“Nama ku satu kata 4 huruf, apakah peraturan ini bisa jdi alasan untuk aku memperpanjang nama?” tanya @xhrmli.
“Bener nich, kasihan anak yg punya nama kepanjangan...” kata @mobil3class_id.
“namaku jg cm 3 suku kata,kan orang jawa ya jd ga punya marga,nah pas kluar negri liburan di harus kan ada nm famili,akhirnya pk lah nm bp di blkng,pas ibadah umroh di haruskan punya 3 nama jd lah di gabung jd nm asli sy nm bp dan nm kakek,” ungkap @dyahsanmurdja21.
“Anaku blm tak buatin akta lahir 3 kata pulak,” ujar @endangsetyasih01.
“Ferdy Sambo,” sahut @why.ur66.
“Belum tau aja kalo tukang bully bukan dari nama aja, tapi badan juga bisa jadi bahan bullyan,” tukas @lilur.kr.
“Tradisi Jawa hanya nama tunggal bakal hilang, trus alasan "menghindari nama aneh" susah bos, tiap daerah ada nama / marga yg dianggap aneh di tempat lain, bisa berkonotasi negatif di tempat lain, tp tempat asalnya tidak, cara filternya gimana coba??? Simple aja org nama Israel biasa aja di daerah kristen, pas ke jawa auto jd bahan rundung,” ungkap @samuel_henk. (*)