SUARA TASIKMALAYA - Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Turkmenistan pada laga FIFA Matchday mendapatkan apresiasi dari Ketua Umum (Ketum) PSSI, Erick Thohir.
Pertandingan FIFA Matchday Timnas Indonesia vs Turkmenistan berhasil digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/9/2023) kemarin.
Melalui perjuangan Dendy Sulistyawan dan Egy Maulana Vikri. Timnas Indonesia dipastikan langsung naik tiga peringkat dari posisi ke-150 dengan poin 1047,46.
Dalam hal ini, Timnas Indonesia berhasil meraih 5,41 poin karena berhasil mempermalukan Turkmenistan pada FIFA Matchday.
Dikutip dari laman resmi PSSI, Erick Thohir menilai pertandingan melawan Turkmenistan tidak mudah.
"Terus terang pertandingan yang tidak mudah. Bisa jaga keunggulan hampir 90 menit," ujar Erick Thohir.
Erick Thohir yang juga ikut menyaksikan laga tersebut mengapresiasi gol yang dicetak oleh Egy Maulana Vikri pada menit ke-90+1 mewakili rekan-rekannya yang berjuang di Timnas Indonesia.
"Bahkan cetak gol tambahan saat injury time, dengan lawan yang secara peringkat ada di atas kita," katanya.
"Saya harus apresiasi pemain yang bisa meraih tradisi kemenangan lagi," sambungnya.
Padahal setelah Dendy Sulistyawan melesatkan tembakan yang sangat kencang pada menit ke-18, pemain Turkmenistan langsung menciptakan permainan intensitas yang sangat tinggi.
Namun, sebelum injury time tiba, Turkmenistan masih menekan Timnas Indonesia. Sayangnya, tim lawan tidak mampu menembus pertahanan skuad Garuda yang diasuh oleh Shin Tae-yong.
Kendati demikian, Erick Thohir mendapatkan pelajaran baru perihal generasi baru yang terus bermunculan untuk memperkuat ataupun mendukung Timnas Indonesia saat berlaga di berbagai kompetisi.
"Meski menang, laga tadi memberikan pelajaran tentang pentingnya kerapatan generasi pesepakbola kita, terutama untuk mendukung Timnas," paparnya.
"Karena itu turnamen elite pro untuk suplai timnas, hingga pembinaan di U-17, hingga U-15 sangat penting agar kita bisa membangun timmas yang tangguh," tandasnya.
Sebagai Ketum PSSI, Erick Thohir tidak akan membuang kesempatan emas agar Timnas Indonesia mampu menciptakan level di atas SEA Games.(*)