Kiper malang itu pun dihujat habis-habisan oleh sebagian besar fans Liverpool sebagai biang kegagalan meraih trofi Champions League.
Klopp masih membela anak asuhnya itu, ia beralasan performa buruk Karius gara-gara benturan di kepala sebelum kebobolan gol pertama Madrid. Sehingga Karius tampil dalam kondisi cedera.
Sayangnya, Karius kadung dicap sebagai biang kerok. Tak ada obatnya.
Karier Lord Terjun Bebas
Saking sebalnya dengan Karius, fans The Reds menyematkan julukan ‘Lord’ kepadanya. Julukan yang seharusnya mengandung arti terhormat atau dihormati.
Lord yang ini justru gelar julukan kebalikannya, julukan untuk seorang pecundang.
Kesedihan Karius makin menjadi kala manajemen Liverpool memutuskan untuk membeli Alisson Becker dari AS Roma untuk jadi kiper utama.
Ternyata Alisson memang kiper kelas dunia. Posisinya langsung tak tergantikan lagi menjadi si nomor 1 di bawah mistar sejak musim 2018-2019 dimulai.
Entah malu gara-gara very bad day lawan Madrid atau minder dengan kedatangan Alisson, Karius memutuskan gabung Besiktas sebagai pemain pinjaman pada Agustus 2018.
Di klub Turki tersebut, Lord Karius main cukup banyak yakni 67 kali. Sebelum kontak pinjamannya diputus pada Mei 2020 karena isu gaji yang tertunggak.
Ia lalu kembali dipinjamkan Liverpool ke Union Berlin di musim 2020/2021. Sayangnya pria yang pernah sekali memperkuat timnas Jerman itu kalah saing dengan Andreas Luthe.
Di klub Liga Jerman itu, Karius tercatat cuma main 5 kali saja.
Sang Lord pun kembali ke Liverpool pada Juni 2021 untuk menyelesaikan kontraknya setahun terakhir di Anfield.
Nahas, ia sama sekali tak pernah main sepanjang musim 2021/2022, bahkan nomor punggung pun tak dikasih (!).
Kariernya sudah benar-benar tenggelam saat itu. Tak ada lagi yang mau menoleh kepada Karius, terutama bila mengingat blunder bodohnya versus Madrid di Kyiv.