Simpan Rencana Pemboman di PlayStation, Bocah Austria Dipidana

Liberty Jemadu

Selasa, 26 Mei 2015 | 17:28 WIB
Simpan Rencana Pemboman di PlayStation, Bocah Austria Dipidana
Ilustrasi konsol PlayStation 4. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang remaja di Austria, pada Selasa (26/5/2015), didakwa dalam kasus terorisme setelah diketahui berencana membuat bom dan bergabung dengan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah. Rencana bocah 14 tahun itu terungkap setelah polisi memeriksa konsol game PlayStation miliknya.

Bocah yang dikenal dengan nama Mertkan G itu disebut berencana membuat bom dan meledakannya di beberapa tempat umum di Wina, Austria. Ia diketahui berasal dari keluarga Turki yang diberi suaka oleh Austria pada 2007.

Rencana bocah itu terungkap setelah polisi menemukan sejumlah data dalam konsol PlayStation miliknya berisi cara-cara membuat bom yang dia unduh dari internet. Bocah itu juga diketahui berencana pergi ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah.

Kejaksaan wilayah Polten, Austria juga menemukan beberapa foto dan video propaganda ISIS dalam PlayStation Mertkan, yang berisi aksi pemenggalan, penyiksaan, dan pembunuhan massal di Irak dan Suriah.

Mertkan pertama kali diperiksa polisi pada Oktober 2014, setelah kepala sekolah tempatnya belajar memperingatkan polisi bahwa bocah itu membuat pernyataan terkait ISIS dan mulai menunjukkan perilaku radikal.

Ia kemudian ditahan selama beberapa minggu dan dilepaskan dengan jaminan pada November. Polisi memerintahkannya untuk dirawat psikiater, diizinkan kembali bersekolah, dan pasportnya ditarik.

Pada Januari silam dia kembali ditahan oleh polisi, setelah ibunya melaporkan dirinya hilang dari rumah. Polisi menemukannya di sebuah restoran di Wina. Sejak itu dia ditahan dan mulai disidangkan Mei ini dengan ancaman hukuman penjara lima tahun.

Surat kabar Austria, Kronen Zeitung, sempat melaporkan bahwa bocah itu sudah direkrut oleh ISIS via internet. Ia dijanjikan posisi spesial oleh ISIS dan diberikan uang 25.000 dolar (sekitar Rp330 juta) sebagai imbalan untuk melakukan pemboman.

Pemerintah Austria sendiri mengatakan ada sekitar 170 wargnya yang sudah pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. (Reuters/Russia Today)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dana Bantuan Kemanusiaan PBB untuk Ramadi Menipis

Dana Bantuan Kemanusiaan PBB untuk Ramadi Menipis

News | Rabu, 20 Mei 2015 | 07:40 WIB

Zayn Malik Diminta Rayu ABG Inggris Tak Gabung dengan ISIS

Zayn Malik Diminta Rayu ABG Inggris Tak Gabung dengan ISIS

Entertainment | Senin, 18 Mei 2015 | 06:00 WIB

Serbuan Pasukan Khusus AS Tewaskan Pimpinan Senior ISIS

Serbuan Pasukan Khusus AS Tewaskan Pimpinan Senior ISIS

News | Sabtu, 16 Mei 2015 | 22:07 WIB

Terkini

Mengapa Sambungan Rel Kereta Api Ada Celahnya? Ini Alasannya

Mengapa Sambungan Rel Kereta Api Ada Celahnya? Ini Alasannya

Tekno | Rabu, 02 September 2026 | 07:51 WIB

Warga Dibayar Rp150 Ribu Padamkan Karhutla, Seberapa Efektif Strategi Baru Herman Deru?

Warga Dibayar Rp150 Ribu Padamkan Karhutla, Seberapa Efektif Strategi Baru Herman Deru?

Sumsel | Rabu, 02 September 2026 | 07:50 WIB

Petaka di Balik Porsi MBG: 431 Santri Sidoarjo Tumbang, 19 Sekolah Siaga Satu

Petaka di Balik Porsi MBG: 431 Santri Sidoarjo Tumbang, 19 Sekolah Siaga Satu

Jatim | Rabu, 02 September 2026 | 07:38 WIB

Waskita Karya Digitalisasi Pembayaran Proyek, Jadi Perusahaan Konstruksi Pertama Bersertifikasi SNAP

Waskita Karya Digitalisasi Pembayaran Proyek, Jadi Perusahaan Konstruksi Pertama Bersertifikasi SNAP

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 07:37 WIB

Jelang Tur Konser KATSEYE, Sophia Putuskan Skip Demi Kesehatan Mental

Jelang Tur Konser KATSEYE, Sophia Putuskan Skip Demi Kesehatan Mental

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 07:35 WIB

Kasus ISPA Meningkat di Seluruh Provinsi Kalimantan akibat Asap Karhutla

Kasus ISPA Meningkat di Seluruh Provinsi Kalimantan akibat Asap Karhutla

News | Rabu, 02 September 2026 | 07:33 WIB

BEI Targetkan Penghapusan Harga Minimum Rp50 Berlaku Akhir September

BEI Targetkan Penghapusan Harga Minimum Rp50 Berlaku Akhir September

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 07:30 WIB

Posko Pengungsian dan Kesehatan Dibuka untuk Warga Terdampak Sinabung

Posko Pengungsian dan Kesehatan Dibuka untuk Warga Terdampak Sinabung

Foto | Rabu, 02 September 2026 | 07:30 WIB

Drama 45 Menit Evakuasi Korban Terjepit Kabin Ringsek di Candimas Natar

Drama 45 Menit Evakuasi Korban Terjepit Kabin Ringsek di Candimas Natar

Lampung | Rabu, 02 September 2026 | 07:22 WIB

Benarkah Air Kelapa Bisa Mengobati Keracunan Makanan? Ini Penjelasan Dokter

Benarkah Air Kelapa Bisa Mengobati Keracunan Makanan? Ini Penjelasan Dokter

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 07:17 WIB

×