seperti pada umumnya, yakni sebagai hubungan senior dan junior. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bharada E Akui Ada Ritual di Tempat Khusus, namun Tak Ada di Rekonstruksi

Bharada E Akui Ada Ritual di Tempat Khusus, namun Tak Ada di Rekonstruksi

Tasikmalaya | Sabtu, 24 September 2022 | 10:46 WIB

Perlawanan Bripka RR Sia-Sia, Adegan Tak Terduga Ternyata Dilakukan Ferdy Sambo Sebelum Habisi Brigadir J

Perlawanan Bripka RR Sia-Sia, Adegan Tak Terduga Ternyata Dilakukan Ferdy Sambo Sebelum Habisi Brigadir J

Tasikmalaya | Sabtu, 24 September 2022 | 09:32 WIB

Kalkulasi Ferdy Sambo Lolos dari Hukuman Maksimal Pembunuhan Berencana, Celah Ini Bisa Jadi Kunci

Kalkulasi Ferdy Sambo Lolos dari Hukuman Maksimal Pembunuhan Berencana, Celah Ini Bisa Jadi Kunci

Tasikmalaya | Jum'at, 23 September 2022 | 19:48 WIB

Dari Sela-Sela Jendela Saksi S Menangis dan Terkejut Lihat Pria di Kamar PC, Suara Rintihan Istri FS pun Terdengar

Dari Sela-Sela Jendela Saksi S Menangis dan Terkejut Lihat Pria di Kamar PC, Suara Rintihan Istri FS pun Terdengar

Tasikmalaya | Jum'at, 23 September 2022 | 19:12 WIB

Terkini

Ricuh! Dua Jurnalis Baku Pukul di Konferensi Pers Prancis vs Maroko

Ricuh! Dua Jurnalis Baku Pukul di Konferensi Pers Prancis vs Maroko

Bola | Jum'at, 10 Juli 2026 | 02:28 WIB

Argentina Raja Statistik Piala Dunia 2026: Terdepan dalam Gol, Umpan, dan Akurasi

Argentina Raja Statistik Piala Dunia 2026: Terdepan dalam Gol, Umpan, dan Akurasi

Bola | Jum'at, 10 Juli 2026 | 01:30 WIB

Resmi Jadi Pelatih Baru Chelsea, Xabi Alonso: The Blues Klub Terbaik Dunia

Resmi Jadi Pelatih Baru Chelsea, Xabi Alonso: The Blues Klub Terbaik Dunia

Bola | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:54 WIB

FIFA Pasang Badan! Collina Bela Putusan Kontroversial Wasit Francois Letexier

FIFA Pasang Badan! Collina Bela Putusan Kontroversial Wasit Francois Letexier

Bola | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:46 WIB

Di Balik Layar Piala Dunia 2026: Begini Cara FIFA Tangkis 500 Juta Serangan Siber per Hari

Di Balik Layar Piala Dunia 2026: Begini Cara FIFA Tangkis 500 Juta Serangan Siber per Hari

Bola | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:39 WIB

Sesaat Lagi Kick Off! Prancis vs Maroko: Duel Lini Tengah Jadi Kunci

Sesaat Lagi Kick Off! Prancis vs Maroko: Duel Lini Tengah Jadi Kunci

Bola | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:31 WIB

Gagal di Piala Dunia 2026, Hong Myung-bo Tinggalkan Korsel: Keluarga Saya Mau Dibunuh

Gagal di Piala Dunia 2026, Hong Myung-bo Tinggalkan Korsel: Keluarga Saya Mau Dibunuh

Bola | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:31 WIB

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:04 WIB

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:46 WIB

Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:37 WIB

×