SuaraTasikmalaya.id – Tentang pengakuan Putri Candrawathi soal tuduhan pemerkosaan yang dilakukan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J hingga saat ini masih tanda tanya besar.
Kasus yang saat ini sudah masuk persidangan, belum ada tanda-tanda jika soal dugaan pemerkosaan terjadi.
Apalagi para pengacara keluarga mendiang Brigadir J, bersikeras jika ada pemerkosaan maka harus ada bukti, mulai dari visum, bahkan celana dalam Putri harus diperiksa.
Kamaruddin Simanjuntak dalam satu acara bertanya pada kuasa hukum keluarga Ferdy Sambo soal bukti fakta jika benar mending Brigadir J melakukan apa yang dituduhkan.
Akan tetapi saat itu kuasa hukum keluarga Ferdy Sambo, Febri Diansyah hanya berargumen jika itu ada dan kliennya sudah mengaku jika ada tindak pelecehan.
Lain halnya di arena sidang, Bharada E yang merupakan saksi kunci dalam kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J memberi kesaksian yang sangat mengejutkan.
Bharada E rupanya mengaku melihat kondisi TKP yang disebut tempat Brigadir J diduga melakukan tindak pemerkosaan pada istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.
Bukan itu saja, bahkan Bharada E sempat melakukan komunikasi dengan mendiang Brigadir J tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Bharada E di pengadilan menceritakan saat dirinya bersama Bripka RR tiba di rumah Magelang.
Ketika itu diakui Bharada E pada Kamis (7/7/2022), jika Putri Candrawathi menelepon dirinya dan Bripka RR.
Putri langsung meminta Bharada E dan Bripka RR segera pulang ke rumah di Magelang, Jawa Tengah.
Saat tiba di rumah Magelang, Bharada E mengaku sempat berpapasan dengan ART Putri, Kuat Maruf dan Susi.
Ketika itu lanjut Bharada E, dua ART itu hendak menengok atasannya ke kamar lantai dua.
Bharada E mengaku sempat melihat atasannya itu, yakni Putri Candrawathi di dalam kamar.
Setelah melihat Putri di dalam kamar, Bharada E langsung menemui Kuat Maruf untuk menanyakan apa yang terjadi.
Wajah Kuat Maruf ketika itu tampak memerah seperti menahan marah. "Saya tanya ke Om Kuat,” kata Bharada E mengulang pertanyaan pada Kuat di depan pengadilan.
“Om, ada masalah apa?” tanya Bharada E.
“Dia (Kuat) mukanya marah, merah, emosi,” kata dia lagi.
“Dia (Kuat maruf) bilang. Sudah Om, kamu enggak usah tahu dulu," ucap Bharada E menirukan jawaban Kuat atas pertanyaanya di rumah Magelang dikutip dari kanal YouTube KOMPAS TV, Selasa (13/12/2022).
Setelah menemui Kuat Maruf, Bharada E juga melihat Brigadir J sedang berada di luar dan langsung menghampirinya.
"Bang, ini ada masalah apa, Bang? Saya bilang gitu (pada mendiang Brigadir J)," tutur Bharada E.
"Enggak tahu tuh, Om Kuat marah-marah ke saya," kata Bharada E menirukan jawaban mendiang Brigadir J menjawab pertanyaannya.
Mendapat jawaban itu, Bharada E saat itu mengaku kesal pada Brigadir J. "Saya lebih kesal lagi dengar itu,” kata Bharada E.
“Saya bilang. Bang, saya sudah tanya Om Kuat tadi, Om Kuat enggak kasih tahu ke saya,” ucap Bharada E.
Kemudian Bharada E benar-benar menumpahkan kekesalannya pada mendiang Brigadir J.
“Sekarang saya tanya Abang, Abang enggak kasih tahu ke saya. Kalau ada apa-apa Abang jangan melibatkan saya ya," kata Bharada E pada Brigadir J.
Selin cerita itu, Bharada E juga menceritakan bagaimana dirinya melihat tempat tidur Putri Candrawathi yang saat itu mengaku baru saja diperkosa Brigadir J.
Bharada E mengatakan jika apa dilihatnya saat itu tidak ada kejanggalan di kamar Putri Candrawathi.
Di hadapan hakim, Bharada E mengatakan jika dirinya melihat Kasur tempat tidur Putri Candrawathi tampak rapi dan jauh dari kata acak-acakan.
Lantas, apakah kesaksian Bharada E soal kasur yang rapi membuktikan tidak ada perkosaan seperti yang diakui Putri Candrawathi? (*)