SUARA TASIKMALAYA- Puasa Syawal meruapakan satu diantara kegiatan ibadah sunah di bulan Syawal, setelah menunaikan puasa bulan Ramadhan.
Bulan Syawal merupakan satu diantara bulan suci, setelah bulan-bulan lainnya dalam kalender islam.
Pada bulan Syawal bagi umat muslim adalah bulannya kemenangan, maka dari itu umat muslim berhak merayakannya setelah sebulan penuh melaksanakan ibadah Ramadhan.
Dilansir dari kanal Youtube Adi Hidayat Official, Ustadz Adi Hidayat menerangkan, pada bulan syawal terdapat sunah-sunah yang hanya ditemukan pada bulan ini saja dan tidak terdapat pada bulan-bulan yang lain.
Satu diantaranya yaitu sholat Idul Fitri dilaksanakan pada 1 Syawal, kemudian pada hari-hari berikutnya terdapat sunah-sunah yang tak kalah penting dilaksanakan oleh umat muslim.
Seperti halnya berpuasa sunah enam hari di bulan Syawal, sesuai sabda Nabi SAW, “Siapa pun yang menunaikan puasa Ramadhan, lalu diikuti dengan menunaikan puasa sunah di bulan Syawal sebanyak enam hari maka seakan-akan dia menyempurnakan puasa sepanjang tahun,”
Enam hari yang dimaksud, bisa dilakukan secara berturut-turut dimulai sehari setelah hari Raya Idul Fitri, semisal puasa Syawal dimulai dari tanggal 2 Syawal dilanjut pada tanggal 3,4,5,6, dan berakhir di tanggal 7 Syawal. Atau pun memulai pada tanggal-tanggal lainnya asalkan masih berada di bulan Syawal.
Namun, bisa juga dilaksanakan dengan waktu yang terpisah, misalnya puasa Syawal dimulai pada tanggal 2 Syawal kemudian dilanjut pada tanggal 5, 7, 8, 10, 13 Syawal, atau dengan tanggal yang tidak berurutan itu pun juga masih boleh selama di bulan Syawal. (*)
Baca Juga: Pierre-Emerick Aubameyang Diincar Barcelona untuk Jadi Pemain Pelapis Robert Lewandowski