Ini Kata Paling Haram Diposting di Facebook

Liberty Jemadu

Selasa, 10 November 2015 | 07:39 WIB
Ini Kata Paling Haram Diposting di Facebook
Ilustrasi pesan via Facebook (Shutterstock).

Suara.com - Media sosial, termasuk Facebook, disebut-sebut sebagai salah satu alat untuk mendukung demokrasi dan karenanya adalah salah satu wahana paling demokratis di dunia. Tetapi tahukah Anda, ada satu kata yang tak bisa Anda unggah di Facebook dan Instagram?

Cobalah mengetik dan menggungah kata "Tsu.co" di Facebook atau Instagram. Dijamin Anda tak akan bisa. Bahkan di aplikasi pesan berbasis internet, Messenger milik Facebook, kata itu tak bisa digunakan dalam percakapan pribadi.

BACA JUGA:

Rahasia Besar di Balik Foto Pernikahan yang Menghebohkan Medsos

Facebook diketahui telah dan terus memblokir semua tautan ke Tsu.co di semua platform digitalnya, termasuk Instagram dan Messenger. Bahkan Facebook telah menghapus lebih dari sejuta postingan, termasuk video dan foto yang menyebut Tsu.co.

Anda bisa menulis "Tsu" tetapi jika menambahkan akhiran .co, dipastikan postingan Anda akan ditolak. Semua tautan dari situs itu pun tak akan bisa tampil di produk-produk Facebook.

Facebook mengklaim jika Tsu.co adalah spam dan sifatnya mengganggu. Tetapi menurut Tsu.co, Facebook pesaing yang berkompetisi dengan cara kotor.

"Kami tak dianggap," kata Sebastian Sobczak, pendiri Tsu, "Anda bisa mengetik website apa saja di Facebook, tetapi kami tidak. Kami dianggap tak pernah ada."

Tsu sendiri adalah sebuah media sosial kecil yang mengklaim akan membagi pendapatan yang diperolehnya dari iklan dengan para penggunanya.

Berbeda dengan hampir semua media sosial, termasuk Facebook, yang mengambil seluruh uang dari pengiklan, Tsu hanya mengambil 10 persen dari pengiklan dan memberikn 45 persennya kepada pengguna. Sisanya diberikan kepada teman-teman yang berhasil Anda ajak atau rekrut untuk bergabung di media sosial itu - mirip bisnis multi-level marketing.

Dengan kata lain, ada insentif finansial setiap kali pengguna mengakses Tsu atau mengundang orang lain untuk menggunakan media sosial itu. Tak heran jika banyak pengguna Tsu, memanfaatkan media sosial lain, termasuk Facebook, untuk mempromosikan Tsu kepada komunitasnya.

Akibatnya, Facebook mengklaim, lalu-lintas percakapan di media sosialnya dibanjiri dengan tautan-tautan yang berhubungan dengan Tsu.co. Inilah yang dianggap sebagai gangguan oleh Facebook.

Pada 25 September silam, Facebook secara resmi memblokir Tsu.co.

Tsu sendiri mengaku bahwa biasa menerima limpahan lalu-lintas data dengan rata-rata lebih dari 2.543 kunjungan dari Facebook. Kini kunjungan dari pengguna Facebook turun menjadi nol.

Facebook mengatakan akan membuka blokir jika Tsu, dengan cara apa pun, membuat agar para penggunanya tak memposting apa pun di Facebook dan Tsu secara bersamaan. (CNN Money)

BERITA MENARIK LAINNYA:

Sering Berebut Penumpang, Driver Gojek Keluarkan Jurus Patok Ayam

Imut Banget, 5 Kucing Ini Jadi Seleb di Media Sosial

Identitas Ibu Daehan, Minguk dan Manse Terungkap

Gisele Bundchen Komentari Skandal Suaminya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini yang Akan Terjadi Jika Anda Memblokir Mark Zuckerberg

Ini yang Akan Terjadi Jika Anda Memblokir Mark Zuckerberg

Tekno | Jum'at, 06 November 2015 | 16:43 WIB

Williams-Kate Minta Bos Facebook dan Twitter Atasi Cyberbullying

Williams-Kate Minta Bos Facebook dan Twitter Atasi Cyberbullying

Entertainment | Senin, 02 November 2015 | 06:21 WIB

Terkini

Perbedaan ASICS Novablast 6 vs Novablast 5: Apakah Perlu Upgrade?

Perbedaan ASICS Novablast 6 vs Novablast 5: Apakah Perlu Upgrade?

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:34 WIB

Pertamax Cuma Turun Rp300 Per-Liter, Pengendara Mengeluh: Kurang Berasa, Kemarin Naiknya Gede

Pertamax Cuma Turun Rp300 Per-Liter, Pengendara Mengeluh: Kurang Berasa, Kemarin Naiknya Gede

Bogor | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:33 WIB

Bau Anyir Putusan MK soal MBG, Diduga Ulur Waktu agar SPPG Balik Modal

Bau Anyir Putusan MK soal MBG, Diduga Ulur Waktu agar SPPG Balik Modal

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:31 WIB

Iran Klaim Tidak Ada Mediator Baru Dalam Perundingan Damai dengan AS, Tetap Pakistan

Iran Klaim Tidak Ada Mediator Baru Dalam Perundingan Damai dengan AS, Tetap Pakistan

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:30 WIB

Psywar Media Vietnam: Timnas Indonesia yang Suka Main Kasar Bukan Kami

Psywar Media Vietnam: Timnas Indonesia yang Suka Main Kasar Bukan Kami

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:29 WIB

Geledah Jakarta Sampai Pemalang, KPK Sita Mobil-Motor Mewah Hingga Emas

Geledah Jakarta Sampai Pemalang, KPK Sita Mobil-Motor Mewah Hingga Emas

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:27 WIB

Peringatan Keras Jusuf Kalla untuk Ekonomi RI : Sentil Kebijakan, Utang hingga Perubahan Iklim

Peringatan Keras Jusuf Kalla untuk Ekonomi RI : Sentil Kebijakan, Utang hingga Perubahan Iklim

Sulsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:25 WIB

4 Inspirasi Daily OOTD ala Minnie i-dle, Youthful dan Modis!

4 Inspirasi Daily OOTD ala Minnie i-dle, Youthful dan Modis!

Your Say | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:25 WIB

Kunjungi Sekolah Rakyat Gresik, Gus Ipul Pantau Program Taruna Bhakti Nusantara

Kunjungi Sekolah Rakyat Gresik, Gus Ipul Pantau Program Taruna Bhakti Nusantara

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:21 WIB

GEMPAR di Pasar Ngijon, Strategi Sleman Wujudkan Pasar Nyaman dan Ekonomi Berdaya

GEMPAR di Pasar Ngijon, Strategi Sleman Wujudkan Pasar Nyaman dan Ekonomi Berdaya

Jogja | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:20 WIB

×