Gelombang Gravitasional Einstein Ditemukan, Dunia Sains Geger

Liberty Jemadu Suara.Com
Jum'at, 12 Februari 2016 | 15:25 WIB
Gelombang Gravitasional Einstein Ditemukan, Dunia Sains Geger
Ilustrasi dua lubang hitam (Reuters/NASA).

Suara.com - Para ilmuwan mengumumkan, pada Kamis (11/2/2016), telah berhasil mendeteksi gelombang gravitasional - riak-riak pada bentang ruang dan waktu - yang diteorikan Albert Einstein sekitar satu abad lalu. Temuan ini merupakan tonggak termutakhir dalam dunia sains, karena dinilai bisa membuka cakrawala baru dalam pemahaman akan alam semesta.

Gelombang gravitasional yang berhasil terdeteksi diketahui berasal dari dua lubang hitam - objek-objek padat di antariksa yang keberadaanya juga telah diramalkan oleh Einstein - yang awalnya saling mengorbit satu sama lain, berputar-putar di antariksa, bertabrakan, dan kemudian berubah menjadi satu lubang hitam raksasa.

Gelombang itu sendiri tercipta ketika kedua lubang hitam itu bertabrakan. Salah satu lubang hitam ukurannya 29 kali lebih besar dari matahari dan yang lain 36 kali massa matahari. Keduanya terletak di sekitar 1,3 miliar tahun cahaya dari Bumi.

"Para hadirin, kami telah berhasi mendeteksi gelombang gravitasional. Kami berhasil menemukannya," kata David Reitze, pakar fisika dari California Institute of Technologi (Caltech) di Washington, Amerika Serikat.

"Penemuan ini melewati sebuah perjalanan panjang, tetapi ini hanya permulaan," imbuh Gabriela Gonzales, fisikawati dari Louisiana State University dalam kesempatan yang sama.

Para ilmuwan itu berhasil menemukan gelombang tersebut mengunakan sepasang detektor laser raksasa yang terpasang di Negara Bagian Louisiana dan Washington, AS. Selama satu dekade perangkat-perangkat itu menunggu gelombang gravitasional itu dengan sabar.

"Benturan antara lubang hitam yang memproduksi gelombang-gelombang gravitasional ini telah menciptakan badai besar di bentangan ruang dan waktu, badai yang mempercepat, memperlambat, dan kembali mempercepat waktu. Badai yang di dalamnya ruang dan waktu dibengkokkan ke sana kemari," jelas Kip Thorne, fisikawan dari Caltech.

Para ilmuwan itu mengakui jika gelombang itu pertama kali terdeteksi pada 14 September 2015 lalu.

Dua detektor yang beroperasi bersamaan dan digunakan untuk menangkap gelombang itu dinamai Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory (LIGO). Keduanya mendeteksi getaran lembut ketika gelombang gravitasi melintasi Bumi. Para ilmuwan kemudian mengubah gelombang itu menjadi gelombang audio, untuk mendengarkan suara ketika dua lubang hitam itu bersatu.

Dalam jumpa pers malam tadi, rekaman bunyi dari gelombang itu diperdengarkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI