tasikmalaya

Hukum Puasa Ramadhan bagi Pekerja Berat

tasikmalaya Suara.Com
Selasa, 28 Maret 2023 | 14:02 WIB
Hukum Puasa Ramadhan bagi Pekerja Berat
Pekerja berat dan puasa Ramadhan. ((pexels.com))

SuaraTasikmalaya.id – Bulan Ramadan sudah menjadi kewajiban bagi umat muslim untuk lebih fokus beribadah kepada Allah swt. 

Muslim yang menjalankan ibadah dan melakukan hal berupa kebaikan, pahalanya akan dilipatgandakan.

Dilansir SuaraTasikmalaya.id dari laman Nahdlatul Ulama (NU), pada Senin (27/3/2023), Al-Imam Abdullah bin Alawi Al-Hadad memberikan nasihat dalam Ar-Risalatul Muawanah:

“Seyogianya jangan engkau masukkan sesuatu dari amal dunia, kecuali itu sesuatu yang harus, dan jadikan kesibukanmu tentang urusan penghidupan di selain bulan Ramadhan sebagai perantara untuk meluangkan waktu beribadah di dalamnya.”

Namun, pada dasarnya, di bulan Ramadan ini kebanyakan orang masih tetap berjuang mencari nafkah agar kebutuhan dirinya dan keluarga bisa terpenuhi. 

Beberapa orang masih bisa kuat menahan lapar dan dahaga saat berpuasa Ramadan, namun sebagian lainnya tidak kuasa menahannya karena beban pekerjaan yang berat, terlebih saat bekerja di lapangan.

Syekh Prof. Dr. Muhammad Hasan Hitou, ulama asal Suriah, menjelaskan dalam kitabnya Fiqhus Siyam:

“Bagi orang-orang sehat yang sebenarnya mampu untuk melaksanakan puasa, namun karena pekerjaan mereka itu berat, semisal pekerja proyek jalan raya yang bekerja di bawah teriknya sinar matahari atau pekerja tambang dan pekerjaan-pekerjaan semisalnya, mereka tidak diperbolehkan untuk membatalkan puasa seketika itu, karena Allah hanya memberikan kemurahan membatalkan puasa bagi musafir dan orang yang sakit saja, bukan orang yang dalam keadaan masyaqqah atau kepayahan.”

Diwajibkan atas mereka untuk tetap berniat puasa pada malam hari dan berpuasa sampai merasa tidak kuat atau tidak mampu menjalankannya.

Baca Juga: Setan Dibelenggu pada Bulan Ramadhan, Tapi Masih Banyak Manusia Melakukan Aksi Kejahatan?, Begini Menurut Ustadz Khalid Basalamah

Hal ini berdasarkan dalam surah An Nisa ayat 29.

Wa l taqtul anfusakum, innallha kna bikum ram.

Artinya: “Janganlah membunuh diri kalian. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepada kalian.”

Selain An Nisa ayat 29, hal ini juga tercantum dalam Al Baqarah ayat 195.

Wa l tulq bi`aidkum ilat-tahlukati

Artinya: “Janganlah jerumuskan diri kalian ke dalam kebinasaan.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI