Misteri Jembatan Cirahong Tasikmalaya: Kisah Tragis Pasangan Muda yang Menjadi Tumbal Pembangunan

tasikmalaya

Rabu, 01 Maret 2023 | 11:00 WIB
Misteri Jembatan Cirahong Tasikmalaya: Kisah Tragis Pasangan Muda yang Menjadi Tumbal Pembangunan
Kisah mistis dan tragis Jembatan Cirahong (Suara.com)

SuaraTasikmalaya - Jembatan Cirahong merupakan sebuah jembatan yang terletak di wilayah Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia. Jembatan ini memiliki keunikan tersendiri yaitu, terdiri dari dua lapis, atas untuk jalur kereta api, sedangkan bawahnya untuk kendaraan bermotor. 

Jembatan Cirahong Tasikmalaya merupakan salah satu jembatan tertua di Indonesia yang dibangun pada masa penjajahan Belanda yang melintasi Sungai Citanduy. Jembatan ini dibangun pada tahun 1895 dan resmi diresmikan pada tanggal 2 Februari 1893 oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, J.B. van Heutsz.

Sejarah pembangunan Jembatan Cirahong Tasikmalaya bermula dari kebutuhan Belanda untuk membangun sebuah jalan kereta api yang menghubungkan kota Cilacap di Jawa Tengah dengan kota Tasikmalaya di Jawa Barat. Jalan kereta api ini dikenal dengan nama "Jalur Selatan" atau "Zuid-Lijn". 

Meski demikian, Jembatan Cirahong ini memiliki cerita mistis dan tragis di awal pembangunannya. Salah satunya adalah tentang seorang pengantin baru yang menjadi tumbal untuk melancarkan pembangunan tersebut.  

Hal ini berawal ketika pemerintah Hindia Belanda mendatangi sesepuh desa, Sukasana. Dirinya memberitahukan bahwa ada kendala mistis yang akan menghambat pembangunan jembatan. 

Awalnya Hindia Belanda menghiraukan ucapa Sukasana, hingga saat pembangunan berjalan, terjadi gangguan mistis dan diluar nalar mulai dirasakan. Debit air Sungai CItanduy tiba-tiba naik dan banjir. 

Akhirnya Hindia Belanda kembali meminta bantuan Sukasana untuk berkomunikasi dengan sosok gaib penunggun Sungai Citanduy. Diketahui sosok gaib penunggunya adalah sosok siluman ular bernama Ki Bohang dan Nyai Odah. 

Sosok gaib ini lalu meminta syarat jika pembangunan jembatan ini ingin berjalan lancar. Adapun syaratnya adalah tumbal sepasang penganting baru, cantik dan tampan, serta perawan dan perjaka, untuk dijadikan anak angkat. 

Syarat ini lalu disampaikan ke pihak Hindia Belanda. Lalu, pihak Hindia Belanda menculik sepasang suami istri yang baru saja menikah. Diketahui, sepasang suami istri ini adalah buruh dari pembangunan Jembatan Cirahong. 

baca juga

Kemudian pasangan pengantin tersebut dipaksa untuk masuk ke dalam lubang pondasi jembatang, dengan tangan dan kaki yang diikat. Kemudia lubang tersebut diisi oleh semen cor. 

Hingga sekarang, dipercaya arwah dari pasangan tersebut masih mendiami salah satu tiang pondasi dari Jembatan Cirahong. (*)

Sumber: 

https://www.youtube.com/watch?v=qz_lqRQ21uk&ab_channel=INDOFACE
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Tasikmalaya Rabu 1 Maret 2023, Simak Biaya dan Syarat yang Harus Dibawa

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Tasikmalaya Rabu 1 Maret 2023, Simak Biaya dan Syarat yang Harus Dibawa

Tasikmalaya | Rabu, 01 Maret 2023 | 08:11 WIB

Jadwal Sholat Kabupaten dan Kota Tasikmalaya Rabu 1 Maret 2023, Berikut Dalil Tentang Wajib Sholat

Jadwal Sholat Kabupaten dan Kota Tasikmalaya Rabu 1 Maret 2023, Berikut Dalil Tentang Wajib Sholat

Tasikmalaya | Rabu, 01 Maret 2023 | 08:06 WIB

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Tasikmalaya Senin 27 Februari 2023, Simak Syarat yang Harus Dibawa

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Tasikmalaya Senin 27 Februari 2023, Simak Syarat yang Harus Dibawa

Tasikmalaya | Senin, 27 Februari 2023 | 12:04 WIB

Terkini

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:37 WIB

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:30 WIB

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:28 WIB

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:19 WIB

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Health | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:01 WIB

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:00 WIB

×