Roket SpaceX Pembawa Kargo Antariksa Meledak di Angkasa

Liberty Jemadu

Senin, 29 Juni 2015 | 07:49 WIB
Roket SpaceX Pembawa Kargo Antariksa Meledak di Angkasa
Roket Falcon 9 milik SpaceX meledak beberap menit setelah diluncurkan dari pangkalan Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, Minggu (28/6) [Reuters/Mike Brown].

Suara.com - Sebuah pesawat luar angkasa milik SpaceX meledak hanya dua menit setelah diluncurkan dari pangkalan Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, Minggu (28/6/2015). Hancur bersama pesawat tanpa awak itu kargo bernilai jutaan dolar yang ditujukan untuk stasiun luar angkasa internasional (ISS).

Falcon 9, nama roket yang meledak itu, sebenarnya sudah pernah 18 kali terbang ke luar angkasa sejak 2010. Dari total penerbangan itu, enam di antaranya adalah misi membawa kargo berisi kebutuhan dan pasokan para astronot ke ISS, sesuai kontrak SpaceX dengan badan antariksa AS (NASA).

Penyebab ledakan ini sendiri belum diketahui. Kecelakaan pada Minggu itu adalah yang kedua yang melibatkan misi pengiriman pasokan kebutuhan ke ISS. Pada April lalu, Progress, sebuah kargo antariksa Rusia, meledak dalam perjalanan ke ISS karena adanya kerusakan pada roket Soyuz.

Kapsul Dragon, kargo yang diangkut Falcon 9 memuat 2.477 kilogram muatan berisi makanan, pakaian, peralatan, dan peralatan riset sains untuk ISS. Selain itu ada juga seperangkat laboratorium riset yang bernilai 100 miliar dolar (sekitar Rp1.328 triliun).

"Ini adalah sebuah pukulan telak. Kami kehilangan banyak peralatan riset dalam penerbangan ini," kata staf NASA, Bill Gerstenmaier.

Kini di ISS terdapat satu astronot AS dan dua kosmonot Rusia. Untungnya mereka masih mempunyai pasokan makanan dan kebutuhan lainnya untuk bertahan hidup selama empat bulan lagi di orbit Bumi.

"Jadi ledakan kargo itu tak berbahaya untuk mereka," kata manajer program ISS NASA, Mike Suffredini.

ISS akan kembali menampung tiga astronot baru pada Juli dan dengan demikian penghuninya akan kembali berjumlah enam orang. Tetapi jika persediaan makanan dan air menipis, hanya bisa bertahan untuk 45 hari, maka beberapa kru harus pulang ke Bumi menggnakan kapsul Soyuz Rusia, yang terparkir di sisi luar ISS.

Akibat kecelakaan ini NASA untuk sementara bergantung pada Rusia dan Jepang untuk mengirim kargo ke ISS. Adapun perusahaan pengirim kargo kedua NASA, Orbital ATK, belum bisa mengirim roketnya ke antariksa karena mengalami kecelakaan pada Oktober 2014 lalu.

Rusia berencana mengirim kembali roket Soyuz yang membawa pesawat kargo Progress pada Jumat (3/6/2015), sementara Jepang akan meluncurkan kapsul HTV ke ISS pada Agustus mendatang. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rusia Larang AS Gunakan Stasiun Luar Angkasa Internasional

Rusia Larang AS Gunakan Stasiun Luar Angkasa Internasional

News | Rabu, 14 Mei 2014 | 06:45 WIB

Untuk Pertama Kalinya Astronot Jepang Pimpin Stasiun Antariksa Internasional

Untuk Pertama Kalinya Astronot Jepang Pimpin Stasiun Antariksa Internasional

Tekno | Senin, 10 Maret 2014 | 03:36 WIB

Terkini

Inspirasi K-Wellness dan AI Home LG ala Shin Ye Eun

Inspirasi K-Wellness dan AI Home LG ala Shin Ye Eun

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:51 WIB

Ekonomi Digital Indonesia Capai 100 Miliar Dolar AS, Komdigi Dorong Kolaborasi Nasional

Ekonomi Digital Indonesia Capai 100 Miliar Dolar AS, Komdigi Dorong Kolaborasi Nasional

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:26 WIB

5 HP Layar Lengkung dan NFC Termurah, Sensasi Premium dengan Bujet Minimum

5 HP Layar Lengkung dan NFC Termurah, Sensasi Premium dengan Bujet Minimum

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:15 WIB

Powerbank Bagus Merek Apa? Ini 4 Pilihan 10.000 mAh untuk Antisipasi Listrik Padam

Powerbank Bagus Merek Apa? Ini 4 Pilihan 10.000 mAh untuk Antisipasi Listrik Padam

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:41 WIB

7 Tips agar Baterai iPhone Awet, Kurangi Risiko Battery Health Cepat Turun

7 Tips agar Baterai iPhone Awet, Kurangi Risiko Battery Health Cepat Turun

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:19 WIB

4 Genset Silent Terbaik untuk di Rumah, Anti Berisik Hemat Bensin untuk Backup saat Mati Listrik

4 Genset Silent Terbaik untuk di Rumah, Anti Berisik Hemat Bensin untuk Backup saat Mati Listrik

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:23 WIB

Harga Steam Machine Lebih Mahal dari PS5, Ini Penyebabnya!

Harga Steam Machine Lebih Mahal dari PS5, Ini Penyebabnya!

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:10 WIB

POCO X8 Pro Yellow Resmi Meluncur di Indonesia, Desain Ikonik dan Fitur Komunikasi Tanpa Sinyal

POCO X8 Pro Yellow Resmi Meluncur di Indonesia, Desain Ikonik dan Fitur Komunikasi Tanpa Sinyal

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:09 WIB

Bos WhatsApp Resmi Mengundurkan Diri, Ini Sosok Penggantinya

Bos WhatsApp Resmi Mengundurkan Diri, Ini Sosok Penggantinya

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 11:40 WIB

4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin

4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 11:30 WIB