- PT Waskita Karya meluncurkan sistem pembayaran terintegrasi menggunakan layanan API BNI berstandar SNAP pada Rabu, 2 September 2026.
- Waskita Karya menjadi perusahaan konstruksi pertama yang berhasil mendapatkan sertifikasi SNAP untuk memperkuat transformasi digital perusahaan.
- Penerapan sistem Host to Host berdampak positif pada efisiensi proses keuangan, transparansi, serta pengelolaan arus kas perusahaan.
Suara.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk meluncurkan sistem Host to Host (H2H) pembayaran terintegrasi.
Hal ini memanfaatkan layanan Application Programming Interface (API) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI yang telah berstandar Nasional Open API (SNAP).
Melalui implementasi tersebut, Waskita Karya menjadi perusahaan konstruksi pertama yang mendapatkan sertifikasi SNAP.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya perseroan memperkuat transformasi digital sekaligus memudahkan proses pembayaran.
Melalui sistem H2H, proses pembayaran dapat dilakukan secara otomatis dengan menghubungkan sistem internal perusahaan, sebagai host secara langsung dengan sistem perbankan atau lembaga keuangan sebagai host lainnya secara real time.
Sistem tersebut ditujukan untuk membuat proses keuangan menjadi lebih terintegrasi, efisien, transparan, dan akuntabel.
![Gambar Ilustrasi Logo Waskita Karya. [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/12/05/82517-ilustrasi-waskita-logo-waskita-pt-waskita-pt-waskita-karya.jpg)
Direktur Keuangan Waskita Karya, Wiwi Suprihatno, mengatakan, implementasi H2H merupakan wujud nyata transformasi digital perusahaan sekaligus memperkuat proses sentralisasi pembayaran di Waskita.
"Hal ini sejalan dengan transformasi Waskita yang mengacu pada delapan stream. Salah satunya transformasi bisnis dalam rangka penguatan tata kelola dana demi mewujudkan Good Corporate Governance (GCG)," ujar Wiwi dalam keterangan resmi, Rabu(2/9/2026).
Dengan penerapan H2H melalui API yang telah terstandarisasi SNAP, pengajuan pembayaran oleh tim proyek tidak lagi membutuhkan dokumen tagihan fisik. Seluruh proses dilakukan secara digital melalui aplikasi SAP.
Tim proyek juga dapat memantau secara langsung alur pengajuan pembayaran kapan pun dan di mana pun. Sementara itu, mitra kerja Waskita dapat memperoleh informasi mengenai pembayaran tagihan secara real time.
"Penerapan H2H berdampak positif terhadap pengelolaan arus kas serta sejalan dengan prioritas dan strategi Perseroan. Ke depannya Waskita Karya akan melakukan digitalisasi menyeluruh terhadap sistem operasional perusahaan," tutur Wiwi.
Wiwi juga menyampaikan, apresiasi kepada BNI atas dukungannya dalam memperkuat ekosistem digital Waskita. Menurutnya, sinergi tersebut dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
"Pemanfaatan layanan API BNI merupakan wujud kolaborasi BUMN yang bertujuan memudahkan masyarakat sekaligus mendorong sistem pembayaran nasional. Diharapkan kerja sama yang terjalin dapat terus berjalan dan mewujudkan digitalisasi berkelanjutan," kata Wiwi.