SuaraTasikmalaya.id _ Dokter Zaidul Akbar belum lama ini memberikan cara agar hati tenang dan bahagia.
Cara sederhana ini diungkapkannya dengan sebutan 'makanan hati'. Makanan hati ini disebutnya sebagai suatu hal yang memberikan kebahagiaan mood booster bagi hati seseorang.
Lalu apakah makanan hati yang bisa membuat hati tenang dan bahagia itu?
Simak cara menjaga hati agar tenang dan bahagia menurut Dokter Zaidul Akbar berikut ini.
Menurut Dokter Zaidul Akbar ada cara sederhana menjaga hati agar bahagia. Menurut nya ketika kita beribadah sholat maka mulailah untuk berdiam dulu beberapa saat. Dan cobalah untuk tenang dan rasakan dihati niat yang sebenarnya. Karena menurutnya bahwa segala sesuatu itu tergantung pada niatnya.
"Sudah dengar apa hadisnya Innamal A'malu binniat kan gitu kan diam dulu sebentar, ketika mau salat perbaharui niat juga", kata Dokter Zaidul dikutip dalam unggahan YouTube dr. Zaidul Akbar official, Kamis (23/2/2023).
Ia juga mengungkap bahwa berdiam sejenak sebelum shalat sama aja duduk diam sebelum takbiran.
Kemudian kita bisa mengamalkan doa atau dzikir seperti yang dicontohkan Dokter Zaidul Akbar seperti dalam hati atau lisan.
"Ya Allah aku salat ini mengharap ampunanmu Ya Allah aku salat ini mengharap Surgamu ya Allah aku salat ini Allah berharap engkau memaafkan aku ya Allah" Ucap Dokter Zaidul Akbar.
"Nanti waktu takbiratul Ihram itu udah netes air mata", lanjutnya.
Ia pun berkata bahwa dalam sholat jangan sampai bacaan tidak paham dan gerakannya hanya sekedar ritual saja. Sedangkan hatinya tidak ada senang-senangnya.
Baca Juga: Klub Liga Inggris Tak Ada yang Menang di Liga Champions, Liga Petani yang Sebenarnya?
Dirinya mengungkap bahwa sangat penting untuk kita memohon pada Allah agar memberi rasa dari apa yang kita kerjakan terutama ibadah dan itulah makanan atau mood yang sebenarnya untuk hati kita.
Lebih lanjut ia pun berujar bahwa dizikir dan Al Quran lah yang menjadi mood booster bagi kita. Hal tersebut adalah kunci untuk kebaikan dan semangat kita.
Dokter Zaidul Akbar pun mengatakan bahwa ruh, jiwa dan hati terus mendapatkan dzikir dan al Quran. Sehingga aktivitas kita akan terus menuju pada tenang dan bahagia. (*)