SUARA TASIKMALAYA - Baru-baru ini, viral pengakuan Alya Theresia Syarifuddin yang disebut-sebut sebagai anak dari pendakwah kondang, Mamah Dedeh.
Ia mengaku kalau selama ini dirinya murtad alias pindah agama dari Islam.
Lantas, Alya menceritakan reaksi Mamah Dedeh dan keluarga terkait perpindahan keyakinan yang dilakukan Alya.
Dikutip SuaraTasikmalaya.id dari akun TikTok @abahtukanggosip pada Selasa (4/4/2023), beredar video yang yang menjelaskan perjalanan Alya Theresia berpindah keyakinan mengikuti suaminya, Roni Siregar.
Keterangan video tersebut menyebutkan bahwa Alya telah melalui banyak hal atas keputusannya berpindah keyakinan. Beberapa kejadian yang dianggap tragis harus dialami oleh Alya.
Mengetahui dirinya murtad, Alya mengaku lantas ibunya memarahinya dan menyebut Alya degan sebutan murtadin.
"Ibu saya sifatnya keras. Waktu mengetahui saya jadi Kristen, orang tua saya dulu marah. Saya dipanggil Murtadin karena murtad," kata Alya Theresia.
Lebih lanjut, Alya kemudian mengaku apabila dirinya pernah diseret, ditendang, hingga diludahi oleh Mamah Dedeh imbas dari dirinya yang berpindah keyakinan.
"Saya diseret lagi ke kamar. Saya ditendang lagi, diludahi 'lu tuh kerasukan iblis'. Saya dipukuli," ucap Alya.
Diketahui awal dirinya memilih pindah agama karena saat itu dia iseng membaca Alkitab temannya yang saat itu ketinggalan di rumah Alya.
Semenjak itu, ia terus mempelajari lebih dalam soal agama Kristen. Seiring berjalannya waktu, Alya resmi pindah agama menjadi Kristen, mengikuti keyakinan suaminya.
Diceritakan, Alya memutuskan untuk menjauh dari keluarganya. Namun, setelah 13 tahun, barulah ia berani kembali menemui orang tuanya.
Di pertemuan itu Alya baru menceritakan soal pilihan hidupnya. Sayang Alya justru diusir oleh orang tuanya.
Setelah rumor ini beredar, Mamah Dedeh masih belum memberikan klarifikasi terkait hal ini.
Beberapa netizen ikut berkomentar terkait narasi dalam unggahan video di akun TikTok @abahtukanggosip, dan sebagian besar tidak mempercayai isu yang beredar, serta menganggapnya sebagai informasi menyesatkan.