Studi NASA Ramalkan Kiamat Peradaban Modern

Liberty Jemadu

Senin, 17 Maret 2014 | 17:38 WIB
Studi NASA Ramalkan Kiamat Peradaban Modern
Ilustrasi kiamat (Shutterstock).

Suara.com - Peradaban modern sedang menuju kehancurannya dalam hanya beberapa dekade mendatang akibat instabilitas ekonomi dan pemerasan sumber daya Bumi, demikian hasil sebuah penelitian yang didanai oleh badan antariksa Amerika Serikat, NASA.

Menggunakan model "Human and Natural Dynamical" (Handy), pakar matematika terapan Safa Motesharri menulis menemukan bahwa peradaban dunia akan segera runtuh.

Mengacu pada keruntuhan peradaban-peradaban besar sebelumnya - Kekaisaran Roma, Han, dan Gupta - dia mengatakan bahwa para elit dalam peradaban kita selalu menganggap "biasa" berbagai peringatan bencana dunia dan saat mereka sadar, semuanya sudah terlambat.

"Proses naik dan runtuhnya sebuah peradaban sesungguhnya berlangsung dalam sebuah siklus yang terus berulang, sepanjang perjalanan sejarah," tulis Motesharri.

Dalam studi itu Motesharri dibantu oleh tim ilmu sosial dan ilmu alam. Studi itu didanai oleh Goddard Space Flight Center, sebuah lembaga milik NASA dan akan segera diterbitkan dalam jurnal Ecological Economics.

Studi itu menjelaskan bahwa ada sejumlah faktor yang menyebabkan keruntuhan peradaban dunia, mulai dari pertumbuhan penduduk sampai perubahan iklim. Kombinasi dari faktor-faktor itu bisa menyebabkan kehancuran masyarakat karena perebutan sumber daya dan pembedaan masyarakat secara ekonomi menjadi dua golongan: Elit dan Massa.

Dengan model Handy, Motesharry mencoba menciptakan skenario yang mirip dengan situasi dunia dewasa ini. Menjalankan skenario itu pada model tersebut, Ia menemukan bahwa peradaban dunia memang akan kelihatan berada di jalur yang berkelanjutan untuk waktu yang cukup lama, tetapi bahkan dengan hanya sedikit jumlah Elit akan terlihat bahwa kelompok Elit yang minoritas itu terlalu maruk, sehingga menyebabkan Massa kelaparan dan pada akhirnya membuat peradaban hancur.

Laporan itu menekankan - meski skenario terburuk itu tidak bisa dielakkan lagi - bahwa tindakan konkret harus segera diambil oleh para "Elit" dunia untuk mengembalikan keseimbangan perekonomian dunia.

"Kehancuran peradaban bisa dihindari dan populasi dunia bisa mencapai titik keseimbangan jika penipisan sumber daya bisa dikurangi hingga ke tingkat yang bisa berkelanjutan, dan jika sumber daya dibagi secara rata," tegas para peneliti dalam riset tersebut. (Independent/ Guardian)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Untuk Pertama Kalinya Astronot Jepang Pimpin Stasiun Antariksa Internasional

Untuk Pertama Kalinya Astronot Jepang Pimpin Stasiun Antariksa Internasional

Tekno | Senin, 10 Maret 2014 | 03:36 WIB

Bukti Isolasi, Korea Utara Terlihat "Hitam" dari Antariksa

Bukti Isolasi, Korea Utara Terlihat "Hitam" dari Antariksa

Tekno | Senin, 03 Maret 2014 | 17:03 WIB

Astronot NASA Mengaku Melihat Pesawat "Alien"

Astronot NASA Mengaku Melihat Pesawat "Alien"

Tekno | Senin, 03 Maret 2014 | 13:47 WIB

NASA: Peneliti Temukan 715 Planet Baru

NASA: Peneliti Temukan 715 Planet Baru

Tekno | Kamis, 27 Februari 2014 | 12:22 WIB

Terkini

Amuk Si Jago Merah di Kebayoran Lama Hanguskan Rumah, 85 Personel Damkar Diturunkan

Amuk Si Jago Merah di Kebayoran Lama Hanguskan Rumah, 85 Personel Damkar Diturunkan

News | Selasa, 22 September 2026 | 21:41 WIB

Wajah Baru Harvest, dari Kue Perayaan hingga Roti dan Pastry untuk Menemani Keseharian

Wajah Baru Harvest, dari Kue Perayaan hingga Roti dan Pastry untuk Menemani Keseharian

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 21:31 WIB

Banjir Bandang Solok, Satu Korban Ditemukan Meninggal Dunia

Banjir Bandang Solok, Satu Korban Ditemukan Meninggal Dunia

News | Selasa, 22 September 2026 | 21:24 WIB

Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis

Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 21:06 WIB

Winger PSM Rizky Eka Dipanggil John Herdman, Dean James dan Calvin Verdonk Belum Nongol

Winger PSM Rizky Eka Dipanggil John Herdman, Dean James dan Calvin Verdonk Belum Nongol

Bola | Selasa, 22 September 2026 | 21:05 WIB

Voice Cloning: Modus Scam Baru yang Bikin Pejabat Pun Kena Tipu

Voice Cloning: Modus Scam Baru yang Bikin Pejabat Pun Kena Tipu

Video | Selasa, 22 September 2026 | 21:05 WIB

Presiden FAM Wanti-wanti Pemain Malaysia: Jangan Bikin Malu Main di Indonesia

Presiden FAM Wanti-wanti Pemain Malaysia: Jangan Bikin Malu Main di Indonesia

Bola | Selasa, 22 September 2026 | 21:04 WIB

Mahfud MD Soal Gugatan Pendidikan Gibran: Kalau Saya Hakimnya, Saya Mau Buat Terobosan

Mahfud MD Soal Gugatan Pendidikan Gibran: Kalau Saya Hakimnya, Saya Mau Buat Terobosan

News | Selasa, 22 September 2026 | 20:51 WIB

9 Rekomendasi HP Murah untuk Live TikTok dan Shopee Tidak Cepat Panas

9 Rekomendasi HP Murah untuk Live TikTok dan Shopee Tidak Cepat Panas

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 20:50 WIB

57 Pelajar Keluhkan Kesehatan Usai Makan MBG, SPPG Akui Lalai Tangani Ikan Tuna

57 Pelajar Keluhkan Kesehatan Usai Makan MBG, SPPG Akui Lalai Tangani Ikan Tuna

News | Selasa, 22 September 2026 | 20:42 WIB

×