Kuasa Ferdy Sambo Belum Berakhir, Uang Bisa Dibeli dengan Uang

tasikmalaya | Suara.com

Selasa, 04 Oktober 2022 | 07:38 WIB
Kuasa Ferdy Sambo Belum Berakhir, Uang Bisa Dibeli dengan Uang
Ferdy Sambo pecatan Polri berpangkat jenderal bintang dua dikabarkan akan melakukan perawalanan bahkan serangan balik. (antara foto)

SuaraTasikmalaya.id – Pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J masih jadi sorotan publik.
 
Banyak menerka apakah Ferdy Sambo benar-benar sudah tumbang setelah dilucuti, atau kuasa masih dalam genggamannya.
 
Seperti diketahui, hingga saat ini ada lima tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J akan segera memasuki tahap persidangan.
 
Berkas perkara Ferdy Sambo Cs sudah dinyatakan lengkap P21, dan perkara pembunuhan dugaan berencana terhadap Brigadir J akan segera disidangkan. 
 
Namun, ada ketakutan diperlihatkan tim kuasa hukum keluarga mendiang Brigadir J.
 
Tim kuasa hukum Brigadir J, mewanti-wanti adanya intervensi orang Sambo dalam persidangan.
 
Satu di antara kuasa hukum keluarga Brigadir J, Martin Lukas menilai jika Ferdy Sambo merupakan mantan Kadiv Propam Polri, bisa saja masih memiliki kekuasaan meski tak lagi di Polri.
 
"Berulang kali saya katakan ya. Ferdy Sambo ini adalah eks Kadiv Propam,” katanya. 
 
“Kita lihat karirnya bagimana naiknya, cepat kan?” ucapnya. 
 
“Di luar dari yang biasa," ujar Martin Lukas dalam perbincangan di Apa Kabar Indonesia Malam TV One.
 
"Seorang Kadiv Propam ini pasti punya relasi punya networking, ketika dia dipecat itu tidak menghilangkan networking dia," tambahnya.
 
Terlebih Lukas menyebutkan kemampuan Ferdy Sambo saat menjadi tersangka bahkan diduga bisa melakukan suap, memiliki harta melimpah, dan lain sebagainya. 
 
Hal ini yang membuatnya yakin bahwa kekuasaan Sambo tak hilang meski sudah dipecat.
 
"Saya yakin bahwa dengan dipecatnya yang bersangkutan, dan ditahan itu tidak serta merta menghilangkan dia punya kekuasaan dan kekuatan," kata Lukas.
 
"Ini yang mesti kita waspadai, ingat kata-kata yang menyatakan uang bisa dibeli dengan uang," tambahnya.

Deretan Jenderal Polisi yang Juga Terjerat Korupsi dan Pidana
  

Ferdy Sambo tersangka dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. [Suara.com/Alfian Winanto]
Ferdy Sambo tersangka dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. (sumber: Suara.com/Alfian Winanto)

Gerbong pimpinan Ferdy Sambo sang mantan Kadiv Propam Polri akhirnya tumbang.
 
Ferdy Sambo benar-benar tinggal menyisakan perlawanan terakhir agar dirinya tidak sampai divonis hukuman mati dalam sidang yang tidak akan lama lagi digelar.
 
Pihak kejaksaan sudah mengatakan, ada 30 jaksa yang dipasang untuk menghadapi perkara Ferdy Sambo.
 
Selain nama Ferdy Sambo, ada empat tersangka lainnya yang juga diduga ikut terlibat dalam pembunuhan Brigadir J.
 
Mereka adalah Bharada E, Bripka RR, Kuat Ma'ruf, dan terakhir Putri Candrawathi.
 
Jauh sebelum heng Ferdy Sambo tumbang, ada beberapa jenderal polisi yang sempat terjerat skandal korupsi dan pidana.
 
Kasus para jenderal polisi ini juga tak kalah menghebohkan dari kasus Ferdy Sambo.
 
Namun, dari durasi pemberitaan, kasus Ferdy Sambo lah yang terlama.
 
Saking besarnya publik mengawal kasus tersebut, sampai menjuluki Ferdy Sambo dengan sebutan Kaisar Sambo.
 
Mantan Kadiv Propam Polri itu menjadi tersangka bersama sang istri, Putri Candrawathi. Berikut ajudan dan sopir pribadi yang bernama Bripka Ricky, Bharada Eliezer, dan Kuat Ma'ruf.
 
Kasus kini masih bergulir dengan pemberkasan dan saat ini sudah P21. 
 
Tak kalah menghebohkan adalah pelanggaran kode etik yang melibatkan ratusan polisi yang menjadi anak buah Kaisar Sambo.
 
Korupsi dan pidana lain
 
Seperti diketahui, jejak anggota Polri yang melakukan kejahatan dengan menggunakan fasilitas jabatan dan pangkat bukan hanya Ferdy Sambo.
 
Ada sederet nama-nama jenderal polisi yang menggunakan pangkat dan jabatannya terlibat skandal dan kasus korupsi. 
 
Mulai dari nama Komjen Suyitno Landung yang pada tahun 2006 yang terbukti menerima suap Nissan X-trail saat menangani kasus pembobolan Bank Negara Indonesia.
 
Kemudian ada kasus pembobolan BNI yang diotaki Maria Pauliene Lumowa dan Adrian Waworuntu dengan kerugian negara mencapai Rp 1,2 triliun. 
 
Setelah itu ada Brigjen Samuel Ismoko Adrian Waworuntu kabur dan menerima 10 travel cek senilai Rp 250 juta. 
 
Tak kalah heboh adalah di kasus red notice Djoko Tjandra, yakni Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo. 
 
Keduanya dituding menerima uang dari membantu Djoko Tjandra.
 
Lain lagi dengan Irjen Djoko Susilo yang terseret kasus pengadaan kendaraan simulator ujian SIM tahun anggaran 2011 dengan kerugian negara mencapai Rp121 miliar. 
 
Terakhir adalah calon Kapolri Komjen Susno Duadji.
 
Dia disebut menerima suap Rp 500 juta untuk percepatan penyidikan kasus PT Salmah Arowana Lestari (SAL) dan Rp 4,2 miliar dana pengamanan Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2008.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Darah Brigadir J Membekas di Istana, Kuasa Ferdy Sambo dan Dorongan Amplop ke Kementrian

Darah Brigadir J Membekas di Istana, Kuasa Ferdy Sambo dan Dorongan Amplop ke Kementrian

| Selasa, 04 Oktober 2022 | 07:21 WIB

Nasib Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, antara Pusaran Ferdy Sambo dan Ratusan Jiwa Meninggal dalam Tragedi Mematikan Stadion Kanjuruhan

Nasib Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, antara Pusaran Ferdy Sambo dan Ratusan Jiwa Meninggal dalam Tragedi Mematikan Stadion Kanjuruhan

| Minggu, 02 Oktober 2022 | 20:19 WIB

Kekuatan Ferdy Sambo Dilumpuhkan, Kapolri Segera Pamerkan 5 Tersangka Pembunuh Brigadir J

Kekuatan Ferdy Sambo Dilumpuhkan, Kapolri Segera Pamerkan 5 Tersangka Pembunuh Brigadir J

| Sabtu, 01 Oktober 2022 | 19:27 WIB

Terkini

5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Murah 2026, Performa Ngebut untuk Jangka Panjang

5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Murah 2026, Performa Ngebut untuk Jangka Panjang

Your Say | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:15 WIB

Air Laut Pasang dan Hujan Deras Rendam Bone: 2 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Air Laut Pasang dan Hujan Deras Rendam Bone: 2 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Sulsel | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:13 WIB

Bongkar Masterplan John Herdman untuk Piala Asia 2027: Padukan Bintang Lokal dan Diaspora Eropa!

Bongkar Masterplan John Herdman untuk Piala Asia 2027: Padukan Bintang Lokal dan Diaspora Eropa!

Bola | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:09 WIB

5 Mobil BMW Ini Konon Mudah Dirawat bak Toyota, Harganya Cuma Segini

5 Mobil BMW Ini Konon Mudah Dirawat bak Toyota, Harganya Cuma Segini

Otomotif | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:08 WIB

Promo Indomaret 10 Mei 2026, Belanja Hemat untuk Stok Mingguan

Promo Indomaret 10 Mei 2026, Belanja Hemat untuk Stok Mingguan

Sumbar | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:06 WIB

Johan Manzambi Yakin Timnas Swiss Jadi Kuda Hitam Piala Dunia 2026, Meski Sama Sekali Tak Dijagokan

Johan Manzambi Yakin Timnas Swiss Jadi Kuda Hitam Piala Dunia 2026, Meski Sama Sekali Tak Dijagokan

Bola | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:05 WIB

Secangkir Kopi: Antara Jeda, Ambisi Anak Muda, dan Dompet yang Kritis

Secangkir Kopi: Antara Jeda, Ambisi Anak Muda, dan Dompet yang Kritis

Your Say | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:05 WIB

Nils Liedholm: Gelandang Elegan nan Garang, Pahlawan Swedia di Piala Dunia 1958

Nils Liedholm: Gelandang Elegan nan Garang, Pahlawan Swedia di Piala Dunia 1958

Bola | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:02 WIB

Selebgram Arjun Lantam Dihujat Usai Bikin Challenge Matikan Token Listrik Warga

Selebgram Arjun Lantam Dihujat Usai Bikin Challenge Matikan Token Listrik Warga

Entertainment | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:00 WIB

Promo Indomaret Hari Ini 10 Mei 2026, Diskon Kopi Bubuk Instan

Promo Indomaret Hari Ini 10 Mei 2026, Diskon Kopi Bubuk Instan

Sumut | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:52 WIB