Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.373,849
LQ45 633,840
Srikehati 307,576
JII 383,471
USD/IDR 17.871

Waspada, Ekonomi Indonesia Bakal Dihantam Tekanan Global

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:44 WIB
Waspada, Ekonomi Indonesia Bakal Dihantam Tekanan Global
Ilustrasi ekonomi Indonesia, denga suasana gedung bertingkat perkantoran di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Senior Economist DBS Bank Radhika Rao memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 menjadi 5,1 persen akibat tekanan global.
  • Ekonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar 5,6 persen pada kuartal pertama 2026 berkat kuatnya konsumsi domestik dan stimulus.
  • Pemerintah Indonesia berupaya menjaga stabilitas makroekonomi melalui disiplin fiskal dan harmonisasi regulasi untuk menghadapi risiko kenaikan energi dunia.

Suara.com - Bank DBS Indonesia menyebutkan ekonomi Indonesia masih akan dihantam oleh tekanan global.

Berdasarkan analisis dari DBS Research, situasi makroekonomi Indonesia akan mendapatkan tantangan baru.

Senior Economist DBS Bank, Radhika Rao, menjelaskan bahwa Indonesia memulai tahun 2026 dengan fondasi ekonomi yang positif.

Namun, adanya risiko eksternal membuat proyeksi pertumbuhan tahunan perlu disesuaikan sebagai Langkah antisipasi.

“Indonesia memasuki 2026 dengan percaya diri didukung fundamental yang kuat. Namun, proyeksi pertumbuhan setahun penuh tetap perlu disesuaikan menjadi 5,1 persen dari sebelumnya 5,3 persen. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi risiko kenaikan harga energi global dan tekanan pada nilai tukar Rupiah,” tutur Radhika dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/5/2026).

DBS Research memprediksi bahwa kuartal pertama 2026 kemungkinan besar akan menjadi titik tertinggi pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini.

Ilustrasi kenaikan harga minyak. [Suara.com/HD]
Ilustrasi kenaikan harga minyak. [Suara.com/HD]

Namun, aktivitas ekonomi diperkirakan akan menghadapi tantangan dari tingginya harga energi dunia, volatilitas pasar keuangan, serta pentingnya menjaga disiplin fiskal nasional.

Menanggapi kondisi tersebut, stabilitas makroekonomi dianggap sebagai fondasi utama dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Pemerintah diperkirakan akan terus berupaya menjaga defisit fiskal di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) melalui pengendalian belanja, efisiensi program prioritas, serta optimalisasi penerimaan negara.

baca juga

"Hal ini, sebagai langkah strategis, penguatan stabilitas makroekonomi melalui implementasi Undang-Undang Cipta Kerja dan harmonisasi regulasi pusat-daerah dinilai sangat penting untuk menciptakan kepastian usaha. Konsistensi kebijakan ini diharapkan dapat terus meningkatkan kepercayaan investor sekaligus
memperkokoh daya tahan ekonomi nasional di tengah dinamika pasar global yang dinamis," bebernya.

Meski dihantui eskalasi geopolitik global dan fluktuasi harga energi, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencatatkan angka yang impresif sebesar 5,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal pertama 2026.

Pencapaian ini menjadi rekor pertumbuhan tercepat sejak kuartal ketiga 2022, sekaligus membuktikan bahwa fundamental ekonomi nasional masih berada dalam posisi yang sangat solid pada awal tahun.

DBS Group Research menilai ketahanan ekonomi Indonesia ini didorong oleh konsumsi domestik yang tetap kuat, stimulus fiskal dari pemerintah, peningkatan belanja negara, serta momentum musiman selama periode hari besar keagamaan.

"Tercatat, sektor konsumsi rumah tangga dan pemerintah tumbuh hingga 7 persen yoy, sementara sektor investasi tetap kokoh di kisaran 6 persen yoy," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.100 Triliun, OJK: Bisa Bantu Ekonomi Indonesia

Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.100 Triliun, OJK: Bisa Bantu Ekonomi Indonesia

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 11:09 WIB

Rupiah Sudah Tembus Rp17.000, Bukan Tanda Ekonomi Indonesia Memburuk

Rupiah Sudah Tembus Rp17.000, Bukan Tanda Ekonomi Indonesia Memburuk

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:10 WIB

Geopolitik Memanas, Pemerintah Klaim Ekonomi RI Tetap Tangguh

Geopolitik Memanas, Pemerintah Klaim Ekonomi RI Tetap Tangguh

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:36 WIB

Tensi Perang Timur Tengah, Aliran Modal Asing Indonesia Hengkang Tembus Rp18 Triliun

Tensi Perang Timur Tengah, Aliran Modal Asing Indonesia Hengkang Tembus Rp18 Triliun

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:27 WIB

Mengapa Kritik Ekonom Disebut 'Noise' Oleh Prabowo dan Purbaya?

Mengapa Kritik Ekonom Disebut 'Noise' Oleh Prabowo dan Purbaya?

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:54 WIB

Airlangga Klaim Resesi Indonesia Masih Aman Ketimbang AS, China, dan Jepang

Airlangga Klaim Resesi Indonesia Masih Aman Ketimbang AS, China, dan Jepang

Bisnis | Minggu, 18 Januari 2026 | 14:58 WIB

Terkini

Menikmati Niten dari Jalan Sawah hingga Rimbun Tabebuya yang Mekar

Menikmati Niten dari Jalan Sawah hingga Rimbun Tabebuya yang Mekar

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Konsumsi Energi AI Setara Satu Negara, Pemerintah Petakan Sumber Daya

Konsumsi Energi AI Setara Satu Negara, Pemerintah Petakan Sumber Daya

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:59 WIB

Penggeledahan di 5 Kota, KPK Sita Emas 1,3 Kg Terkait Korupsi Pajak Mulyono

Penggeledahan di 5 Kota, KPK Sita Emas 1,3 Kg Terkait Korupsi Pajak Mulyono

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:57 WIB

Merasa Haknya Terpinggirkan, Solidaritas Perempuan Gugat 5 Pasal UU Cipta Kerja

Merasa Haknya Terpinggirkan, Solidaritas Perempuan Gugat 5 Pasal UU Cipta Kerja

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:56 WIB

Kalcer dan Pajak Murah: Nissan Serena C23 Mobil Keluarga Kabin Luas Seharga Motor 150cc

Kalcer dan Pajak Murah: Nissan Serena C23 Mobil Keluarga Kabin Luas Seharga Motor 150cc

Otomotif | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:53 WIB

Sejarah Baru! 21 Ponpes Eks-Jamaah Islamiyah Siap Gelar Upacara HUT RI ke-81

Sejarah Baru! 21 Ponpes Eks-Jamaah Islamiyah Siap Gelar Upacara HUT RI ke-81

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:52 WIB

Populasi Orang Utan Sumatra Menurun, Peneliti Dorong Status Darurat Konservasi

Populasi Orang Utan Sumatra Menurun, Peneliti Dorong Status Darurat Konservasi

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:52 WIB

Apakah Dompet Hitam Membawa Rezeki Menurut Feng Shui? Cek Pilihan Warna yang Baik

Apakah Dompet Hitam Membawa Rezeki Menurut Feng Shui? Cek Pilihan Warna yang Baik

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:50 WIB

5 Cara Merawat Kulkas Mini agar Tidak Gampang Bocor dan Bau

5 Cara Merawat Kulkas Mini agar Tidak Gampang Bocor dan Bau

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:50 WIB

Protokol Kemendagri Perkuat Sinergi Lintas Kelembagaan untuk Tingkatkan Profesionalisme

Protokol Kemendagri Perkuat Sinergi Lintas Kelembagaan untuk Tingkatkan Profesionalisme

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:49 WIB

×