Hanya 10 Persen, Orang-orang Kaya Sumbang Separuh CO2 di Dunia

Liberty Jemadu | Suara.com

Kamis, 03 Desember 2015 | 08:37 WIB
Hanya 10 Persen, Orang-orang Kaya Sumbang Separuh CO2 di Dunia
Ilustrasi emisi karbon dioksida dari industri (Shutterstock).

Suara.com - Kelompok orang-orang paling kaya di dunia, yang jumlahnya 10 persen dari populasi dunia, menyumbang separuh dari seluruh emisi karbon dioksida di dunia, demikian hasil penelitian lembaga swadaya Oxfam pada Rabu (2/12/2015).

Dalam riset yang sama Oxfam juga mengatakan bahwa kelompok masyarakat miskin, yang jumlahnya setara dengan separuh populasi dunia dan justru paling rentan terhadap bencana banjir dan badai akibat pemanasan global dan perubahan iklim ekstrem, hanya menyumbang 10 persen CO2 di Bumi.

Riset yang diumumkan di tengah-tengah Konferensi Tingkat Tinggi tentang perubahan iklim, yang melibatkan 195 negara di Paris, Prancis itu menyebutkan bahwa satu orang kaya rata-rata menghasilkan CO2 175 kali lebih banyak dari orang miskin.

"Orang kaya, yang paling banyak membuat polusi, harus bertanggung jawab atas ulah mereka, tak peduli di mana pun mereka tinggal," kata kepala kebijakan bidang iklim Oxfam, Tim Gore.

Karenanya, menurut Gore, negara-negara kaya di dunia harus menjadi pemimpin dalam upaya mengerem emisi karbon, yang akan berujung pada pengurangan ancaman akibat perubahan iklim ekstre dan pemanasan global.

Temuan ini disampaikan ketika negara-negara kaya dan sedang berkembang berdebat tentang masalah siapa yang harus memikul tanggung jawab paling besar dalam meredam emisi gas rumah kaca, yang bersumber paling banyak dari penggunaan batu bara, minyak, dan gas.

Negara-negara sedang berkembang mengatakan negara-negara Barat sudah lebih lama mengotori Bumi dan karenanya harus memikul tanggung jawab lebih besar.

Mereka juga mendesak agar negara-negara kaya menjamin dukungan finansial jika mereka harus menggunakan energi terbarukan, yang lebih ramah lingkungan.

"Kami berharap negara-negara maju menetapkan target yang ambisius dan berupaya mencapainya dengan tulus. Ini bukan hanya soal tanggung jawab sejarah, tetapi mereka juga punya ruang lebih besar untuk memangkas emisi dan menciptakan dampak lebih kuat," kata Perdana Menteri India, Narendra Modi dalam KTT itu.

Tetapi sayang, banyak negara kaya, yang dipimpin oleh Amerika Serikat, menolak gagasan tersebut. Menurut mereka perhitungan emisi karbon harus dihitung menurut volume, bukan perkapita. Karenanya yang bertanggung jawab paling besar dalam hal ini adalah negara-negara berkembang yang sedang gencar membangun, terutama India dan Cina. (Phys.org/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Atasi Polusi, Beijing Perintahkan 2.100 Pabrik Stop Operasi

Atasi Polusi, Beijing Perintahkan 2.100 Pabrik Stop Operasi

News | Selasa, 01 Desember 2015 | 14:38 WIB

Jokowi Dorong Dihasilkannya Kesepakatan Ambisius di Paris

Jokowi Dorong Dihasilkannya Kesepakatan Ambisius di Paris

News | Selasa, 01 Desember 2015 | 07:21 WIB

Kejutan Pidato Jokowi di KTT Perubahan Iklim

Kejutan Pidato Jokowi di KTT Perubahan Iklim

News | Selasa, 01 Desember 2015 | 01:50 WIB

Di Paris, Presiden Jokowi Akan Disibukkan Oleh 7 Agenda Ini

Di Paris, Presiden Jokowi Akan Disibukkan Oleh 7 Agenda Ini

News | Senin, 30 November 2015 | 08:56 WIB

FAO: Perubahan Iklim Ancam Produksi Pangan Dunia

FAO: Perubahan Iklim Ancam Produksi Pangan Dunia

News | Sabtu, 28 November 2015 | 11:21 WIB

PBB: Kadar Karbon Dioksida Cetak Rekor Tertinggi di 2014

PBB: Kadar Karbon Dioksida Cetak Rekor Tertinggi di 2014

Tekno | Senin, 09 November 2015 | 18:16 WIB

Terkini

27 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 11 Mei 2026: Panen 600 Permata Tanpa Syarat

27 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 11 Mei 2026: Panen 600 Permata Tanpa Syarat

Tekno | Senin, 11 Mei 2026 | 19:19 WIB

46 Kode Redeem FF Terbaru 11 Mei 2026: Buruan Ambil Bundle Gintoki dan M1014

46 Kode Redeem FF Terbaru 11 Mei 2026: Buruan Ambil Bundle Gintoki dan M1014

Tekno | Senin, 11 Mei 2026 | 19:00 WIB

5 Rekomendasi HP Midrange Baterai Monster, Tahan hingga 2 Hari

5 Rekomendasi HP Midrange Baterai Monster, Tahan hingga 2 Hari

Tekno | Senin, 11 Mei 2026 | 16:15 WIB

5 Rekomendasi Tablet Android selain Xiaomi dan Huawei, Harga di Bawah 5 Juta

5 Rekomendasi Tablet Android selain Xiaomi dan Huawei, Harga di Bawah 5 Juta

Tekno | Senin, 11 Mei 2026 | 15:10 WIB

8 Langkah Matikan Iklan di HP Xiaomi untuk Semua Aplikasi Bawaan Pengguna

8 Langkah Matikan Iklan di HP Xiaomi untuk Semua Aplikasi Bawaan Pengguna

Tekno | Senin, 11 Mei 2026 | 14:58 WIB

5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15

5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15

Tekno | Senin, 11 Mei 2026 | 13:02 WIB

5 Tablet Layar AMOLED dengan RAM Besar, Ideal untuk Editing dan Gaming Berat

5 Tablet Layar AMOLED dengan RAM Besar, Ideal untuk Editing dan Gaming Berat

Tekno | Senin, 11 Mei 2026 | 11:58 WIB

5 HP Murah Rp2 Jutaan RAM 12 GB, Performa Stabil Saingi Flagship

5 HP Murah Rp2 Jutaan RAM 12 GB, Performa Stabil Saingi Flagship

Tekno | Senin, 11 Mei 2026 | 10:45 WIB

Raja Gaming Baru? Lenovo Legion Y70 2026 Bawa Snapdragon 8 Gen 5 dan Baterai Monster

Raja Gaming Baru? Lenovo Legion Y70 2026 Bawa Snapdragon 8 Gen 5 dan Baterai Monster

Tekno | Senin, 11 Mei 2026 | 09:56 WIB

Update Harga HP Entry-Level Vivo Mei 2026, Spek Oke Mulai Rp1 Jutaan

Update Harga HP Entry-Level Vivo Mei 2026, Spek Oke Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Senin, 11 Mei 2026 | 08:47 WIB