-
Air kelapa berfungsi mencegah dehidrasi saat keracunan makanan, bukan membunuh bakteri.
-
Dr. Juanda Leo menjelaskan oralit lebih efektif menggantikan elektrolit dibanding air kelapa.
-
Penderita keracunan makanan disarankan menghindari asupan makanan tinggi gula saat pemulihan.
Suara.com - Keracunan makanan merupakan masalah kesehatan yang dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Kondisi ini biasanya terjadi akibat mengonsumsi bahan makanan atau minuman yang telah terkontaminasi.
Saat mengalami keracunan, penderita umumnya merasakan gejala berupa mual, muntah, diare, kram perut, demam, sakit kepala, hingga tubuh melemah akibat kehilangan banyak cairan.
Untuk mengatasinya, masyarakat Indonesia sering mengandalkan air kelapa muda sebagai pertolongan cepat. Namun, benarkah air kelapa mampu menyembuhkan keracunan makanan?
Fungsi Air Kelapa: Mencegah Dehidrasi, Bukan Pembunuh Bakteri
Secara medis, air kelapa tidak bisa menyembuhkan atau mengeliminasi total bakteri dan racun penyebab keracunan di dalam tubuh.

Air kelapa berfungsi utama sebagai langkah pertolongan pertama untuk menambah cairan tubuh guna mencegah dehidrasi, bukan sebagai obat utama pembunuh kuman.
Meski demikian, air kelapa muda memang memiliki nilai lebih berkat kandungan fitokimia bernama tanin.
Tanin memiliki sifat antioksidan dan antibakteri alami yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri di dalam tubuh, sehingga dapat mendukung proses penyembuhan diare akibat infeksi bakteri.
Pandangan Pakar Medis: Oralit vs Air Kelapa
Kendati air kelapa bermanfaat, pakar kesehatan menilai ada racikan yang jauh lebih efektif untuk menggantikan elektrolit tubuh saat diare.
Dokter Spesialis Gastroenterologi, Hepatologi & Endoskopi dari Mount Elizabeth Hospital, Singapore, Dr. Juanda Leo, memaparkan bahwa penderita diare akibat keracunan makanan lebih disarankan mengonsumsi oralit.
"Kalau menurut saya oralit itu lebih bagus daripada air kelapa. Kadang-kadang kita kan suka karena rasanya segar, jadi daripada nggak minum apa-apa," papar Dr. Juanda Leo dalam sesi bincang edukasi medis di kanal YouTube Dr Tony Setiobudi.
Dr. Juanda menerangkan, air kelapa masih memiliki kandungan lemak tertentu. Sebaliknya, komposisi oralit telah dirancang secara medis dan presisi untuk penderita diare.
"Tapi air kelapa masih ada lemaknya. Kalau oralit dia memang proporsi gula dan elektrolitnya itu memang khusus untuk diare, jadi gampang diabsorpsi dan elektrolitnya juga pas untuk orang yang diare," tegasnya.
Tips Penanganan Saat Gejala Ringan
Selain memprioritaskan asupan cairan yang tepat, Dr. Juanda juga mengingatkan agar penderita keracunan makanan dengan gejala ringan menghindari makanan dan minuman tinggi gula.
Asupan gula berlebih justru dapat mengganggu proses pemulihan saluran pencernaan. Jika ingin minum jus buah asli, disarankan untuk mengencerkannya dengan air putih terlebih dahulu agar kadar gulanya berkurang.
Minum air kelapa saat keracunan makanan tetap diperbolehkan dan bermanfaat sebagai penambah cairan darurat.
Namun, untuk mengembalikan keseimbangan elektrolit tubuh secara cepat dan optimal, oralit lebih direkomendasikan untuk proses penyembuhan yang lebih efektif.