Kasus ISPA Meningkat di Seluruh Provinsi Kalimantan akibat Asap Karhutla

Vania Rossa, Lilis Varwati

Rabu, 02 September 2026 | 07:33 WIB
Kasus ISPA Meningkat di Seluruh Provinsi Kalimantan akibat Asap Karhutla
Ilustrasi karhutla di Kalimantan Barat. (Dok. Ist)
baca 10 detik
  • Kementerian Kesehatan RI mencatat 50.891 kasus ISPA di seluruh provinsi Kalimantan sejak Juli hingga 1 September 2026.
  • Lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut tersebut disebabkan oleh paparan kabut asap dari bencana kebakaran hutan dan lahan.
  • Peningkatan gangguan pernapasan akibat asap lintas wilayah ini berdampak pada 63 kabupaten dan kota di pulau Kalimantan.

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat adanya lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) secara merata di seluruh provinsi di Kalimantan. Peningkatan kasus ini merupakan imbas langsung dari paparan kabut asap akibat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, MA, memaparkan bahwa puluhan ribu kasus ISPA telah terakumulasi sejak pertengahan tahun akibat kabut asap karhutla.

“Sejak kami pantau, terutama bulan Juli dan Agustus setelah ada potensi terjadinya peningkatan kebakaran, asap kebakaran daripada karhutla ini, terkumpul total kumulatif 50.891 kasus ISPA sejak bulan Juli,” ujar dr. Andi dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/9/2026).

Berdasarkan data Kemenkes, puluhan ribu kasus tersebut menyerang berbagai kelompok usia, mulai dari balita hingga orang dewasa.

“Dari jumlah tersebut terbagi, usia 5 tahun itu sebanyak 12.600 dan di atas 5 tahun itu sebesar 38.291 kasus,” rincinya.

Lebih lanjut, dr. Andi menyoroti bahwa dampak kabut asap ini tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat di daerah yang menjadi titik api utama, melainkan menyebar merata ke seluruh pulau.

“Sebenarnya ya kasus ISPA ini terjadi peningkatan kasus bukan hanya pada 7 provinsi atau kabupaten tertentu yang punya indeks ispu yang tinggi. tetapi sebenarnya ini mencakup juga seluruh provinsi di Kalimantan,” tegas dr. Andi.

Ia mengambil contoh kondisi di Kalimantan Utara. Meski tidak memiliki titik api yang signifikan, wilayah tersebut tetap mencatatkan lonjakan pasien gangguan pernapasan jika dibandingkan dengan data tahun-tahun sebelumnya.

“Contohnya Kalimantan Utara, kebakaran hutan dan lahan di sana itu nyaris belum ada, tetapi peningkatan kasus ISPA, kalau kita lihat tadi itu meningkat ya. Dan kita dibandingkan dengan data 2025 dan 2026 saat ini menunjukkan memang ada peningkatan kasus di semua provinsi,” paparnya.

baca juga

Kondisi di Kalimantan Utara tersebut membuktikan bahwa pergerakan asap lintas wilayah memegang peranan besar dalam penyebaran penyakit.

“Kalimantan Utara itu juga bisa peningkatan kasus karena memang asap ini kan tertiup angin ke provinsi sebelahnya, sehingga menimbulkan resiko atau kejadian daripada penyakit ISPA,” jelas dr. Andi.

Secara keseluruhan, sebaran wilayah terdampak imbas karhutla ini mengalami peningkatan yang cukup luas di tingkat daerah.

“Dan kami catat bahwa jumlah kabupaten kota yang meningkat kasus ISPA di tahun ini ada sebanyak 63 kabupaten kota,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Karhutla di Aceh Barat Meluas, Tembus 6,5 Hektare Lahan

Karhutla di Aceh Barat Meluas, Tembus 6,5 Hektare Lahan

Foto | Rabu, 02 September 2026 | 06:00 WIB

Berharap Hujan Segera Turun, Masjid Agung Al-Azhar Gelar Shalat Istisqa

Berharap Hujan Segera Turun, Masjid Agung Al-Azhar Gelar Shalat Istisqa

Foto | Selasa, 01 September 2026 | 19:13 WIB

Viral Istri Gubernur Kalteng Curhat Suka Dihakimi, Balasan Netizen Bikin Geleng Kepala

Viral Istri Gubernur Kalteng Curhat Suka Dihakimi, Balasan Netizen Bikin Geleng Kepala

Entertainment | Selasa, 01 September 2026 | 18:28 WIB

Terkini

Dua ABK Filipina Tewas dalam Penyerangan Kapal Tanker Arab Saudi di Selat Hormuz

Dua ABK Filipina Tewas dalam Penyerangan Kapal Tanker Arab Saudi di Selat Hormuz

News | Kamis, 03 September 2026 | 07:37 WIB

Lawan Lonjakan Harga, Pemkot Bandar Lampung Gempur Pasar dengan Bahan Pokok Murah

Lawan Lonjakan Harga, Pemkot Bandar Lampung Gempur Pasar dengan Bahan Pokok Murah

Lampung | Kamis, 03 September 2026 | 07:35 WIB

"What Happened to You?", Buku yang Mengajarkan Anak Tentang Disabilitas

"What Happened to You?", Buku yang Mengajarkan Anak Tentang Disabilitas

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 07:35 WIB

Update Harga HP Infinix September 2026: Dari Rp1 Jutaan hingga Seri Ultra

Update Harga HP Infinix September 2026: Dari Rp1 Jutaan hingga Seri Ultra

Tekno | Kamis, 03 September 2026 | 07:31 WIB

Kabut Asap Karhutla Kepung Kalimantan Selatan

Kabut Asap Karhutla Kepung Kalimantan Selatan

Foto | Kamis, 03 September 2026 | 07:30 WIB

Petaka MBG di Sidoarjo: 512 Siswa Tumbang, BGN Sanksi Berat SPPG

Petaka MBG di Sidoarjo: 512 Siswa Tumbang, BGN Sanksi Berat SPPG

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 07:29 WIB

Pemerintah Turunkan Harga BBM Non Subdisi, Berlaku Semua RON di Malaysia

Pemerintah Turunkan Harga BBM Non Subdisi, Berlaku Semua RON di Malaysia

News | Kamis, 03 September 2026 | 07:27 WIB

Ketidakpastian Global Masih Tinggi, Gubernur BI Baru Tegaskan Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi

Ketidakpastian Global Masih Tinggi, Gubernur BI Baru Tegaskan Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 07:26 WIB

Tenaga Kesehatan Menumpuk di Jawa, Indonesia Timur Krisis Dokter

Tenaga Kesehatan Menumpuk di Jawa, Indonesia Timur Krisis Dokter

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 07:25 WIB

SIG Hidupkan Lagi Semen Kujang, Siap Rebut Pasar Jawa Barat

SIG Hidupkan Lagi Semen Kujang, Siap Rebut Pasar Jawa Barat

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 07:17 WIB

×