"Iya saya kecil sudah ngefans sama bang Haji," sambungnya.
Mendengar pengakuan tersebut ayah Ridho Rhoma jadi curhat tentang kegelisahan dirinya. Yang mana pernah mendapat ancaman kalau masih saja menyanyi.
Karena menurut pihak-pihak yang melarangnya. Musik, nyanyi itu haram, hingga raja dangdut tersebut berhenti menyanyi.
"Saya mau gali ilmunya nih ustadz. Saya kan penyanyi, tiba-tiba ada yang mengatakan nyanyi itu haram. Makannya saya berhenti nyanyi," ungkap raja dangdut.
"Barangkali Ustadz mau cerita musik haram seperti apa?," ucapnya.
Menjawab pertanyaan Rhoma Irama, UAS mengatakan lagu itu mirip ti omongan. Kalau maknanya baik dan mengajak orang untuk ke jalan yang benar itu berpahala. Sebaliknya kalau maknanya jelek mengajak pada perbuatan maksiat. Ya tidak baik.
"Jadi lagu itu sering sekali diciptakan orang pada suatu kondisi, psikologis, keadaan," tukas Abdul Somad.
"Misalkan lagu Bengawan Solo. Mungkin saat itu di Solo Gesang sedang melihat. Lalu muncullah lagu-lagu maksiat cinta satu malam, selimut tetangga,"
UAS menjelaskan kalau musik tersebut memiliki lirik yang baik, seperti lagu-lagu Opick atau Maher Zain, maka tidak masalah untuk didengarkan. Tapi kalau musik seperti ‘Cinta Satu Malam’ dan sejenisnya, sebaiknya jangan didengarkan.
UAS menjelaskan, “Musik seperti cakap. Kalau maknanya baik, mengajak berjihad, mengajak nutup aurat, mengajak ketenangan hati, mengingat mati, ya tak apa-apa. Tapi kalau isinya mengajak berzina (jangan didengarkan). (*)