SUARA TASIKMALAYA - CEO OpenAI, Sam Altman, baru-baru ini melakukan kunjungan ke Indonesia sebagai bagian dari tur dunia untuk mempromosikan kecerdasan buatan (AI) dan berinteraksi langsung dengan pengguna ChatGPT serta para pengembang.
Kunjungan tersebut diumumkan pertama kali oleh Altman melalui akun Twitter pribadinya pada Maret 2023.
Dalam kunjungannya, Altman diberikan pertanyaan tentang bagaimana Indonesia dapat berperan penting dalam pengembangan teknologi AI seperti Silicon Valley.
Dalam tanggapannya, Altman mengatakan bahwa salah satu hal dasar yang perlu dikuasai adalah menerima kegagalan.
"Menurut saya, dari pengalaman membangun OpenAI, Anda harus siap menerima kegagalan yang signifikan dari segi ekonomi, sosial, dan aspek lainnya," katanya seperti yang dikutip dari siaran langsung di YouTube pada Kamis (6/7/2023).
"Ya, kegagalan memang tidak menyenangkan. Namun, jika Anda bisa menerima dan menghadapinya, setidaknya seiring waktu Anda akan dapat mengatasi rasa gagal tersebut," lanjutnya.
Altman juga menjelaskan bahwa tujuan dari tur ke berbagai negara adalah untuk bertemu dengan para pemangku kebijakan. Ia mendorong kolaborasi antara negara-negara di seluruh dunia untuk membentuk lembaga khusus yang mengawasi perkembangan AI.
ChatGPT yang diperkenalkan pada November 2022 telah mencuri perhatian industri teknologi. Dalam waktu dua bulan, layanan ini telah memiliki 100 juta pengguna aktif.
Dengan popularitas tersebut, Altman menjadi sorotan utama di media. Namun, popularitas ini juga dibarengi dengan kontroversi.
ChatGPT dianggap membawa risiko besar bagi peradaban manusia, termasuk meningkatnya pengangguran akibat penggantian oleh chatbot AI dan maraknya disinformasi.
Dengan demikian, penting adanya lembaga khusus yang berfungsi untuk mengawasi para penggunanya. (*)