Mengapa Sambungan Rel Kereta Api Ada Celahnya? Ini Alasannya

Husna Rahmayunita

Rabu, 02 September 2026 | 07:51 WIB
Mengapa Sambungan Rel Kereta Api Ada Celahnya? Ini Alasannya
Rel kereta api, atau perlintasan kereta api. [Unsplash/Kendrew Schexnider]
baca 10 detik
  • Sambungan rel kereta api ada celahnya untuk mencegah risiko rel membengkok.

  • Pemuaian batang baja rel terpicu oleh sinar matahari dan gesekan roda.

  • Ukuran celah rel kereta api dihitung presisi agar perjalanan tetap aman dan nyaman.

Suara.com - Pernahkah memperhatikan celah renggang pada sambungan besi rel kereta api? Rupanya hal itu bukan tanpa sebab.

Rahasia di balik celah pada sambungan rel kereta api ternyata berhubungan erat dengan prinsip fisika pemuaian zat padat demi menjaga keselamatan perjalanan rel kereta.

Lantas, mengapa sambungan rel kereta api ada celahnya? Simak ulasannya di bawah ini.

Mencegah Rel Bengkok Akibat Pemuaian

Rel kereta api terbuat dari bahan baja yang peka terhadap perubahan suhu. Batang baja ini bisa memanjang saat panas dan memendek saat dingin.

Suhu tinggi pada rel biasanya dipicu oleh teriknya sinar matahari serta gesekan dahsyat dari roda kereta yang sedang melintas.

Rel kereta api, atau perlintasan kereta api. [Unsplash/Jake Weirick]
Rel kereta api, atau perlintasan kereta api. [Unsplash/Jake Weirick]

Saat suhu panas, batang besi rel akan mengalami pemuaian dan bertambah panjang. Celah pada sambungan memberi "ruang bernapas" agar rel dapat memanjang tanpa saling bertabrakan.

Jika sambungan rel dibuat rapat tanpa celah, besi yang memuai akan saling dorong dengan kuat.

Akibatnya, rel bisa tertekan hebat hingga membengkok ke samping atau terangkat ke atas (track buckling). Jalur yang bengkok ini sangat berbahaya karena bisa membuat kereta anjlok.

Mengapa Ukuran Celah Harus Pas?

Pada jalur rel kereta api tradisional, celah keselamatan ini biasanya dipasang setiap jarak 12 hingga 24 meter. Ukuran celahnya tidak boleh asal-asalan dan harus dihitung secara presisi.

baca juga

Jika celah terlalu lebar, hantaman roda kereta saat melintasi sambungan akan terasa keras, sehingga berpotensi mempercepat kerusakan pada besi rel maupun roda kereta.

Sebaliknya, jika celah terlalu sempit, rel tidak memiliki cukup ruang saat cuaca sangat panas. Tekanan di dalam besi akan menumpuk dan berisiko mengubah posisi jalur perlintasan.

Perawatan Rutin oleh Teknisi

Suhu udara selalu berubah, mulai dari panas terik di siang hari hingga dingin di malam hari. Hal ini membuat ukuran celah rel berubah secara alami setiap saat.

Oleh karena itu, petugas teknisi perkeretaapian selalu rutin mengukur dan merawat celah rel agar ukurannya tetap pas dan aman dilintasi.

Celah kecil pada rel menjadi bukti nyata bagaimana ilmu fisika sederhana dimanfaatkan untuk menjaga keselamatan ribuan penumpang kereta api setiap harinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Utang Kereta Cepat Dialihkan ke Kemenkeu pada 15 September

Utang Kereta Cepat Dialihkan ke Kemenkeu pada 15 September

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 18:19 WIB

Kakek 80 Tahun yang Terserempet KRL di Tebet Tewas, Sempat Jalan di Pinggir Rel

Kakek 80 Tahun yang Terserempet KRL di Tebet Tewas, Sempat Jalan di Pinggir Rel

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 12:03 WIB

Sering Jadi Lapangan Bola, KAI Tegaskan Lahan di Sisi Rel Bukan Ruang Publik

Sering Jadi Lapangan Bola, KAI Tegaskan Lahan di Sisi Rel Bukan Ruang Publik

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:51 WIB

Rawan Ambles, Jalur Kereta Api di Dekat Lumpur Lapindo akan Dialihkan

Rawan Ambles, Jalur Kereta Api di Dekat Lumpur Lapindo akan Dialihkan

Foto | Rabu, 29 Juli 2026 | 08:00 WIB

Terkini

Bagaimana Cara Menghilangkan Flek Hitam di Leher dan Dada Akibat Paparan Matahari?

Bagaimana Cara Menghilangkan Flek Hitam di Leher dan Dada Akibat Paparan Matahari?

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Menteri ESDM Minta Pegawai Prioritaskan Rakyat Dibanding Pengusaha

Menteri ESDM Minta Pegawai Prioritaskan Rakyat Dibanding Pengusaha

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Satgas PKH Tak Tangani Pidana Karhutla, Penindakan Diserahkan ke Polri dan Kejagung

Satgas PKH Tak Tangani Pidana Karhutla, Penindakan Diserahkan ke Polri dan Kejagung

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 15:08 WIB

Mobil Listrik BYD Masuk Daftar Hitam Pentagon Karena Alasan Keamanan

Mobil Listrik BYD Masuk Daftar Hitam Pentagon Karena Alasan Keamanan

Otomotif | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 15:05 WIB

Baterai Samsung Galaxy S27 Pro dan S27 Ultra Terungkap, Kapasitas Makin Besar

Baterai Samsung Galaxy S27 Pro dan S27 Ultra Terungkap, Kapasitas Makin Besar

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:55 WIB

Bapak Paling Jujur: Sindiran Tajam untuk Budaya Politik Pencitraan di Indonesia

Bapak Paling Jujur: Sindiran Tajam untuk Budaya Politik Pencitraan di Indonesia

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:52 WIB

Bahasa Indonesia Era Gen Z: Bertahan, Berubah, atau Kehilangan Identitas?

Bahasa Indonesia Era Gen Z: Bertahan, Berubah, atau Kehilangan Identitas?

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:50 WIB

WALHI: Satgas PKH Bukan Pulihkan Hutan, tapi Konsolidasi Modal dan Ganti Pemain

WALHI: Satgas PKH Bukan Pulihkan Hutan, tapi Konsolidasi Modal dan Ganti Pemain

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:46 WIB

Indonesia Pimpin Ctif Council, Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Terorisme

Indonesia Pimpin Ctif Council, Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Terorisme

Sumut | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Pria di Samarinda Ngamuk Tak Dibelikan Motor, Ancam Orang Tua Pakai Parang

Pria di Samarinda Ngamuk Tak Dibelikan Motor, Ancam Orang Tua Pakai Parang

Kaltim | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:34 WIB

×