SUARA TASIKMALAYA- Ketua Umum PSSI, Erick Thohir tanggapi isu yang bicarakan soal dirinya maju sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) di Pemilu 2024.
Banyak yang mengaggap jabatan sebagai Ketum PSSI hanya sebagai batu loncatan saja, menjelang Pilpres 2024.
Tak sedikit juga yang beranggapan, jika sepak bola Indonesia masih dikatakan belum maju di era kepemipinannya.
Namun, Erick dengan tegas membatah isu-isu tersebut, ia meminta kepada seluruh pihak untuk tidak mencampurkan sepak bola dengan politik.
"Jangan dicampur bola sama politik. Kita sudah sampaikan beberapa kali, tugas saya sebagai Ketum PSSI sampai 2027, kecuali teman-teman media tidak suka, Exco (Komite Eksekutif) menjatuhkan saya tidak apa-apa," kata Erick dikutip dari laman Suara.com, Kamis (28/9/2023).
Menteri BUMN, itu sangat tidak suka statement tersebut, ia juga menegaskan bahwa jabatannya sebagai Ketum PSSI hinggan 2027 mendatang.
"Tapi tugas saya (di PSSI) sampai 2027. Saya tidak suka olahraga dicampur-campur sama politik," tegasnya.
"Kalau memang waktu itu saya ingin cawe-cawe di sepak bola, kenapa Persija juara saya tidak jadi Gubernur DKI Jakarta? Atau saat Asian Games kenapa saya tidak jadi Menpora? Saya di dunia olahraga ini jauh lebih lama dari saya jadi pejabat publik,"
"Karena saya tidak pernah menempatkan diri saya sebagai politisi. Saya bekerja sebagai public servant. Saya melayani dan bekerja untuk Pak Jokowi, pemerintahan Tentu semua ada waktunya dan saya fokus yang di depan mata saja. Sekarang ada (Piala Dunia) U-17, ya fokus itu saja
Baca Juga: Nikita Mirzani Ungkit Borok Mami Eda Cekoki 9 Gelas Minuman Keras ke Lolly: Coba Bayangin......