Suara.com - Dinas Rahasia Amerika Serikat (AS) sedang menawarkan tender pembuatan program komputer yang dapat mendeteksi sarkasme pada Twitter.
Melalui situs Federal Bussiness Opportunities, badan tersebut mengatakan bahwa program tersebut harus mampu menganalisis data media sosial secara akurat sehingga dapat mendeteksi potensi ancaman terhadap keamanan nasional. Namun, belum apa-apa, rencana itu sudah menuai kritik.
Menurut direktur Pusat Informasi Privasi Elektronik Ginger McCall, jika program tersebut nanti ada, dikhawatirkan akan membatasi kebebasan berekspresi. Sementara itu, dari sudut pandang teknis, program semacam itu sulit terwujud.
Menurut Peter Eckersley, direktur proyek Yayasan Electronic Frontier, komputer tidak dapat memahami kompleksitas dari tema pembicaraan antar pengguna media sosial.
Selain dituntut untuk mampu mendeteksi sarkasme, program itu juga diharuskan mampu mengidentifikasi hasutan, mengukur sentimen terhadap topik-topik tertentu, serta menginterpretasikan isi pembicaraan dalam beragam bahasa.
Dinas Rahasia AS tidak menjelaskan apa tujuan dari program itu nantinya. Namun mereka memaparkan misi dari program tersebut yakni "menjaga integritas perekonomian", dan "melindungi pemimpin negara, serta kepala negara dan kepala pemerintahan yang datang berkunjung". (Dailymail)