Inovasi Drone UMM Mampu Petakan Lahan Pertanian Ekstrim

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 13 April 2016 | 10:57 WIB
Inovasi Drone UMM Mampu Petakan Lahan Pertanian Ekstrim
Drone. (Shutterstock)

Suara.com - Pesawat tanpa awak atau drone yang diciptakan dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Wahono, mampu memetakan lahan dan penyebaran bibit pertanian di medan yang sulit dijangkau.

"Untuk membuat pesawat ini, saya harus menguji coba ulang dengan memodifikasi dari model pesawat tanpa awak sejenis yang sudah ada sebelumnya," kata Wahono di Malang, Rabu (13/4/2016).

Terobosan spektakuler terkait pemetaan lahan dan penyebaran bibit di daerah yang sulit dijangkau dan diberi nama "Farm Mapper" dengan daya jangkau luas dan visual dengan resolusi tinggi tersebut, terinspirasi mahalnya harga pesawat sejenis yang akan dijadikan pendukung disertasinya untuk meraih gelar doktor di Universitas Gajah Mada (UGM).

Akan tetapi, katanya, harga drone tersebut cukup mahal, yakni sekitar Rp700 juta. Karena mahalnya harga drone tersebut, Wahono berusaha merancang sendiri alat itu untuk menyelesaikan disertasinya dengan fokus pada inovasi yang mendukung kebutuhan pupuk untuk tanaman di area yang sangat luas.

Wahono yang juga memiliki latar belakang keahlian di bidang teknologi informasi, drone yang dikembangkannya itu diyakini memiliki teknologi resolusi tinggi real time. Pesawat ini mampu memetakan (mapping) wilayah hingga luas 800-900 meter sekali terbang dalam waktu dua jam.

"Hal ini tentu membuat proses pemetaan lahan menjadi jauh lebih efektif dan efesien. Kalau harus mengukur satu persatu ke lapangan membutuhkan waktu lama dan mengeluarkan biaya yang sangat tinggi," ujarnya.

Ia menjelaskan Farm Mapper menggunakan sensor canggih yang mampu memetakan area seluas itu tanpa menggunakan remote control. "Kita tinggal program pesawat ini mau terbang ke area mana yang akan kita mapping, sambil melihat proses pemetaan di front station pada layar komputer, sampai dia kembali lagi," urainya.

Hasil pemetaan yang diperoleh tadi, katanya, langsung terunggah di komputer yang telah dipasang aplikasi khusus. Data tersebut bisa direkonstruksi dalam model 2D dan 3D.

Selain untuk bidang pertanian, ujarnya, Farm Mapper juga bisa digunakan untuk pemetaan terumbu karang di bawah permukaan laut pada pulau-pulau kecil, bahkan juga bisa digunakan di wilayah pertambangan.

Ia mengakui banyak kendala yang dihadapi saat proses uji coba, mulai dari hal teknis sampai hilang saat pesawat jatuh, seperti saat hujan deras, pesawat yang ia terbangkan terjebak dan hanya bisa berdiam di udara hingga baterainya hampir habis.

Saat hujan reda, pesawat memang bisa kembali terbang normal, namun karena baterai hampir habis pesawat tidak sampai kembali ke orbit awal dan akhirnya pesawat yang ia buat dengan biaya sekitar Rp20 juta itu pun jatuh. "Saat itu tempat jatuhnya berjarak sekitar dua kilometer, saat saya mau ambil ternyata sudah hilang," tuturnya.

Ke depan, Wahono berencana mempercanggih drone ciptaannya. Ia akan menambahkan sensor collision avoidence dan route alternative yang mampu menghindari tabrakan pesawat dari objek tak terduga di depannya hingga pesawat mampu mengubah arah secara otomatis. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Disindir Presiden Jokowi, Ini Kata Mentan Andi Amran

Disindir Presiden Jokowi, Ini Kata Mentan Andi Amran

Bisnis | Selasa, 12 April 2016 | 14:32 WIB

Denmark akan Investasi Pertanian dan Peternakan di Indonesia

Denmark akan Investasi Pertanian dan Peternakan di Indonesia

Bisnis | Selasa, 12 April 2016 | 13:34 WIB

Bahas Ekspor, Menteri Pertanian Jerman Sambangi Kantor Darmin

Bahas Ekspor, Menteri Pertanian Jerman Sambangi Kantor Darmin

News | Senin, 04 April 2016 | 17:23 WIB

Rugikan Petani Sawit, Pemerintah Segera Bubarkan IPOP

Rugikan Petani Sawit, Pemerintah Segera Bubarkan IPOP

Bisnis | Kamis, 24 Maret 2016 | 15:18 WIB

Mentan: Petani Gagal Panen Akan Diasuransikan

Mentan: Petani Gagal Panen Akan Diasuransikan

News | Kamis, 17 Maret 2016 | 07:37 WIB

Berkat Lomba Drone, Remaja Ini Ketiban Durian Runtuh

Berkat Lomba Drone, Remaja Ini Ketiban Durian Runtuh

Tekno | Senin, 14 Maret 2016 | 16:47 WIB

Mentan Janji Segera 'Habisi' Mafia Beras

Mentan Janji Segera 'Habisi' Mafia Beras

Bisnis | Rabu, 02 Maret 2016 | 12:04 WIB

Kementan dan Perhutani akan Kembangkan Hutan Sapi

Kementan dan Perhutani akan Kembangkan Hutan Sapi

Bisnis | Selasa, 01 Maret 2016 | 15:49 WIB

Garap Pertanian, Bank Mandiri Gandeng NongHyup Financial Group

Garap Pertanian, Bank Mandiri Gandeng NongHyup Financial Group

Bisnis | Selasa, 01 Maret 2016 | 15:35 WIB

Mentan Tuduh Pedagang Perantara Permainkan Harga Beras

Mentan Tuduh Pedagang Perantara Permainkan Harga Beras

Bisnis | Senin, 29 Februari 2016 | 18:11 WIB

Terkini

Skandal Suap BPK Meluas, KPK Endus Pengondisian Audit Tak Hanya di Muara Enim

Skandal Suap BPK Meluas, KPK Endus Pengondisian Audit Tak Hanya di Muara Enim

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:39 WIB

Potret RDF Rorotan, 'Pabrik' yang Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar

Potret RDF Rorotan, 'Pabrik' yang Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar

Foto | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:39 WIB

Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi

Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi

Jogja | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:36 WIB

Menhub Bantah Intimidasi Sopir Bus Kopaja yang Dipesan BEM UI Sebelum Aksi

Menhub Bantah Intimidasi Sopir Bus Kopaja yang Dipesan BEM UI Sebelum Aksi

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Bisnis Judi di Singapura Memanas, Berebut Penjudi Kakap dari China hingga Indonesia

Bisnis Judi di Singapura Memanas, Berebut Penjudi Kakap dari China hingga Indonesia

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:31 WIB

Pramono Rotasi Tujuh Pejabat Eselon II DKI, Singgung Soal Penyegaran dan Penyempurnaan

Pramono Rotasi Tujuh Pejabat Eselon II DKI, Singgung Soal Penyegaran dan Penyempurnaan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Ulasan Black Beauty: Kisah Seekor Kuda tentang Kebaikan dan Kemanusiaan

Ulasan Black Beauty: Kisah Seekor Kuda tentang Kebaikan dan Kemanusiaan

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Soroti 52 Persen BUMN Rugi, Pakar UGM Sebut Perampingan Perusahaan Efektif Jika Korupsi Diberantas

Soroti 52 Persen BUMN Rugi, Pakar UGM Sebut Perampingan Perusahaan Efektif Jika Korupsi Diberantas

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:26 WIB

BI Salurkan Insentif KLM Rp446,5 Triliun per Agustus 2026,, Kredit Perbankan Tumbuh 13,58 Persen

BI Salurkan Insentif KLM Rp446,5 Triliun per Agustus 2026,, Kredit Perbankan Tumbuh 13,58 Persen

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:26 WIB

Pakar IPB Ungkap Kunci Damai Blok Tanamalia, Dialog Terbuka dan Kepastian Hukum

Pakar IPB Ungkap Kunci Damai Blok Tanamalia, Dialog Terbuka dan Kepastian Hukum

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:24 WIB

×