Polisi Belgia Larang Warga Gunakan Facebook "Reactions", Kenapa?

Ruben Setiawan

Minggu, 15 Mei 2016 | 07:30 WIB
Polisi Belgia Larang Warga Gunakan Facebook "Reactions", Kenapa?
Ilustrasi Facebook Reactions. (Shutterstock)

Suara.com - Kepolisian Belgia memperingatkan warganya untuk tidak menggunakan salah satu fitur terbaru Facebook, "Reactions", untuk melindungi privasi mereka.

Seperti diketahui, bulan Februari lalu, Facebook meluncurkan "Reactions", yang memberikan enam emoji yang mewakili enam reaksi berbeda selain tombol "Like". Enam reaksi tersebut merupakan respon Facebook akan tingginya permintaan agar jejaring sosial tersebut menyediakan tombol "Dislike" selain "Like".

Namun, kepolisian Belgia menilai bahwa "Reactions" digunakan Facebook sebagai cara untuk mengumpulkan informasi tentang warga, untuk selanjutnya dimanfaatkan untuk menampilkan mana iklan yang sesuai dengan karakter mereka. Oleh karena itu, kepolisian meminta warga untuk menghindari menggunakan "Reactions" apabila mereka ingin menjaga privasi.

"Ikon-ikon tersebut tidak hanya mengekspresikan perasaan Anda, itu juga membantu Facebook menilai efektivitas iklan pada profil Anda," bunyi pesan pada laman resmi situs kepolisian Belgia.

Facebook bisa menggunakan fitur "Reactions" untuk mengetahui apakah seorang pengguna dalam kondisi hati yang senang, lalu menggunakannya untuk memutuskan kapan waktu terbaik untuk menampilkan iklan kepada mereka, klaim kepolisian Belgia.

"Dengan hanya membatasi ikon menjadi enam, Facebook dapat dengan mudah mengetahui cara berpikir Anda dengan lebih mudah sehingga algoritma mereka bisa bekerja dengan lebih efektif," lanjut postingan tersebut.

"Dengan klik pada mouse, Anda memberi tahu pada mereka apa yang membuat Anda senang. itu membantu Facebook menemukan lokasi terbaik, pada profil Anda, untuk menampilkan konten yang menggugah rasa ingin tahu Anda, namun juga pada waktu yang tepat. Jika iklan itu tampil saat anda sedang senang, Anda sedang membuka diri dan mereka bisa menjual ruang iklan yang lebih efektif kepada pengiklan," sambung tulisan itu.

Kehadiran Facebook "Reactions" memang amat bermanfaat bagi para pengiklan. Kendati Facebook menegaskan bahwa fitur tersebut dibuat agar pengguna bisa lebih mengungkapkan perasaannya, namun nyatanya, "Reactions" juga memberikan data berharga kepada Facebook soal hal-hal yang membuat tiap penggunanya merasa senang, sedih, marah, dan sebagainya. (Independent)Kepolisian Belgia memperingatkan warganya untuk tidak menggunakan salah satu fitur terbaru Facebook, "Reactions", untuk melindungi privasi mereka.

Seperti diketahui, bulan Februari lalu, Facebook meluncurkan "Reactions", yang memberikan enam emoji yang mewakili enam reaksi berbeda selain tombol "Like". Enam reaksi tersebut merupakan respon Facebook akan tingginya permintaan agar jejaring sosial tersebut menyediakan tombol "Dislike" selain "Like".

Namun, kepolisian Belgia menilai bahwa "Reactions" digunakan Facebook sebagai cara untuk mengumpulkan informasi tentang warga, untuk selanjutnya dimanfaatkan untuk menampilkan mana iklan yang sesuai dengan karakter mereka. Oleh karena itu, kepolisian meminta warga untuk menghindari menggunakan "Reactions" apabila mereka ingin menjaga privasi.

"Ikon-ikon tersebut tidak hanya mengekspresikan perasaan Anda, itu juga membantu Facebook menilai efektivitas iklan pada profil Anda," bunyi pesan pada laman resmi situs kepolisian Belgia.

Facebook bisa menggunakan fitur "Reactions" untuk mengetahui apakah seorang pengguna dalam kondisi hati yang senang, lalu menggunakannya untuk memutuskan kapan waktu terbaik untuk menampilkan iklan kepada mereka, klaim kepolisian Belgia.

"Dengan hanya membatasi ikon menjadi enam, Facebook dapat dengan mudah mengetahui cara berpikir Anda dengan lebih mudah sehingga algoritma mereka bisa bekerja dengan lebih efektif," lanjut postingan tersebut.

"Dengan klik pada mouse, Anda memberi tahu pada mereka apa yang membuat Anda senang. itu membantu Facebook menemukan lokasi terbaik, pada profil Anda, untuk menampilkan konten yang menggugah rasa ingin tahu Anda, namun juga pada waktu yang tepat. Jika iklan itu tampil saat anda sedang senang, Anda sedang membuka diri dan mereka bisa menjual ruang iklan yang lebih efektif kepada pengiklan," sambung tulisan itu.

Kehadiran Facebook "Reactions" memang amat bermanfaat bagi para pengiklan. Kendati Facebook menegaskan bahwa fitur tersebut dibuat agar pengguna bisa lebih mengungkapkan perasaannya, namun nyatanya, "Reactions" juga memberikan data berharga kepada Facebook soal hal-hal yang membuat tiap penggunanya merasa senang, sedih, marah, dan sebagainya. (Independent)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Modus Olah Oli Bekas Jadi Bening, Pabrik Oli Palsu Cengkareng Untung Rp864 Juta

Modus Olah Oli Bekas Jadi Bening, Pabrik Oli Palsu Cengkareng Untung Rp864 Juta

News | Selasa, 01 September 2026 | 20:55 WIB

India Tuntut Mark Zuckerberg Minta Maaf Setelah Video Perdana Menterinya Dibatasi di Facebook

India Tuntut Mark Zuckerberg Minta Maaf Setelah Video Perdana Menterinya Dibatasi di Facebook

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:12 WIB

Cuma Modal Video Selfie, Begini Cara Dapat Centang Biru Gratis di Facebook

Cuma Modal Video Selfie, Begini Cara Dapat Centang Biru Gratis di Facebook

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 10:50 WIB

Peluang Kreator Lokal Tembus Pasar Global, Meta Perluas Terjemahan AI ke Bahasa Indonesia

Peluang Kreator Lokal Tembus Pasar Global, Meta Perluas Terjemahan AI ke Bahasa Indonesia

Tekno | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:40 WIB

Meta Resmi Luncurkan Langganan Instagram, Facebook, dan WhatsApp Plus, Ada Paket AI Baru

Meta Resmi Luncurkan Langganan Instagram, Facebook, dan WhatsApp Plus, Ada Paket AI Baru

Tekno | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:40 WIB

Membongkar Modus Predator Pengelana Feri: Mengapa Janji Loker di Medsos Masih Ampuh Jerat Mahasiswi?

Membongkar Modus Predator Pengelana Feri: Mengapa Janji Loker di Medsos Masih Ampuh Jerat Mahasiswi?

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:51 WIB

Meta Mulai Patuhi PP Tunas Komdigi, Anak 16 Tahun Dilarang Punya Facebook-Instagram-Threads

Meta Mulai Patuhi PP Tunas Komdigi, Anak 16 Tahun Dilarang Punya Facebook-Instagram-Threads

Tekno | Kamis, 09 April 2026 | 18:23 WIB

Viral Pengguna FB Bagi Tips Dapat Makanan Gratis dari Shopee, Tuai Kecaman Gegara Rugikan Driver

Viral Pengguna FB Bagi Tips Dapat Makanan Gratis dari Shopee, Tuai Kecaman Gegara Rugikan Driver

Entertainment | Rabu, 11 Maret 2026 | 11:44 WIB

Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan

Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan

Health | Selasa, 10 Februari 2026 | 10:49 WIB

5 Cara Download Video FB yang Diprivasi Lewat HP, Praktis Tanpa Aplikasi

5 Cara Download Video FB yang Diprivasi Lewat HP, Praktis Tanpa Aplikasi

Tekno | Kamis, 11 Desember 2025 | 21:07 WIB

Terkini

Profil Abe Hoed, Anak Melly Goeslaw yang Resmi Lamar Putri Bambang Soesatyo

Profil Abe Hoed, Anak Melly Goeslaw yang Resmi Lamar Putri Bambang Soesatyo

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 09:58 WIB

BYD Makin Perkasa: Ekspansi Raksasa Otomotif Tiongkok Kini Rambah Kereta Listrik Industri

BYD Makin Perkasa: Ekspansi Raksasa Otomotif Tiongkok Kini Rambah Kereta Listrik Industri

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 09:56 WIB

Bosan Makan Nasi? Intip 3 Cara Pengolahan Sorgum sebagai Alternatif Karbo

Bosan Makan Nasi? Intip 3 Cara Pengolahan Sorgum sebagai Alternatif Karbo

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:50 WIB

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Masih Berkantor dan Belum Ditahan? Ini Alasannya

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Masih Berkantor dan Belum Ditahan? Ini Alasannya

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 09:40 WIB

Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya

Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya

Kaltim | Minggu, 27 September 2026 | 09:40 WIB

BEI Hapus Kriteria Papan Pemantauan Khusus, Besok Harga Minimum Saham Jadi Rp1

BEI Hapus Kriteria Papan Pemantauan Khusus, Besok Harga Minimum Saham Jadi Rp1

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 09:35 WIB

Jalan Aroepala Dibuka Penuh, Gubernur Sulsel: Akses Gowa-Makassar Makin Lancar

Jalan Aroepala Dibuka Penuh, Gubernur Sulsel: Akses Gowa-Makassar Makin Lancar

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 09:26 WIB

Komunitas Otomotif Jajal Pengecekan Spooring Instan di Automechanika Jakarta 2026

Komunitas Otomotif Jajal Pengecekan Spooring Instan di Automechanika Jakarta 2026

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 09:20 WIB

Review The Love Hypothesis: Fake Dating yang Manis, Romantis, dan Humoris

Review The Love Hypothesis: Fake Dating yang Manis, Romantis, dan Humoris

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:20 WIB

Rekor Dunia Pecah! Begini Reaksi Presiden Prabowo ke Lifter Rahmat Erwin

Rekor Dunia Pecah! Begini Reaksi Presiden Prabowo ke Lifter Rahmat Erwin

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 09:15 WIB

×