Mikroba Picu Lahirnya Ritual dalam Agama?

Liberty Jemadu

Senin, 18 Agustus 2014 | 12:14 WIB
Mikroba Picu Lahirnya Ritual dalam Agama?
Ilustrasi mikroba (Shutterstock).

Suara.com - Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Biology Direct mengajukan sebuah teori baru tentang ritual-ritual agama. Riset itu mengutarakan bahwa ritual dalam agama sebenarnya didorong oleh mikroba atau parasit dalam tubuh manusia.

Penelitian yang dipimpin oleh Alexandre Panchin dari Rusia dan diterbitkan pada Juli lalu mengajukan "hipotesis biomeme", yang menyatakan bahwa beberapa ritual keagamaan bisa saja didorong oleh parasit dalam tubuh

Parasit atau mikroba itu, untuk bisa menular ke manusia lain, memaksa induknya untuk melakukan hal-hal yang tidak rasional, seperti meminum anggur dari satu piala bersama-sama, menceburkan diri ke dalam sungai yang sama, atau berkumpul di satu tempat yang sama untuk mencium batu atau ikon tertentu.

Awalnya Panchins dkk, mengetahui bahwa beberapa ritual dalam agama-agama bisa menularkan kuman. Mereka lalu bertanya, bagaimana jika sebaliknya? Jika justru mikroba itu yang mendorong manusia menciptakan ritual?

Kemampuan mikroba atau virus untuk mengubah perilaku inang bukannya tidak lazim. Banyak kuman yang bisa mengubah perilaku inang mereka, agar mereka bisa menular lebih cepat.

Contohnya saja rabies, yang menular lewat gigitan dan mengubah otak mamalia yang terinfeksi, membuatnya sangat agresif. Contoh lain adalah Toxoplasmosis, kuman pada kucing yang jika menginfeksi tikus bisa membuat binatang pengerat itu tidak takut pada kucing.

Pada manusia sendiri ada sekumpulan bakteri di saluran pencernaan yang bisa mempengaruhi mood dan keputusan manusia untuk memilih makanan. Dalam sebuah studi yang diterbitkan di jurnal BioEssays pekan kedua Agustus kemarin, disebutkan bahwa bakteri di sistem pencernaan bisa mempengaruhi otak manusia untuk mengonsumsi makanan yang bisa membuat bakteri itu berkembang biak lebih cepat.

Dalam studi itu para ilmuwan dari beberapa universitas di Amerika Serikat menemukan bahwa bakteri bisa mengubah pola makan manusia dengan mempengaruhi otak melalui syaraf-syaraf vagus yang terhubung dengan 100 juta sel syaraf dari sistem pencernaan ke otak.

Para peneliti yakin berbagai jenis mikroba, yang dikenal sebagai gut microbiome, mempengaruhi pikiran manusia dengan melepaskan molekul-molekul sinyal ke usus manusia. Karena usus manusia terhubung dengan sistem kekebalan tubuh, sistem endokrin, dan sistem syaraf maka sinyal-sinyal itu bisa mempengaruhi reaksi psikologi dan perilaku manusia.

Meski demikian studi Panchins dkk masih bermain di tataran hipotesis, karena belum sampai pada tahap mencari bukti-bukti empiris untuk dianalisis seperti pada studi tentang mikroba di usus manusia. Karenanya, studi Panchins itu masih harus diuji lebih lanjut. ((Daily Beast/Medical Xpress)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Internet Bisa Bunuh Kepercayaan pada Agama

Studi: Internet Bisa Bunuh Kepercayaan pada Agama

Tekno | Senin, 07 April 2014 | 09:08 WIB

Terkini

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Daftar Rincian Isi 7 Koper Emas 74 Kg dan Dolar di Brankas Rumah Febrie Adriansyah

Daftar Rincian Isi 7 Koper Emas 74 Kg dan Dolar di Brankas Rumah Febrie Adriansyah

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:35 WIB

KPK Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus Jalan Sumut, Salah Satunya dari BBPJN

KPK Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus Jalan Sumut, Salah Satunya dari BBPJN

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:34 WIB

Penerimaan Pajak Melesat 24,1% di Agustus 2026 karena Pemerintah Tunda Restitusi ke Pengusaha

Penerimaan Pajak Melesat 24,1% di Agustus 2026 karena Pemerintah Tunda Restitusi ke Pengusaha

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:33 WIB

Istanbul Jadi Sumber Inspirasi, Brand Fashion Indonesia Perkuat Jejak di Turkiye

Istanbul Jadi Sumber Inspirasi, Brand Fashion Indonesia Perkuat Jejak di Turkiye

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:31 WIB

12 Perusahaan di Sumsel Disegel KLH Terkait Karhutla, Sampel Diuji untuk Tentukan Sanksi

12 Perusahaan di Sumsel Disegel KLH Terkait Karhutla, Sampel Diuji untuk Tentukan Sanksi

Sumsel | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Pintu Lift Rusak, 6 Penumpang Terjebak di Stasiun Manggarai Berhasil Dievakuasi

Pintu Lift Rusak, 6 Penumpang Terjebak di Stasiun Manggarai Berhasil Dievakuasi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:14 WIB

Defisit APBN Cuma 0,93% di Agustus 2026, Ternyata Ada Peran Bank Indonesia

Defisit APBN Cuma 0,93% di Agustus 2026, Ternyata Ada Peran Bank Indonesia

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:11 WIB

Masih Bocah, Pelaku Begal Sadis Seret Warga Pekanbaru hingga 600 Meter Ditangkap

Masih Bocah, Pelaku Begal Sadis Seret Warga Pekanbaru hingga 600 Meter Ditangkap

Riau | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:08 WIB

PNM Kembali Terbitkan Orange Bond dan Orange Sukuk Rp2,59 Triliun

PNM Kembali Terbitkan Orange Bond dan Orange Sukuk Rp2,59 Triliun

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:50 WIB

×