Almarhum Dono Warkop Memang Jenius, Skripsinya Angkat Isu Privilege Anak Orang Kaya, Pemikirannya Melampaui Zamannya

tasikmalaya Suara.Com
Sabtu, 18 Februari 2023 | 17:01 WIB
Almarhum Dono Warkop Memang Jenius, Skripsinya Angkat Isu Privilege Anak Orang Kaya, Pemikirannya Melampaui Zamannya
Almarhum Dono Warkop dan skripsinya di tahun 1978. (instagram @kampus_kekinian, @sahabatjamandulu)

SuaraTasikmalaya.id - Jauh sebelum ramai orang-orang zaman now mengenal istilah privilege, ternyata almarhum Dono Warkop sudah mengangkat isu ini di skripsinya saat kuliah di UI (Universitas Indonesia). Tepatnya di tahun 1978.

Pria bernama lengkap Drs. H. Wahjoe Sardono, M.S. itu menulis skripsi berjudul “Hubungan Status Sosial Ekonomi Keluarga dengan Prestasi Murid di Sekolah (Studi Kasus SMP Negeri Desa Delanggu)”.

Skripsi tersebut diajukan demi memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Indonesia.

Uniknya, ada kalimat pertanyaan pemantik yang menarik:

“Namun demikian timbul pertanyaan, apakah betul bahwa demokratisasi pendidikan itu dapat dicapai dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat?”

Begitu bunyi pertanyaan Dono dalam skripsinya seperti dikutip dari unggahan Instagram @kampus_kekinian (15/02/23).

Rekan setim Indro dan Kasino Warkop ini sepertinya menyoroti kesenjangan ekonomi masyarakat pada zaman itu. Di mana mereka yang mapan secara ekonomi mampu bersekolah atau menyekolahkan anaknya setinggi-tingginya.

Dengan kata lain, privilege orang kaya adalah keistimewaan dalam memperoleh pendidikan yang selayaknya sesuai cita-cita.

Dilihat dari judulnya, skripsi Dono rupanya hasil penelitian di sebuah SMP di Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Baca Juga: Timnas Indonesia U-20 vs Selandia Baru, Shin Tae-yong: Kami Mau Menang dengan Gaya Kami

Jadi subjek yang diambil almarhum adalah kebiasaan hidup warga desa tersebut di tahun 1978.

Dono Sangat Mementingkan Pendidikan Anaknya

“Pendidikan orang tua yang baik cenderung mempunyai pengaruh terhadap pendidikan anaknya, sebab orang tua yang demikian mempunyai pandangan terhadap masa depan anaknya.”

Kalimat itu adalah cuplikan almarhum di salah satu paragraf kesimpulan skripsinya.

Dari situ terlihat jika Dono juga sangat memperhatikan pendidikan anak-anaknya.

Ketiga anak laki-lakinya meneruskan jejak sang ayah menjadi sarjana, bahkan melebihinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI