Array

5 Panduan Berdebat Cerdas di Twitter

Liberty Jemadu Suara.Com
Rabu, 18 Maret 2015 | 18:19 WIB
5 Panduan Berdebat Cerdas di Twitter
Ilustrasi debat di Twitter (Shutterstock).

Suara.com - Perdebatan di media sosial seperti Twitter dan Facebook sudah lazim di Tanah Air. Bahkan ada istilah khusus untuk adu argumen di Twitter: "Twitwar". Sayangnya, dalam beberapa kasus, perdebatan yang harusnya mencerdaskan justru berakhir memalukan.

Salah satu insiden terakhir adalah duel dua pengguna Twitter di kompleks olahraga Senayan, Jakarta Selatan, Februari kemarin. Duel antara pemilik akun @redinparis dan @panca66 itu diduga karena dipicu perdebatan soal politik di Twitter.  Tak jarang pula debat di media sosial penuh dengan kata-kata kotor, umpatan, dan caci maki.

(Baca: Tak Puas Debat di Medsos, Pengguna Twitter Duel di Senayan)

Lalu apa yang harus dilakukan agar diskusi dan debat di Twitter lebih beradab dan berkelas?

Berikut adalah beberapa tips yang disarikan dari Mashable:

1. Tetap tenang
Jangan biarkan Anda terbawa emosi. Salah satu kunci untuk berargumen dengan cerdas adalah dengan tetap berpikir dengan kepala dingin.

Jika ada komentar yang membuat emosi, tidak ada salahnya untuk tinggalkan komputer atau smartphone Anda sejenak. Jangan terburu-buru membalas argumentasi lawan debat Anda. Siapkan argumentasi Anda dengan baik, sehingga apa yang Anda tulis kemudian tidak membuat Anda menyesal.

2. Jangan gengsi bertanya
Ingat, media seperti Twitter membatasi gagasan tulisan hanya dalam 140 karakter. Jadi, sebaiknya bertanya dulu tentang argumentasi seseorang jika Anda tak paham betul dengan apa yang disampaikan. Jangan terburu-buru merespon, karena bisa saja apa yang disampaikan justru sama dengan pikiran Anda.

3. Tak semua orang harus Anda ladeni
Marah dan terpancing mengeluarkan kata-kata kotor bisa jadi tujuan lawan debat Anda. Sebaiknya teliti dalam berdebat sering kali hinaan ke pribadi memang ditujukan untuk membuat Anda marah dan tidak fokus pada topik debat. Saat Anda marah, seketika itu pula lawan Anda merasa puas.

Karenanya pandai-pandai memilih lawan debat. Tak semua orang layak diladeni. Jika Anda yakin seseorang hanya berniat membuat Anda marah, jangan memberinya kepuasan.

4. Tetap santun
Kesantunan penting dan sama sekali tak membuat Anda rugi. Bahkan jika Anda seseorang untuk berhenti mengotori lini massa Anda, katakanlah dengan santun. Selain akan membuat Anda lebih keren, argumen yang santun akan lebih punya otoritas ketimbang jika disampaikan secara kasar.

5. Sadar ketika saatnya untuk mundur tiba
Berdebat tak harus menghabiskan waktu sepanjang hari. Setelah semua poin dan argumentasi Anda rampung dijabarkan dan lawan debat Anda terus berusaha membuat Anda marah, maka tinggalkan dia sendiri. Anda tak punya kewajiban untuk membuat kesimpulan. Biarkan netizen melihat dan menilai sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI