Studi: Internet Bisa Bunuh Kepercayaan pada Agama

Liberty Jemadu

Senin, 07 April 2014 | 09:08 WIB
Studi: Internet Bisa Bunuh Kepercayaan pada Agama
Ilustrasi Internet (Shutterstock).

Suara.com - Sebuah penelitian menunjukkan adanya hubungan antara meningkatnya pengguna internet dengan berkurangnya kepercaan akan agama-agama. Penelitian itu diterbitkan dalam jurnal MIT Technology Review 4 April kemarin.

Allen Downey, pakar komputer dari Olin College of Engineering, Massachusetts, Amerika Serikat, dalam penelitian itu menganalisis data pemeluk agama di Amerika Serikat selama 1990 sampai 2010 yang dikeluarkan oleh University of Chicago.

Dari analisis awal dia menemukan bahwa selama dua dekade itu jumlah penduduk AS yang tidak beragama menjadi 25 juta. Dia juga menemukan bahwa keluarga adalah faktor utama yang menyebabkan seseorang tetap setia pada agama. Jika dibesarkan dalam keluarga religius maka seseorang akan tumbuh sebagai pemeluk agama.

Meski demikian ia juga menemukan bahwa sejak 1990 jumlah orang yang dibesarkan dalam keluarga beragama sudah sangat berkurang. Artinya dalam periode itu keluarga tidak lagi menjadi faktor penting. Faktor keluarga hanya menyumbang 25 persen terhadap pertambahan orang tidak beragama.

Tingkat pendidikan, jelas Downey, juga berhubungan lurus dengan turunnya jumlah pemeluk agama. Tetapi meski jumlah orang yang menempuh pendidikan hingga tingkat pendidikan tinggi meningkat 10 persen sejak 1980an, pengaruhnya hanya lima persen terhadap bertambahnya kelompok tidak beragama.

Dalam analisis lebih lanjut Downey menemukan bahwa penggunaan internet adalah salah satu faktor utama yang mendorong bertambahnya jumlah orang tidak beragama di AS. Setidaknya internet menjelaskan 25 persen kasus bertambahnya jumlah umat tidak beragama di AS.

Pada era 1980an, internet belum digunakan secara umum di AS. Tetapi pada 2010, 53 persen warga AS menghabiskan minimal dua jam di dunia maya setiap pekan dan 25 persen lagi menghabiskan tujuh jam setiap pekan untuk mengakses internet.

Downey memang mengingatkan bahwa studinya tidak serta merta menunjukkan hubungan sebab akibat, tetapi hanya menampikkan perbandingan lurus antara peningkatan jumlah umat tidak beragama dengan tingginya penggunaan internet.

Dalam studi itu ia memasukkan sejumlah faktor, selain internet, keluarga, dan pendidikan, seperti pendapatan, status sosial ekonomi, serta lingkungan tempat tingal. Ia hanya menemukan korelasi tinggi antara penggunaan internet dengan turunnya jumlah orang tidak beragama. (CNET/ Daily Mail)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

 Jangan Harap Bisa Akses "Youtube" di 10 Negara Ini

Jangan Harap Bisa Akses "Youtube" di 10 Negara Ini

Tekno | Sabtu, 22 Maret 2014 | 08:00 WIB

Studi: 53 Persen Warga Amerika Tergantung kepada Internet

Studi: 53 Persen Warga Amerika Tergantung kepada Internet

Tekno | Selasa, 11 Maret 2014 | 08:16 WIB

10 Alasan Ini Sudah "Basi" di Era Teknologi

10 Alasan Ini Sudah "Basi" di Era Teknologi

Tekno | Senin, 10 Maret 2014 | 16:30 WIB

Terkini

Kebakaran Lahap Permukiman Padat di Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran Lahap Permukiman Padat di Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Jakarta | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Gugatan Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel Bergulir di PTUN, Prosedur Evaluasi BKN Jadi Sorotan

Gugatan Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel Bergulir di PTUN, Prosedur Evaluasi BKN Jadi Sorotan

Banten | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:41 WIB

Temuan MK soal Ijazah Gibran, Feri Amsari: Bisa Jadi Jalan Pemakzulan

Temuan MK soal Ijazah Gibran, Feri Amsari: Bisa Jadi Jalan Pemakzulan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:41 WIB

Sektor Akomodasi dan Mamin Tumbuh 13,14 Persen, Industri MICE Jadi Motor Ekonomi

Sektor Akomodasi dan Mamin Tumbuh 13,14 Persen, Industri MICE Jadi Motor Ekonomi

Jakarta | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Tiba dari Seoul, Tatang Winata Ditangkap Bareskrim Kasus Dugaan Penyelundupan Rp 253 Miliar

Tiba dari Seoul, Tatang Winata Ditangkap Bareskrim Kasus Dugaan Penyelundupan Rp 253 Miliar

Jabar | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:30 WIB

Aturan Baru Ojol Hingga Kurir Makanan Resmi Dirilis, Apa Saja Untungnya Bagi Mitra?

Aturan Baru Ojol Hingga Kurir Makanan Resmi Dirilis, Apa Saja Untungnya Bagi Mitra?

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:22 WIB

Kairul Anwar Terpilih Aklamasi Jadi Ketua PSSI Jawa Tengah 2026-2030

Kairul Anwar Terpilih Aklamasi Jadi Ketua PSSI Jawa Tengah 2026-2030

Jawa Tengah | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:20 WIB

Rantai Dugaan Pidana Suket Gibran Bisa Panjang, dari Pembuat hingga Pengguna

Rantai Dugaan Pidana Suket Gibran Bisa Panjang, dari Pembuat hingga Pengguna

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Perpres Ojol Terbit, Tiga Kementerian Bentuk Satgas agar Aturan Tak Tumpang Tindih

Perpres Ojol Terbit, Tiga Kementerian Bentuk Satgas agar Aturan Tak Tumpang Tindih

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:04 WIB

Bukan MBG, Ratusan Orang di Bandung Diduga Keracunan Makanan Ini, Polisi Turun Tangan

Bukan MBG, Ratusan Orang di Bandung Diduga Keracunan Makanan Ini, Polisi Turun Tangan

Jabar | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:04 WIB

×