Selain itu, Deddy juga menyarankan kepada orangtua untuk setidaknya memberikan pembekalan ilmu bela diri kepada anak-anaknya. Tujuannya agar mereka tahu bagaimana harus bersikap ketika menghadapi ancaman.
“Selain memperoleh kepercayaan diri dan keberanian, anak-anak juga menjadi tahu trik ketika menghadapi lawan, seperti menyerang terlebih dahulu yang terlihat memiliki kekuatan minim,” ungkapnya.
Deddy mengibaratkan ketika dirinya dikeroyok oleh 3 orang sekaligus, ia mengatakan potensi untuk dapat menang mengelabui musuh memang kecil. Tetapi setidaknya, ia dapat meminimalisir dan menjaga dirinya sendiri.
“Ini cuma masukan doang bagi Anda yang punya anak untuk mengajari ilmu bela diri. Karena saya yakin mereka yang beraninya keroyokan pasti enggak tahu ilmu tentang ini. Enggak ada tuh di bela diri diajarkan keroyokan, banci itu namanya!” tegas Deddy.
Ulas derita yang dialami David
“David pada saat ini masih dirawat di rumah sakit. Mari kita doakan agar David dapat pulih kembali,” pintanya.
Deddy pun mengulas tentang derita yang dialami David, yakni Diffuse Axonal Injury atau luka yang menyebar menuju akson atau bagian dari sel saraf pada otak akibat tekanan yang sangat keras.
“David itu terjadi robekan pada serabut sarafnya. Hal ini terjadi akibat pergeseran yang sangat cepat pada otaknya. Ini enggak main-main, kerusakannya banyak sekali. Dan nantinya, amit-amit ini dapat mengganggu kemampuan David dalam berkomunikasi,” jelas Deddy.
Menyinggung harta kekayaan
Menurut beberapa netizen, orang kaya sudah tidak lagi kaget jika memiliki barang-barang mewah dan terkenal. Dari kecil hidupnya sudah enak. Tidak terima dengan pernyataan tersebut, Deddy mengatakan, “Itu tidak bisa diterapkan di kasus ini, masa iya enggak berkecukupan? Kan hartanya juga lebih dari 56 M,” katanya.
Deddy juga menduga, masih banyak harta yang belum terdeteksi yang dimiliki oleh pejabat pajak tersebut.
Dalam kasus ini, muncul pertanyaan yang menyoroti harta kekayaan dari orang tua Dandy. Diakhir pernyataannya, Deddy menegaskan bahwa meskipun orang tua memiliki harta kekayaan melimpah. Tetapi mereka tetap bertanggungjawab untuk membentuk perilaku anak. (***)
Editor: Kang Dar