Arkeolog Duga Kepulauan Aru Pernah Diterjang Tsunami

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 28 Juni 2015 | 07:21 WIB
Arkeolog Duga Kepulauan Aru Pernah Diterjang Tsunami
Ilustrasi tsunami (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah kawasan di Kepulauan Aru di Indonesia timur diperkirakan pernah diterjang tsunami. Kawasan itu adalah perkampungan kuno Uifana, Pulau Ujir.

Analisa itu dikatakan seorang arkeolog, Wuri Handoko dari Balai Arkeologi Ambon. Bukti perkiraan itu, di sana terdapat fosil kerang. Tsunami diperkirakan terjadi di abad 19.

"Ini bisa menginformasikan pola konsumsi masyarakat di sana. Tapi bisa juga karena gejala-gejala alam. Naiknya permukaan air laut atau tsunami seperti yang dikatakan masyarakat terjadi sekitar antara abad 19 hingga 20," katanya di Ambon, Sabtu (27/6/2015).

Wuri mengatakan kerang-kerang tersebut ditemukan timnya ketika menggali secara vertikal di kedalaman antara 20 cm hingga 30 cm. Penggaliann itu untuk melihat lapisan budaya di situs Uifana, kecamatan Pulau-Pulau Aru yang juga merupakan pemukiman masyarakat muslim pertama di wilayah Kepulauan Aru.

Tak banyak yang bisa ditemukan dalam ekskavasi tersebut. Mereka menemukan aneka jenis kerang laut yang menutupi hampir seluruh wilayah galian.

"Di sana hanya ada dua lapisan tanah, kerang-kerang itu ditemukan di lapisan yang pertama, ada tulang binatang juga yang belum kami identifikasi jenisnya, tapi jumlahya tak sebanyak kerang," ucapnya.

Ahli kepurbakalaan Islam itu mengatakan indikasi yang membenarkan pernah terjadi tsunami juga didukung oleh lokasi komplek pemukiman Uifana yang berada tidak jauh dari muara sungai. Jaraknya hanya berkisar 100 meter.

"Posisi Pulau Ujir tidak terlalu tinggi dari permukaan laut, sedangkan Uifana juga berada di dekat muara sungai, tapi untuk memastikan benar atau tidaknya temuan ini berkaitan dengan tsunami. Mmasih perlu dilakukan penelitian yang lebih mendalam lagi," ucapnya.

Situs Uifana telah menjadi perhatian Balai Arkeologi Ambon sejak tahun 2014. Survei pertama di wilayah tersebut dilakukan sekitar Maret 2014 yang kemudian dilanjutkan dengan ekskavasi baru-baru ini.

Hingga sekarang usia kawasan pemukiman yang ditinggalkan penduduknya karena hancur dibombardir Jepang masih belum diketahui secara pasti. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Vietnam Klaim Bisa Rilis Peringatan 2 Jam Sebelum Tsunami

Vietnam Klaim Bisa Rilis Peringatan 2 Jam Sebelum Tsunami

News | Senin, 22 Juni 2015 | 05:00 WIB

Pascagempa 7,5 SR, Papua Nugini Diperingatkan Tsunami

Pascagempa 7,5 SR, Papua Nugini Diperingatkan Tsunami

News | Selasa, 05 Mei 2015 | 11:39 WIB

BNPB: Kecepatan Tsunami 400 km per Jam

BNPB: Kecepatan Tsunami 400 km per Jam

News | Kamis, 23 April 2015 | 23:07 WIB

Diguncang Gempa 6,8 SR, Jepang Keluarkan Peringatan Tsunami

Diguncang Gempa 6,8 SR, Jepang Keluarkan Peringatan Tsunami

News | Senin, 20 April 2015 | 10:24 WIB

Ini Keadaan Reaktor Fukushima Pascatsunami 2011

Ini Keadaan Reaktor Fukushima Pascatsunami 2011

News | Rabu, 15 April 2015 | 06:00 WIB

Perahu Nelayan Jepang Terseret Tsunami sampai AS

Perahu Nelayan Jepang Terseret Tsunami sampai AS

News | Sabtu, 11 April 2015 | 14:13 WIB

Gempa di Kepulauan Talaud  Tak Berpotensi Tsunami

Gempa di Kepulauan Talaud Tak Berpotensi Tsunami

News | Minggu, 22 Maret 2015 | 09:01 WIB

Empat Tahun Tsunami Jepang, Sejuta Ton Puing Mengapung di Laut

Empat Tahun Tsunami Jepang, Sejuta Ton Puing Mengapung di Laut

News | Rabu, 18 Maret 2015 | 05:59 WIB

Wapres: Penanggulangan Bencana Butuh Kerja Sama Internasional

Wapres: Penanggulangan Bencana Butuh Kerja Sama Internasional

News | Sabtu, 14 Maret 2015 | 23:20 WIB

Banjir dan Longsor di Sri Lanka, 14 Orang Tewas

Banjir dan Longsor di Sri Lanka, 14 Orang Tewas

News | Sabtu, 27 Desember 2014 | 01:59 WIB

Terkini

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:28 WIB

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:19 WIB

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Health | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:01 WIB

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:00 WIB

DPR Sentil Pihak SPPG saat Rapat: 120 Juta Penerima Manfaat, Siapa yang Mau Diberi Makan?

DPR Sentil Pihak SPPG saat Rapat: 120 Juta Penerima Manfaat, Siapa yang Mau Diberi Makan?

Video | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:00 WIB

Liga Sepak Bola Kampung, Ikhtiar Jaga Anak Muda Menteng dari Bahaya Narkoba

Liga Sepak Bola Kampung, Ikhtiar Jaga Anak Muda Menteng dari Bahaya Narkoba

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:49 WIB

×