SuaraTasikmalaya.id – Kabar mengenai pembangunan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) sudah mulai terdengar sejak bulan lalu dan terus berlanjut hingga kini.
Dilansir dari YouTube Official Jasa Marga (31/1/22), Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap merupakan ruas jalan tol terpanjang di Indonesia yang memiliki total panjang 206,65 km.
Pembangunan jalan Tol ini dilakukan untuk meningkatkan nilai ekonomi dan pariwisata di koridor selatan Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Jasa Marga juga menambahkan bahwa Tol ini akan menjadi yang terpanjang di Indonesia.
Tahap Pembangunan Tol Getaci
Jalan Tol ini terbagi ke dalam 4 seksi, yakni:
- Seksi 1 Juction Gedebage-Garut Utara (46,20km).
- Seksi 2 Garut Utara – Tasikmalaya (50,32 km).
- Seksi 3 Tasikmalaya – Patimuan (76,78 km).
- Seksi 4 Patimuan – Cilacap (34,35 km).
Proses pembangunan jalan Tol terdiri dari 2 tahap pembangunan
Tahap pertama meliputi pembangunan seksi pertama dan seksi kedua sepanjang 94, 22 km.
Proses pembangunan dimulai sejak akhir tahun 2022 lalu dan diperkirakan rampung pada 2024.
Sedangkan, tahap kedua meliputi pembanguna seksi ketiga dan seksi keempat sepanjang 112,42 km.
Proses pembangunan diperkirakan dimulai sejak akhir tahun 2027 lalu dan selesai pada 2029.
Kabar terkini Tol Getaci
Saat ini, pembangunan Tol Getaci sudah memasuki tahap pembebasan lahan seksi satu dari Junction Gedebage hingga Garut Utara.
Tim panitia pembangunan sudah mulai turun dan rencananya akan melakukan pembayaran pada awal maret ini.
Setelah pembebasan lahan dilakukan, maka akan dilanjutkan ke proses pembebasan lahan seksi 2, Garut Utara hingga Tasikmalaya.
Dilansir dari kanal YouTube TOLLROAD INDONESIA (28/2/23), proses pengerjaan konstruksi akan dimulai setelah selesainya pembebasan lahan seksi 1, sembari dilakukan tender ulang pada tahun ini.
Dalam pengerjaan konstruksi sudah menjadi sesuatu yang lumrah terjadinya proses lelang ulang.
Hal tersebut bertujuan agar kajian konstruksi direncanakan secara matang daripada prosesnya mogok di tengah jalan akibat salah perkiraan.
Seperti yang disebutkan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, bahwa kita semua harus sabar dan yang penting proses pembangunan harus bejalan lancar terus serta dalam waktu 1 atau 2 tahun kemudian proses pembangunan seksi 1 akan selesai. (*/editor zahran)