Sudah dua hari Dedi dan Dida tidak sarapan pagi.
"Mengapa dua hari tak sarapan pagi? tanya Dedi Mulyadi.
"Nggak ada uang buat teman nasinya," jawab Dedi.
Dedi Mulyadi menanyakan apakah Dedi dan Dida sering tak sarapan, keduanya menjawab kadang-kadang.
Namun sebelum keduanya bekerja mengumpulkan rongsokan, Dedi dan Dida sering tak makan.
"Waktu dulu sebelum ngerongsok kamu pernah nggak makan?" tanya Dedi Mulyadi saat membawa kedua anak itu ke sebuah mini market untuk membeli keperluan alat mandi dan cuci.
"Sering" jawab Dida,"Waktu kelas tiga mah pernah dua hari tak makan."
Dedi pun terhenyak. Dedi pun menangis menjelaskan kedua anak itu ke para fans channel YouTubenya.
Dedi dan Dida pernah merasakan hidup cukup saat ayahnya masih ada, namun setelah sang ayah tiada dan hidup dengan ibu dan dua saudara lainnya, hidup mereka susah.
"Ini anak-anak yang, apa... anak-anak hebat," Dedi Mulyadi keburu terisak sedih.
"Anak ini punya hati yang lapang dan jiwa yang sangat tinggi sampai ibu adalah segala-galanya," lanjut Dedi sambil mengusap kepala dua anak itu.
Tangis ibu Dedi dan Dida pun pecah saat bertemu Dedi Muyadi yang membawakan banyak makanan dan kebutuhan lain ke rumah mereka di jalan Rawa Badak.
Dedi Mulyadi pun lagi-lagi terisak. (*)