Pernah Berjaya Pada Tahun 1980-an, Ini Penyebab Bangkrtunya Para Pengusaha Bus di Ciamis

tasikmalaya

Senin, 27 Maret 2023 | 21:11 WIB
Pernah Berjaya Pada Tahun 1980-an, Ini Penyebab Bangkrtunya  Para Pengusaha Bus di Ciamis
Terminal Ciamis sepi, padahal di era tahun 1980-an terminal ini tak pernah mati selama 24 jam (harapanrakyat.com)

SuaraTasikmalaya.d-Sekitar tahun 1980-an pengusaha bis asal Ciamis merajai jalanan Jawa Barat. Sebut saja PO Budi Dharma, PO Merdeka, PO Aladin, Aman Abadi, Gunung Tua, Harum, Swadarma, Darma Karya, Waspada, Bahagia, Merdeka, Gapuraning Rahayu, Garuda Indah, Darma Kusumah, Kesatuan, dan Sari Bhakti Utama adala PO yang berjaya pada masa itu.

Menurut H Wawan Otid, putra dari perintis PO Budi Dharma kejayaan pengusaha bis Ciamis bertahan selama empat dekade, sejak dekade 1960 an hingga pertengahan dekade 1990.

Saat itu Budi Dharma memiliki sekitar 1.000 bus Merdeka di atas dua ratus bus. Dan PO Aladin lebih dari 150 bus. Namun kini yang bertahan hanya PO Merdeka, Gapuraning Rahayu, ALadin dan Harum.

Itu pun jumlahnya makin berkurang. Pewaris perusahan PO tersebut malah banting stir jadi pemborong, usaha SPBU toko dan lainnya.

Kenapa tak bertahan? Wawan yang kini jadi pemborong terkenal di Ciamis mengungkapkan, karena persaingan usaha dan krisis ekonomi. Pada tahun 1970, mayoritas PO ramai-ramai mengganti bus yang berbahan bakar bensin menjadi solar.

Menurut Wawan Perusahaan itu kesulitan mengganti bus. Wawan mengatakan, hal itu terjadi karena kendaraan yang begitu banyak. Tapi Aladin mampu menyesuaikan.

“Ayah punya cara ia membeli truk untuk kemudian disulap menjadi bus. “Pertimbangannya, lebih murah. Makanya, sejak itu, Alladin terus menambah bus,” terangnya.

Tatang Kendar (almarhum) dalam sebuah kesempatan menjelaskan, memasuki dekade 1990, persaingan antar-PO kian ketat. Usaha angkutan bus makin terpukul ketika krisis ekonomi melanda pada tahun 1998. Saat itu, harga onderdil sangat mahal, lalu ditambah beberapa kali kenaikan harga bahan bakar.

Usaha angkutan bus mulai meredup, termasuk Alladin. Bayangkan saja, dari total 160 bus, kini bus milik perusahaan itu berada di bawah lima puluh unit. “Begitu juga dengan Merdeka yang semula lebih dari dua ratusan bus, menurun sampai sembilan puluhan,” kata Abun Hasbullah, pengurus bus Merdeka.

baca juga

Perusahaan lainnya, seperti Sari Bhakti Utama, juga terkena dampak. H. Kusmana, sang pemilik perusahaan, seperti tak lagi berharap banyak terhadap usaha angkutan bus itu. Oleh karena itu, saat ini, ia lebih banyak bergerak di bidang jasa konstruksi.

Secara perlahan, angkutan bus dari Ciamis digeser oleh pemain baru, seperti PO Budiman dari Tasikmalaya dan Sinar Jaya yang masuk ke jalur selatan.

“Tetapi, apa pun kondisinya, saya akan berusaha untuk mempertahankan Alladin. Soalnya, wasiat orang tua, Alladin jangan sampai hancur atau hilang. Sekalipun jumlah bus sedikit dan kita beralih ke usaha lain, tidak akan melepas sama sekali bus ini,” kata Tatang Kendar.

Hal serupa dikemukakan Abun. Kendati jumlah bus Merdeka menyusut, sekuat tenaga akan dipertahankan. Kalau sampai bubar, akan banyak orang kehilangan pekerjaan. “Sekarang, ada tiga ratus orang mengandalkan hidup dari Merdeka. Kalau sampai bubar, kasihan. Jadi, kita berusaha mempertahankannya, ” ujar Abun.

Akan tetapi, sampai kapan kerajaan bus dari Ciamis bertahan? Tidak ada yang bisa memastikan. Para pengusaha bus itu yang merupakan generasi kedua itu hanya bisa berdoa dan berusaha. Waktulah yang akan membuktikannya, apalagi melihat kenyataan banyak PO yang kini tinggal nama.

Sejumlah nama bisa disebut seperti Budi Darma, Aman Abadi, Waspada, Garuda Indah, Swadarma, Darma Karya, dan Darma Kusumah.(und/de

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kecelakaan Maut Bus ALS vs Sepeda Motor di Jalinsum Sumut, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan Maut Bus ALS vs Sepeda Motor di Jalinsum Sumut, 2 Orang Meninggal

Sumut | Senin, 27 Maret 2023 | 14:53 WIB

Valuasi Twitter Anjlok Parah, Elon Musk Akui Perusahaan Terancam Bangkrut

Valuasi Twitter Anjlok Parah, Elon Musk Akui Perusahaan Terancam Bangkrut

News | Senin, 27 Maret 2023 | 12:02 WIB

Prakiraan Cuaca Tasikmalaya dan Sekitarnya 27 Maret 2023, Mulai Pagi hingga Malam Hari

Prakiraan Cuaca Tasikmalaya dan Sekitarnya 27 Maret 2023, Mulai Pagi hingga Malam Hari

Tasikmalaya | Senin, 27 Maret 2023 | 08:08 WIB

AS Dilanda Krisis Perbankan, Banyak Bank Kolaps, Nasib RI Bagaimana?

AS Dilanda Krisis Perbankan, Banyak Bank Kolaps, Nasib RI Bagaimana?

Bisnis | Kamis, 23 Maret 2023 | 12:45 WIB

Cara Membuat Oleh-Oleh Khas Ciamis Mustopa dan Inilah Alamat Penjualnya

Cara Membuat Oleh-Oleh Khas Ciamis Mustopa dan Inilah Alamat Penjualnya

Tasikmalaya | Minggu, 19 Maret 2023 | 11:02 WIB

PHRI DIY Beri Saran Soal Wacana Larangan Bus Pariwisata Masuk Kota Jogja

PHRI DIY Beri Saran Soal Wacana Larangan Bus Pariwisata Masuk Kota Jogja

Jogja | Jum'at, 17 Maret 2023 | 20:13 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×