Suara.com - Sebuah penelitian di Amerika Serikat menemukan hubungan antara penggunaan Craiglist dengan meningkatnya jumlah penderitah HIV Aids. Penelitian yang digelar Universitas Minnesota itu menunjukkan bahwa untuk tiap orang yang baru mengenal situs iklan baris personal itu, maka risiko munculnya kasus HIV baru naik sebesar 16 persen.
Dalam penelitian itu para ilmuwan menganalisis data Craiglist dari 33 negara bagian di AS selama 1999 sampai 2008.
Meningkatnya kasus HIV tampak ketika membandingkan penggunaan Craiglist di wilayah-wilayah yang belum mengenal situs layanan iklan baris itu dengan daerah lain yang sudah aktif menggunakannya selama setidaknya satu tahun.
James Chan, peneliti dalam studi itu, mengatakan ia melakukan riset tersebut setelah membuka iklan-iklan Craiglist di New York, AS.
"Saya terkejut karena saya menemukan bahwa hampir semua iklan di sana adalah ajakan untuk berkencan. Iklan-iklan itu sangat eksplisit," kata Chan.
Dalam periode riset itu, Craiglist sendiri sudah melarang iklan-iklan jasa prostitusi dan setiap tawaran jasa personal selalu ditempeli dengan peringataan berbunyi "Seks aman mengurangi risiko terjangkit penyakit yang menular lewat hubungan seksual."
"Penelitian kami menunjukkan bahwa HIV kini menyebar lewat rute baru, yakni melewati wilayah digital," jelas Chan.
Craiglist sendiri jamak digunakan di AS, Eropa, Australia, dan sebagian wilayah Asia. Situs ini menyediakan layanan iklan baris mulai dari lowongan pekerjaan, penjualan barang bekas, kencan, hingga jodoh. (The Independent)